Bom Bunuh Diri Hantam Kerumunan Warga di Gerbang Bandara Kabul, Puluhan Orang Tewas dan Terluka


Foto: Relawan dan staf medis membawa seorang pria yang terluka parah untuk perawatan setelah dua ledakan dahsyat menewaskan puluhan orang, di luar bandara Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021). 

Detik Kabar, KABUL - Dua pelaku bom bunuh diri, diduga anggota kelompok ISIS menyerang kerumunan warga Afghanistan di gerbang bandara Kabul, Kamis (26/8/2021) sore.

Dilaporkan, sedikitnya dua ledakan keras terdengar, menyebabkan banjir darah di antara warga sipil yang putus asa yang berharap melarikan diri dari negara itu.

Serangan itu membuat hari-hari terakhir pengangkutan udara Barat dan sekutunya ke dalam kekacauan.

Seorang pejabat Taliban mengatakan 13 orang termasuk anak-anak tewas.

Sebuah rumah sakit bedah yang dikelola oleh badan amal Italia mengatakan merawat lebih dari 60 orang yang terluka.

Pentagon mengatakan personel AS termasuk di antara mereka yang terluka.

Gambar video yang diunggah ke internet oleh seorang jurnalis Afghanistan menunjukkan tumpukan mayat berlumuran darah di jalan yang dikelilingi oleh puing-puing.

Pria yang merekamnya meratapi tragedi memilukan itu, seperti dilansir Reuters.

"Kami dapat memastikan, ledakan di Gerbang Abbey hasil dari serangan kompleks yang mengakibatkan sejumlah korban AS dan warga sipil," kata juru bicara Pentagon John Kirby di Twitter.

"Kami juga dapat mengkonfirmasi, satu ledakan lain di atau dekat Hotel Baron, tidak jauh dari Gerbang Abbey," tambahnya.

Ledakan itu terjadi di tengah kerumunan orang di luar bandara,.

Di mana ribuan warga Afghanistan yang putus asa berkumpul dengan harapan dapat melarikan diri dengan angkutan udara.

Menurut Amerika Serikat akan berakhir pada Selasa (31/8/2021), menyusul perebutan cepat negara itu oleh Taliban.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

Namun Washington dan sekutunya telah mendesak warga sipil untuk menjauh dari bandara pada Kamis (26/8/2021).

Karena ancaman serangan bunuh diri oleh militan Negara Islam, musuh Barat dan Taliban.

Negara-negara Barat telah mengevakuasi hampir 100.000 orang, sebagian besar warga Afghanistan yang membantu mereka, dalam 12 hari terakhir.

Tetapi mereka mengakui, ribuan lainnya akan tertinggal mengikuti perintah Presiden Joe Biden untuk menarik semua pasukan pada 31 Agustus 2021.

Beberapa pejabat AS mengatakan ledakan itu tampaknya merupakan serangan bunuh diri.

Seorang saksi di Kabul melihat banyak pria, wanita dan anak-anak yang terluka menunggu perawatan di luar rumah sakit.

Pejabat Taliban mengatakan banyak penjaga Taliban, yang mengamankan bandara, termasuk di antara yang terluka.

"Penjaga kami juga mempertaruhkan nyawa mereka di bandara Kabul, mereka juga menghadapi ancaman dari kelompok Negara Islam," kata seorang pejabat Taliban.

Pengiriman udara untuk warga sipil berada di hari-hari terakhirnya, dengan Washington mengatakan akan menggunakan dua hari terakhir untuk menarik pasukannya sendiri.

Sekutu yang bertempur bersama pasukan AS selama 20 tahun di Afghanistan telah menyelesaikan evakuasi mereka sendiri.

Sambil secara terbuka meratapi ketergesaan Washington dalam menarik diri.

Pasukan Kanada menghentikan evakuasi mereka terhadap sekitar 3.700 warga Kanada dan Afghanistan pada Kamis (26/8/2021).

"Kami berharap bisa tinggal lebih lama dan menyelamatkan semua orang," kata kepala staf pertahanan Kanada, Jenderal Wayne Eyre, kepada wartawan.

Biden memerintahkan semua pasukan keluar dari Afghanistan pada akhir bulan untuk mematuhi perjanjian penarikan dengan Taliban.(*) 


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/08/27/bom-bunuh-diri-hantam-kerumunan-warga-di-gerbang-bandara-kabul-puluhan-orang-tewas-dan-terluka

LihatTutupKomentar