Kisah Sedih Penjual Bendera Jelang HUT RI, Sehari Cuma Laku untuk Makan Saja


Warga asal Bandung, Umen menjual Bendera Merah Putih di Kota Lhokseumawe, Rabu (4/8/2021). 


Sudah menjadi tradisi, tiap menjelang pelaksanaan HUT RI, pastinya akan bermunculan para penjual Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sejumlah pinggir jalan Kota Lhokseumawe.

Begitu juga dengan HUT RI tahun ini. Sejak sepekan lalu, para pedagang Bendera Merah Putih mulai bermunculan di Kota Lhokseumawe.

Mereka berjualan di pinggir jalan masuk ataupun keluar dari Kota Lhokseumawe.

Namun, kali ini, para penjual merasakan bagaimana susahnya mencari uang di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Bahkan, omzet penjualan mereka menurun drastis. Padahal, mereka sudah menjajakan dagangannya mulai dari pagi hingga sore hari.

Seperti yang diceritakan Umen (35) yang berjualan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di pinggir jalan masuk Kota Lhokseumawe, tepatnya dekat jembatan Cunda, Lhokseumawe.

Disebutkan, kalau dirinya sudah berjualan bendera yang diproduksi dari Bandung, Jawa Barat tersebut sejak 10 tahun lalu. Tiap kali menjelang pelaksanaan HUT RI, Umen datang ke Lhokseumawe untuk berjualan. Sementara keluarganya tetap berada di Bandung.

Harga untuk bendera ada yang Rp 30 ribu per lembar, dan ada yang Rp 35 ribu per lembar. Untuk umbul-umbul dengan panjang 1,5 meter dijual Rp 3,5 ribu per lembar. Sementara bandir dengan ukuran tiga meter dijual dengan harga Rp 55 ribu per lembar. Namun, dia mengakuinya, pada tahun ini omzet penjualannya di tengah pandemi menurun drastis.

Dulu, saat kondisi normal, omzet dia per harinya bisa capai Rp 3 juta. "Tapi sekarang ini, paling banyak per hari hanya Rp 500 ribu.  Bisa-bisa hanya cukup untuk makan saja," katanya. Karena hanya usaha, maka dirinya tetap bertahan. "Semoga kondisi cepat normal kembali," harap Umen.


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/08/05/kisah-sedih-penjual-bendera-jelang-hut-ri-sehari-cuma-laku-untuk-makan-saja

LihatTutupKomentar