Duda 32 Tahun Tewas Dikeroyok Sepupu, Kakek, dan Tante, Pelaku Kesal Korban Sering Marah


Foto: Kisah tragis seorang pria tewas dikeroyok pelaku yang masih memiliki ikatan keluarga. 

Detik Kabar - Satu keluarga di Makassar menjadi tersangka pembunuhan terhadap pria yang masih memiliki ikatan keluarga.

Polisi mengamankan empat orang terkait kasus pembunuhan itu.

Mereka yang diamankan antara lain AR (25) dan adiknya DA (23), serta ibunya AN (43) dan kakek atau ayah dari Anti, DN (65).

Sementara korban diketahui beridentitas HA (32) warga kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan.

HA merupakan sepupu dari AR dan DA, sedangkan AN merupakan tantenya, dan DN juga merupakan kakek dari Hairil.

Ibu HA, NR adalah saudara kandung dari AN, anak dari DN juga.

Korban tewas setelah mengalami sejumlah luka tusuk dan lebam.

Diketahui jika korban merupakan duda anak dua yang ditinggal cerai istrinya.

Awal mula kejadian

Peristiwa tragis itu terjadi berawal ketika korban berselisih dengan pelaku AR.

Setelah cekcok, pelaku kemudian pulang ke rumah untuk mengambil parang.

Pelaku lantas kembali dan langsung menebas bagian tangan korban lalu kabur

Tak terima dengan perbuatan pelaku, korban kembali datang ke rumah pelaku AR, namun pelaku tak ada di tempat.

Korban hanya bertemu dengan AN ibu dari AR.

Cekcok pun kembali terjadi antara korban dengan tantenya itu, pelaku lain DA dan DN yang melihat kejadian itu langsung mengambil tombak dan diduga menusuk bagian perut korban.

Tak hanya itu korban juga dipukul dengan menggunakan balok kayu.

Diketahui jika saat itu AR awalnya tengah asik meneguk minuman keras tradisional jenis ballo.

Saat tengah asik berpesta miras bersama beberapa temannya, AR mendapati debu yang berterbangan.

Ternyata debu itu ulah dari seorang bocah kecil yang tengah asik bermain pasir di tepi kanal.

Arjun yang gusar pun mendatangi bocah kecil itu, lalu menegur.

Pada waktu yang bersamaan, HA melintas.

HA mengira dirinya yang ditegur sang sepupu, AR.

Keduanya cekcok hingga adu jotos.

"Kan saya sementara minum ballo sama teman-temanku, ada anak kecil main pasir terus saya tegur jangan sampai turun di minuman, korban lewat terus tersinggung lalu pukul saya," kata AR saat diinterogasi polisi di Mapolsek Makassar, Jl Kerung-kerung, Kamis (22/7/2021) malam.

AR yang emosi pulang ke rumahnya mengambil sebilah parang lalu kembali mendatangi korban.

"Setelah saya Parangi, saya pergimi. Sekitar setengah jam dia datangi rumah lalu marah-marah," ujarnya.

Di rumahnya itu, adiknya DA dan sang ibu, AN.

HA yang tidak terima diparangi AR pada bagian tangan dan perut, terlibat cekcok dengan AN.

"Dia (korban) datang marah-marah lalu lempari saya, terus saya menhindarmi lalu dilihat sama anakku ini (DA) disitumi dia (DA) pergi ambil tombak terus natusukmi," kata AN di lokasi yang sama.

DA yang berada di dekat ibunya AN saat diinterogasi, juga mengakui perbuatannya.

DA mengaku menusuk sepupunya Hairil itu menggunakan tombak.

"Iye pakai tombak, (saya tusuk) satu kali," ujar DA dengan mata berkaca-kaca.

Sementara, DN tidak dapat memberikan keterangan lantaran kondisi fisiknya yang sudah rentah.

Namun, saat ditemui sehari sebelumnya, ia kukuh membantah bahwa turut menganiaya cucunya itu.

"Tena katte kupokei, balle-balle intu DA. Ia ji injo poke kualle nampa kuboli (Saya tidak menombak, bohong itu DA, saya hanya ambil itu tombak lalu saya simpang," kata Dg Ngerang saat ditemui Rabu kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Makassar, Iptu Iqbal Usman menuturkan, sebelum penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya HA itu terjadi, hubungan kekeluargaan antara orang tua HA, NR dan AN telah renggang.

"Informasi dari para pelaku, sebelumnya memang mereka pernah bertengkar atau cekcok dengan si korban ini," kata Iptu Iqbal Usman.

Selain itu lanjut Iqbal Usman, adik dari HA, RS juga pernah dipukul oleh salah satu pelaku (AR) yang berakibat pada kian renggangnya hubungan kekeluargaan di antara mereka.

Atas perbuatannya, ke empat pelaku akan dijerat pasal 338 mengenai pembunuhan dan juga pasal 170 ayat 2 dan 3 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/07/25/duda-32-tahun-tewas-dikeroyok-sepupu-kakek-dan-tante-pelaku-kesal-korban-sering-marah

LihatTutupKomentar