Bocah Viral Ngegas Suruh Orang Pakai Masker, Meninggal Karena Sesak Nafas setelah Makan Mie Instan

Foto: Bocah sempat viral karena menganjurkan patuhi protokol Covid-19 meninggal dunia karena sesak napas. (TWITTER @IsmailSabri60)


Detik Kabar - Bocah yang sempat viral karena gaya menyuruh orang lain pakai masker dengan ngegas (bernada tinggi) dilaporkan meninggal dunia.

Bocah ni bernama Muhammad Aming Salleh Abdullah, berusia delapan tahun, ia menghembuskan napas terakhir pada pukul 1.30 dini hari di kediamannya di Tawau, Sabah Malaysia.

Melansir dari Sinar Harian, Kamis (26/8/2021) ibunda Aming bernama Santi Sabri saat dihubungi awak media mengatakan anaknya sebelumnya sehat tanpa adanya gejala penyakit apapun.

Malah, Aming tidak terjangkit Covid-19.

"Dia tadi malam makan mie instan kemudian sesak napas.

Saya kira sakit biasa saja karena anak saya tidak sakit apapun," katanya kepada Sinar Harian seperti dikutip Serambinews.com.

Jelasnya, Aming sempat mengangkat barang-barang ibunya, adzan dan sholat.

Sebelum meninggal dunia, Aming juga sempat berpesan kepada ibunda, agar selalu menutup aurat, supaya ayahnya tidak menanggung dosa.

Jenazah bocah yang sempat viral karena tegurannya kepada warga yang tidak memakai masker dikebumikan di perkuburan Kampung Titingan, Malaysia.

Bocah ini sempat menjadi sorotan, karena penyampaiannya di media sosial kepada warga untuk menuruti SOP Covid-19.

Videonya bahkan mendapat perhatian dari Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob yang ketika itu menjabat menjadi Menteri Keamanan.

Anjuran Taati Protkes

Sempat diberitakan Sinar Harian (3/2/2021) usianya baru delapan tahun, namun pandai bicara sehingga setiap nasihat yang diunggah melalui video di media sosial mendapat perhatian netizen.

Muhammad Aming Salleh Abdullah atau yang lebih dikenal Aming mengatakan, video yang direkamnya banyak memberikan nasehat, termasuk situasi terkini terkait pandemi Covid-19.

“Saya sangat suka membuat video tapi mengikuti 'mood' dan jika saya punya ide, saya akan melakukannya. Ini hanya untuk mengisi waktu luang saya karena saya tidak bisa pergi ke sekolah karena Perintah Pengendalian Gerakan (PKP) .

Biasanya video saya imbauan dan ada juga tentang PKP akibat wabah virus corona (Covid-19)," ujarnya kepada Sinar Harian.

Bungsu dari empat bersaudara ini mengaku tidak peduli jika ada warganet yang tidak suka dengan video yang diunggah ibunya, yang penting pesannya sampai ke publik.

“Saya hanya mengingatkan. Kadang ada yang tidak mengerti, ada yang tidak suka tapi tidak apa-apa. Kalau suka ya biarkan saja, yang penting pesannya sampai dan ada juga ribuan pengguna media sosial yang membagikan video tersebut.

"Saya cuma rekam dan biasanya ibu yang akan muat naik ke YouTube, Facebook dan TikTok," katanya yang menetap di Tawau.

Ditanya apakah dia tahu bahwa video itu telah di-repost dan diposting ulang di halaman Facebook Menteri Senior (Keamanan), Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob, Aming mengatakan dia tidak tahu.

"Saya tidak tahu, tapi saya suka berpesan kepada masyarakat untuk selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP), pakai masker, jangan keluar jika tidak ada keperluan," ujarnya.

Sementara itu, ibunda Aming, Santi Sabri, 33, mengatakan anaknya dianggap penampil di rumahnya karena ketiga anaknya yang lain tidak tinggal bersamanya.

“Memang anak saya fasih berbicara, bahkan dengan saya, begitulah dia berbicara.

"Tapi dia tidak suka kalau saya membicarakan hal-hal yang kurang bermanfaat, bahkan dalam videonya dia juga menasehati hal-hal yang baik," ujarnya.

Sebelumnya, aksi bocah cilik itu kerap mendapat perhatian di Facebook saat videonya dinilai lucu dan sarat nasihat. (Serambinews.com/Syamsul Azman)


https://aceh.tribunnews.com/2021/08/27/bocah-viral-ngegas-suruh-orang-pakai-masker-meninggal-karena-sesak-nafas-setelah-makan-mie-instan
Sumber: 

LihatTutupKomentar