Latih Monyet Lebih dari 100 Ekor untuk Petik Kelapa, Sebut Ilmu Turunan dan Raup Uang Jutaan

Foto: Seorang pria melatih lebih 100 monyet untuk memetik kepala, meraup pundi-pundi uang sampai jutaan. (HARIAN METRO)

Detik Kabar - Seorang pria melatih lebih 100 monyet untuk memetik kepala, meraup pundi-pundi uang sampai jutaan.

Ia menyebut ilmu yang didapatkan merupakan ilmu turunan dari almarhum ayahnya yang memang sebelumnya pelatih monyet.

Melansir dari Harian Metro, Senin (11/1/2021) Samsuddin Ibrahim (50) mengatakan untuk melatih monyet bukan perkara mudah dilakukan.

Ia sering digigit monyet dan berbagai kesulitan lainnya turut dialami Samsuddin untuk memastikan monyet yang ia latih berhasil memetik kelapa.

Samsuddin turut menerangkan ia telah melatih lebih dari 100 monyet selama 30 tahun terakhir.

Ilmu melatih monyet demikian ia peroleh dari almarhum kakeknya Mohd Awang.

Menurutnya monyet memiliki tingkat kecerdikan yang berbeda beda.

Ada yang memang cerdik, hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk memahami petunjuk dari pelatih.

Jika monyet kurang cerdik, maka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dilatih.

"Monyet yang dilatih ini dibeli pada penduduk kampung dengan harga RM 250 (Rp 869.296) per ekor dan jika telah mahir memetik kelapa, maka akan dijual seharga RM1500 (Rp 5.215.776) hingga RM 4000 (Rp 13.908.736).

"Tergantung dari tahap kemahiran dan kecerdikan yang dimiliki monyet.

"Ada pula yang mengantarkan monyet mereka kepada saya untuk dilatih, saya mengenakan biaya RM 300 (Rp 1.043.155) per ekor.

"Biasanya monyet yang berusia di atas dua tahun lebih mudah untuk dilatih karena lebih kuat untuk memetik buah.

"Ada monyet yang tidak perlu dilatih, hanya dengan melihat gerak gerik monyet lain memetik kelapa," katanya menjelaskan pada awak media di rumahnya pada kawasan Kampung Tok Sadang, Kota Bharu, Malaysia.

Ayah yang memiliki dua orang anak berusia 9 dan 12 tahun tersebut menjelaskan.

Untuk memastikan monyet yang dilatihkan mempunyai energi yang cukup setiap hari diberikan susu, yakni pada pagi dan pada petang diberikan air gula yang telah dicampurkan dengan tiga butir telur.

Selain itu, pada waktu malam hari, akan diberikan makan nasi yang dicampurkan dengan telur ayam dan diberikan suntikan vaksin setiap enam bulan sekali.

"Yang harus dimiliki oleh pelatih monyet adalah naluri dan memahami gerak badan monyet karena pelatih bisa mengetahui sikap dari monyet.

"Setiap hari saya melatih monyet selama satu jam, yakni satu jam pagi, siang dan petang atau malam.

"Kebiasaannya, hewan ini gemar untuk dilatih pada malah hari, karena tidak ingin diganggu atau tidak ingin dilihat ketika sedang melakukan latihan.

"Ada lima teknik yang digunakan untuk melatih monyet, yakni dengan cara memijak kelapa, memutar kelapa, menggigit kelapa, mengupas kelapa, dan memetik kelapa dengan menggunakan kaki,” ujarnya yang memiliki izin memelihara kera dari Dinas Satwa Liar dan Taman Nasional (Perhilitan). 

Ia yang juga lebih dikenal dengan nama Sudin Chepo mengatakan, dirinya memiliki seekor kera bernama Sadat yang berusia empat tahun.

Memiliki tingkat kecerdasan 'luar biasa' dan ada yang rela membelinya seharga RM5000 (Rp 17.385.920)

“Namun, saya tidak ingin menjualnya karena saya menganggap Sadat terlalu istimewa dibandingkan dengan kera lain yang sudah dilatih selama ini.

“Selain sebagai hobi, memelihara dan melatih kera, juga menambah penghasilan dengan menjalankan jasa petik kelapa.

“Biasanya saya dibayar RM25 (Rp 86.929) untuk 100 bibit dan biasanya seekor kera bisa memanjat dan memetik 500 hingga 700 butir kelapa sehari,” katanya. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

Baca juga: Kebaikan Captain Afwan Pilot Sriwijaya Air Viral, di Mata Rekan Kerja: Baik dan Gemar Ajak Sholat

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/11/latih-monyet-lebih-dari-100-ekor-untuk-petik-kelapa-sebut-ilmu-turunan-dan-raup-uang-jutaan

LihatTutupKomentar