Suami Jahit Alat Kelamin Istri Karena Dituduh Selingkuh, Korban Minta Polisi Tak Tahan Pelaku


Ungkap Niatnya Mau Nikah Ketiga Kali, Seorang Pendeta Tewas Setelah Istrinya Potong Kelaminnya. Foto ilustrasi 

Detik Kabar, NEW DELHI - Tindakan suami yang satu ini sungguh kejam. Betapa tidak, sang suami nekat menjahit alat vital alias kelamin istrinya.

Si suami nekat melakukan hal itu karena menuduh istrinya telah berselingkuh.

Aksi kejam itu terjadi di India di Negara Bagian Madhya Pradesh.

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini pun berujung kepada pihak kepolisian.

Namun wanita itu malah meminta polisi tidak menahan suaminya.

Sementara wanita itu butuh bantuan medis karena alat kelaminnya dijahit dan mengalami pendarahan.

Pelaku melakukan perbuatan keji itu pada istrinya setelah menuduh istrinya selingkuh.

Salah satu dokter yang merawat korban menerangkan, aksi pelaku benar-benar jahat karena istrinya mengalami luka serius.

 "Kami akan memastikan dia mendapat pengobatan terbaik".

"Saat ini, kondisinya baik dan kami berharap dia bisa segera pulang," ujar dia.

Media lokal melaporkan perempuan itu mendapat perawatan di Rumah Sakit Singrauli, dengan dokter membenarkan penyiksaan tersebut.

Asisten Pengawas Polisi Singrauli Anil Sonkar menyatakan, korban sudah melayangkan laporan kepada pihak berwajib.

Dilansir Daily Star Senin (30/8/2021), Sonkar menjelaskan saat ini mereka tengah memburu si suami yang tidak disebutkan identitasnya.

Namun dalam perkembangan terbaru, korban meminta supaya polisi tidak menangkap si suami, meski sudah memberikan penyiksaan hebat kepadanya.

Media India memberitakan, wanita itu memohon supaya penegak hukum cukup memarahinya, dan membuatnya takut untuk mengulangi perbuatannya.

Dalam insiden serupa di Uttar Pradesh Maret lalu, alat kelamin seorang perempuan juga dijahit suaminya karena dituding selingkuh.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Rakesh tersebut langsung melarikan diri, meninggalkan istrinya yang sangat kesakitan.

Media lokal memberitakan, pelaku yang berusia 25 tahun meminta istrinya untuk melakukan "tes keperawanan".

Namun, si suami disebut mengikat tangan dan kaki korban, dan menjahit alat kelaminnya menggunakan kawat aluminium.

Aksi kejam itu terjadi di Distrik Rampur, Uttar Pradesh.

Korban yang berusia 24 tahun mengalami pendarahan hebat sementara suaminya kabur.

Korban kemudian menghubungi ibunya, yang segera melarikannya ke rumah sakit terdekat di Distrik Rampur.

Ibu korban juga memutuskan melapor ke Kepolisian Milak atas kelakuan menantunya yang "barbar dan tak bisa diterima".

"Saat ini, korban sedang mendapat perawatan intensif," kata Shogun Gautam, Pengawas Polisi Rampur.

Gautam menegaskan, pelaku yang berprofesi sebagai sopir berhasil tertangkap, di mana dia berjanji akan segera memasukannya ke penjara.

Salah satu dokter yang merawat korban menerangkan, aksi pelaku benar-benar jahat karena istrinya mengalami luka serius.

 "Kami akan memastikan dia mendapat pengobatan terbaik".

"Saat ini, kondisinya baik dan kami berharap dia bisa segera pulang," ujar dia.

Dilansir The Sun Rabu (24/3/2021), wanita itu mengungkapkan suaminya sering menyiksanya tanpa alasan.

Polisi menjelaskan, pasangan yang sudah menikah selama dua tahun itu sebenarnya punya bayi.

Namun, meninggal setelah dilahirkan.

Kasus si suami yang menjahit alat kelamin istrinya menambah panjang kekerasan terhadap perempuan di India.

"Negeri Bollywood" mengalami lonjakan kasus sepanjang 2020, yang ditengarai karena wabah virus corona.

Berdasarkan data antara Maret sampai dengan Mei 2020, terdapat sekitar 1.475 keluhan mengenai kekerasan dalam rumah tangga. ( Kompas.com/ Serambinews.com )

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/09/01/suami-jahit-alat-kelamin-istri-karena-dituduh-selingkuh-korban-minta-polisi-tak-tahan-pelaku

LihatTutupKomentar