Viral Oknum Anggota TNI AU Injak Kepala Pria di Papua, TNI AU: Tersangka Sudah Ditahan


Foto: Kelakuan oknum TNI AU di Papua 

Detik Kabar - Sebuah video yang memperlihatkan prajurit TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial.

 Dalam video berdurasi 1:20 menit tersebut menunjukkan dua pria berseragam TNI AU tengah mengamankan seorang warga yang tuna wicara.

Salah seorang anggota mengamankan pria tersebut dengan cara memitingkan badan ke tanah.

Sedangkan, satu prajurit lainnya terlihat menginjak kepala warga tersebut dengan sepatu tentara.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Merauke, Papua, Senin (26/7/2021).

Video berdurasi 1 menit 21 detik itu diunggah oleh jurnalis Victor Mambor di akun Twitternya @victormambor, Selasa (27/7/2021).

Dalam video itu, seorang pria, warga Papua yang diduga tuna wicara tampak ribut di sebuah warung.

Sesaat kemudian tiba dua anggota TNI AU.

Dua anggota TNI AU kemudian membawa pria itu ke pinggir jalan

Di situ, dua anggota TNI AU itu kemudian melumpuhkan pria tersebut. 

Namun, salah satu anggota TNI AU itu tampak menginjak kepala pria itu dengan sepatunya.

Menurut Viktor, peritiwa itu terjadi di Merauke, Papua. 

"Kejadian di Merauke. Aparat keamanan tidak tau malu, arogan dan rasis," tulis Vitor di akunnya.

Hingga berita ini ditulis Selasa pukul 19.30 WIB, belum diketahui bagaimana kronologi dan awal mula kejadian. 

Namun, tindakan oknum TNI AU yang menginjak kepala pria tersebut dianggap berlebihan. 

Tanggapan Komnas HAM

Video tersebut mendapat respons dari Komisoner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara.

Melalui akun Twitternya, @bekahapsara, Beka mengatakan dirinya sudah berkomunikasi dengan Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey.

Menurut Beka, kasus ini sudah dilaporkan ke Pangdam Cendrawasih dan Panglima TNI.

"Baru saja komunikasi dengan Frits Ramandey, Kepala Kantor @KomnasHAM perwakilan Papua. Kasus ini sudah dilaporkan ke Pangdam dan Panglima TNI yang berjanji akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku," tulisnya. 

Beka menyatakan Komnas HAM bakal memantau penanganan kasus ini. 

"Komnas HAM akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini. Semoga ada ketegasan dan sanksi sesuai dengan kesalahan aparat yang terlibat sehingga keadilan bagi korban segera diperoleh," tulisnya lagi. 

Tersangka Sudah Ditahan

Merespons video yang beredar, pada Selasa malam pukul 21.13 WIB, pihak TNI AU melalui akun twitter resminya, @_TNIAU menyampaikan permintaan maaf atas ulah dua anggotanya. 

Menurut TNI AU, kejadian dalam video tersebut terjadi pada Senin (26/7/2021). 

"Menyikapi insiden salah paham antara oknum dua anggota Pomau Lanud J.A Dimara Merauke dan warga di sebuah warung makan, di Merauke, Senin (27/7/2021), TNI AU menyatakan penyesalan dan permohonan maaf," tulis @_TNIAU. 

Menurut pihak TNI AU, kasus ini sedang dalam penanganan petugas Lanud J.A Dimara Merauke.

"Insiden yang diawali oleh keributan seorang warga yang diduga mabuk dengan pemilik warung, dan melibatkan dua anggota Pomau yg bermaksud melerai, kini dalam penanganan petugas Lanud J.A Dimara Merauke," tulisnya lagi. 

Lebih lanjut, TNI AU menyatakan, dua anggota yang berada di dalam video saat ini sudah ditahan oleh Pomau Lanud Merauke. 

TNI AU menjanjikan hukuman sesuai tingkat kesalahan yang dilakukan. 

"Kedua oknum anggota Pomau, kini sudah ditahan dan dalam pengawasan Komandan Lanud J.A Dimara Merauke.

Proses penyidikan sedang dilakukan oleh Pomau Lanud Merauke.

TNI AU tidak segan-segan menghukum sesuai tingkat kesalahannya," tulis @_TNIAU. 

Tribunnews.com dengan judul Beredar Video Oknum Anggota TNI AU Injak Kepala Pria di Papua, Komnas HAM Sebut Sudah Dilaporkan

LihatTutupKomentar