Heboh Teror Bau Busuk di Sejumlah Desa Sepanjang Jalan Yogya-Solo

Foto: Drum sumber bau busuk di Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Detik Kabar, Klaten - Warga di sejumlah desa di sepanjang tepi Jalan Yogya-Solo, yakni di Kecamatan Delanggu, Kecamatan Ceper dan Juwiring,Klaten, Jawa Tengah, digegerkan bau busukmenyengat. Bau menyengat menyerupai gas LPG bocor itu tercium dan dikeluhkan warga.

"Katanya mulai tercium Selasa (10/8) siang. Tapi saya belum di rumah waktu itu tapi sampai sore dan malam semakin menyengat saat saya pulang," ujar warga Dusun Kepoh, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Sri Widodo kepada detikcom, Rabu (11/8/2021).

Sri Widodo mengatakan bau tersebut sangat menyengat di beberapa titik lokasi mulai simpang tiga Desa Kuncen, Kecamatan Ceper. Bahkan ada warga yang merasa pusing setelah mencium bau tersebut.

"Di sekitar traffic light (lampu merah) Kepoh bau menyengat bahkan sampai ada yang pusing. Tidak tahu itu bau apa, tapi baunya mirip bau gas," terang Sri Widodo.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Rivai. Rivai juga mengeluhkan bau busuk di beberapa desa di Kecamatan Juwiring, utara Kecamatan Delanggu, bahkan warga sempat takut gas di rumahnya bocor.

"Warga yang lapor ke saya ada dari Mrisen, Pundungan, Bakungan dan desa lain di Kecamatan Juwiring. Sempat dikira gas LPG di rumah sehingga gas rumah dibawa keluar karena takut," jelas Rivai kepada detikcom.

Keluhan soal bau menyengat tersebut juga viral di sejumlah media sosial, seperti beberapa grup Facebook, Instagram dan Twitter Klaten. Keluhan bau menyengat ini pun akhirnya ditangani polisi.

Tim identifikasi Sat Reskrim Polres lalu mendatangi pabrik pengecoran logam CV BT di Desa Kuncen Kecamatan Ceper dan mengambil sampel cairan yang tersisa.

"Kita mintai keterangan tadi itu lima orang saksi. Tim identifikasi tadi ke lokasi ambil sampel," ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andriansyah Rithas Hasibuan, kepada detikcom.

Dari keterangan sementara itu, terungkap sumber bau menyengat berasal dari drum bekas yang bakal dilebur oleh pabrik. Polisi pun menelusuri asal muasal drum bekas yang berbau menyengat itu.

"Itu kan drum bekas mau dilebur. Jadi asalnya dari mana itu nanti juga kita telusuri," terang Andriansyah.

Sampel drum bekas itu pun lalu diteliti ke laboratorium untuk dicek. Sementara itu, karyawan pabrik, Wiyadi menyebut setelah menyebabkan bau busuk,, drum bekas itu akan dikembalikan ke pemasok.

"Kita juga tidak tahu apa isinya, apa kandungannya. Drum itu mau kita lebur dan kita cor," jelas Wiyadi kepada detikcom di lokasi.

Berikutnya DLHK Klaten ungkap sumber bau dari drum bekas itu...

Wiyadi menyebut drum bekas itu tiba di Klaten pada Selasa (10/8) siang saat pabrik libur. "Isinya dulu apa kita tidak tahu sebab ini drum rosok yang kosong mau dicor, " lanjut Wiyadi.

Bau menyengat dari drum bekas itu pun turut dicek Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pemkab Klaten. Dari pengecekan DLHK Klaten, drum bekas itu merupakan kemasan bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Itu asalnya dari drum limbah kemasan B3. Berasal dari drum sisa kemasan zat kimia industri, bukan organik," ungkap Kabid Pengendalian Dampak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemkab Klaten, Dwi Maryono, pada detikcom, Jumat (13/8).


Foto: Drum bekas kemasan zat kimia yang menimbulkan bau busuk di Klaten, Jumat (13/8/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Dwi menyebut sejak ada informasi tentang bau menyengat itu, pihaknya langsung mengecek ke lokasi pada Kamis (12/8) siang. Namun, setibanya di lokasi drum-drum bekas itu pun sudah tidak ada.

"Drum sudah dikembalikan, tapi masih ada sampelnya. Jumlah drum awalnya 550 buah tapi itu drum bekas yang mau dicor," terang Dwi.

Dari hasil pengecekan sementara, isi drum itu merupakan zat kimia cair yang digunakan untuk industri minyak dan gas. Zat itu diketahui untuk membuat aroma pada produk minyak atau gas.

"Gas dan minyak itu kan sebenarnya tidak berbau. Agar ada aroma maka dicampurkan cairan zat kimia cair tersebut, ini barang impor," jelas Dwi.

Dwi menjelaskan dengan mencampurkan bahan tersebut, gas dan minyak menjadi berbau. Dengan adanya bau inilai kebocoran bisa segera dideteksi.

"Dengan dicampur zat kimia tersebut, saat ada kebocoran gas bisa diketahui dan diantisipasi. Zat tersebut mudah meledak, bahkan pada suhu 35 derajat," ucap Dwi.

Dwi pun membenarkan saat ditanya apakah kandungan tersebut merupakan merkaptan (CH3SH). Zat ini disebut larut dalam air dan termasuk kategori berbahaya.

"Iya betul (merkaptan). Iya beracun dan mudah terbakar," tutur Dwi.


Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5682550/heboh-teror-bau-busuk-di-sejumlah-desa-sepanjang-jalan-yogya-solo?tag_from=wpm_nhl_51

LihatTutupKomentar