Korban Meninggal Gempa di Sulawesi Barat Bertambah Jadi 81 Orang, 70 di Mamuju dan 11 di Majene

Foto: Seekor kucing melintas di dekat bangunan yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 6,2 di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Detik Kabar, JAKARTA - Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan, hingga Minggu (17/1/2021) pukul 20.00 WIB, total korban meninggal akibat gempa Mamuju- Majene, Sulawesi Barat, sebanyak 81 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulisnya melaporkan, 81 korban itu dengan rincian 70 orang meninggal di Kabupaten Mamuju, dan 11 orang di Kabupaten Majene.

Saat ini BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas, relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat.

Raditya menambahkan, Pusdalops BNPB juga memutakhirkan data kerugian materil di Kabupaten Majene antara lain 1.150 unit rumah rusak yang masih dalam proses pendataan serta 15 unit sekolah terdampak.

Ia mengatakan, BNPB juga telah menyalurkan bantuan logistik ke Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene berupa 140 dus mi instan dan 10 dus air mineral pada Minggu.

"Sebelumnya BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa bumi Sulawesi Barat sebesar Rp 4 Miliar pada Sabtu," kata Raditya.

Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp 2 miliar untuk Provinsi Sulbar. Masing-masing Rp 1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 buah masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Gempa di Sulawesi Barat tepatnya terjadi Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 waktu setempat.

Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter ini telah mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan orang mengungsi.

BNPB Akan Beri Bantuan Dana untuk Perbaikan Rumah Warga Korban Gempa Sulawesi Barat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Pemberian dana stimulan itu diperuntukkan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

Kepala BNPB Doni Munardo mengatakan, besaran dana stimulan tersebut masing-masing adalah Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan.

“Ini merupakan usulan dari Pemerintah Provinsi Sulbar kepada Pemerintah Pusat melalui BNPB,” kata Doni, saat berkunjung ke lokasi gempa, Minggu (17/1/2021), dikutip dari siaran pers.

Doni juga telah memastikan bahwa kerusakan rumah warga akibat gempa tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah baik pusat, provinsi, dan kabupaten.

Ia mengatakan, pemerintah pasti akan memberikan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban, termasuk rumah yang rusak.

 "Nanti menjadi tanggung jawab BNPB bersama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten,” kata dia.

Doni juga meminta agar masyarakat khususnya di Mamuju, tidak mudah terpengaruh kabar bohong yang beredar terkait gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo.

Peringatan Doni tersebut berkaitan dengan isu yang menyebutkan bahwa pemerintah dalam hal ini BMKG mengharuskan masyarakat keluar dari Mamuju akibat peristiwa gempa tersebut.

Isu lainnya adalah soal informasi hoaks yang menyebutkan akan adanya gempa susulan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Ia memastikan bahwa informasi soal imbauan tersebut tidak benar.

"Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat untuk keluar dari Mamuju. Tidak pernah BMKG menyatakan hal seperti itu, yang kami imbau adalah jauhilah bangunan-bangunan yang sudah runtuh,” kata Dwikorita.

“Jauhilah lereng yang rawan longsor dan cukup jauh dari pantai,” lanjut dia.

Sebelumnya BMKG juga telah merilis informasi mengenai adanya potensi gempa susulan, akan tetapi pihaknya memastikan bahwa kekuatannya tidak akan sebesar gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) dini hari.

Pihaknya meminta agar masyarakat tetap tenang, namun waspada untuk mengantisipasi adanya potensi gempa susulan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "81 Orang Meninggal akibat Gempa di Mamuju-Majene hingga Minggu Malam"

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/01/18/korban-meninggal-gempa-di-sulawesi-barat-bertambah-jadi-81-orang-70-di-mamuju-dan-11-di-majene

LihatTutupKomentar