Taliban Membunuh Penyanyi Lagu-lagu Rakyat di Provinsi Bergejolak
Foto: Setelah berita pembunuhan Fawad Andarabi mengemuka, video penyanyi lagu-lagu rakyat (tengah) dibagikan di media sosial. (Twitter)


Detik Kabar, KABUL - Pejuang Taliban menembak mati seorang penyanyi lagu-lagu rakyat di sebuah provinsi pegunungan yang bergejolak.

Pembunuhan itu menghidupkan kembali kekhawatiran di antara para aktivis.

Dimana, Taliban yang kembali ke kekuasaan akan menindas, setelah serangan militer menggulingkan pemerintah.

Pembunuhan Fawad Andarabi terjadi saat Amerika Serikat menghentikan pengangkutan udara bersejarah.

Dimana, puluhan ribu orang dievakuasi dari bandara internasional Kabul.

Tempat terjadinya banyak kekacauan yang melanda ibu kota Afghanistan sejak Taliban mengambil alih dua minggu lalu.

Setelah serangan bunuh diri afiliasi ISIS yang menewaskan lebih dari 180 orang, Taliban meningkatkan keamanannya di sekitar lapangan terbang.

Pesawat kargo militer AS melanjutkan perjalanan ke bandara pada Minggu (29/8/2021).

Menjelang batas waktu Selasa (31/8/2021) yang sebelumnya ditetapkan oleh Presiden Joe Biden untuk menarik semua pasukan dari perang terpanjang Amerika.

Penembakan pada Jumat (27/8/2021), penyanyi folk itu terjadi di Lembah Andarabi.

Sebuah area di Provinsi Baghlan, sekitar 100 kilometer utara Kabul.

Lembah itu telah mengalami pergolakan sejak pengambilalihan Taliban.

Beberapa distrik di daerah itu berada di bawah kendali pejuang milisi yang menentang pemerintahan Taliban.

Taliban mengatakan telah merebut kembali daerah-daerah itu.

Meskipun Panjshir yang bertetangga di pegunungan Hindu Kush tetap menjadi satu-satunya dari 34 provinsi Afghanistan yang tidak berada di bawah kendalinya.

Taliban sebelumnya datang ke rumah Andarabi dan menggeledahnya.

Bahkan minum teh dengan musisi itu, kata putranya Jawad Andarabi kepada The Associated Press (AP), Minggu (29/8/2021).

"Dia tidak bersalah, penyanyi yang hanya menghibur orang," kata putranya.

"Mereka menembaknya di kepala," ujarnya.

Putranya mengatakan dia menginginkan keadilan dan dewan Taliban berjanji untuk menghukum pembunuh ayahnya.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kepada AP akan menyelidiki insiden itu.

Tetapi tidak memiliki rincian lain tentang pembunuhan itu.

Andarabi memainkan ghichak, kecapi, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional tentang tempat kelahirannya, rakyatnya, dan Afghanistan secara keseluruhan.

Sebuah video online menunjukkan dia di satu pertunjukan, duduk di atas permadani dengan gunung-gunung mengelilinginya saat bernyanyi.

“Tidak ada negara di dunia seperti tanah air saya, bangsa yang bangga,” dia bernyanyi.

"Lembah kita yang indah, tanah air kakek buyut kita," liriknya.

Karima Bennoune, pelapor khusus PBB untuk hak budaya, menulis di Twitter bahwa sangat prihatin atas pembunuhan Andarabi.

"Kami menyerukan kepada pemerintah untuk menuntut Taliban menghormati hak asasi artis," tulisnya.

Agnes Callamard, sekretaris jenderal Amnesty International, juga mengecam pembunuhan itu.

"Ada banyak bukti, Taliban pada 2021 sama dengan Taliban yang tidak toleran, penuh kekerasan, dan represif tahun 2001. 20 tahun kemudian," tulisnya.

"Tidak ada yang berubah di depan itu," tulisnya lagi di Twitter.

Sementara itu pada Minggu (29/8/2021), bank-bank swasta di seluruh Afghanistan kembali beroperasi.

Namun, mereka membatasi penarikan tidak lebih dari 200 dolar AS sehari.

Sedangkan beberapa warga mengeluh karena masih tidak dapat mengakses uang mereka.

Bahkan, pegawai pemerintah mengatakan belum dibayar selama empat bulan terakhir.

Afghani diperdagangkan sekitar 90,5 hingga 1 dolar AS, melanjutkan depresiasinya karena miliaran dolar dalam cadangan negara itu tetap dibekukan di luar negeri.(*)



Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/08/29/taliban-membunuh-penyanyi-lagu-lagu-rakyat-di-provinsi-bergejolak

LihatTutupKomentar