FAKTA Pemuda Bunuh Pacar Hamil 9 Bulan, Pelaku Baru Tamat SMA, Paksa Korban Gugurkan Kandungan
Foto: Agung Dwi Saputra (18) warga Gebang, Banjarsari, Kota Surakarta digiring Anggota Resmob Semarang. Pelaku nekat habisi pacarnya sendiri, Silvi Ayu Nugraha (23) yang sedang hamil delapan bulan di kamar kos Jalan Condrokusumo. (Tribun Jateng/ Iwan Arifianto/Dok.Pribadi Silvi Ayu Nugraha/Facebook)

Detik Kabar - Seorang pemuda berinisial ADS (18) tega menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, SAN (23).

Ironisnya, korban dihabisi saat tengah hamil 9 bulan.

Jasad SAN ditemukan di kamar kosnya di Jalan Condro Kusumo, Semarang Barat, Jawa Tengah, Jumat (20/8/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Pelaku berpura-pura meminta tolong tetangganya seolah-olah kekasihnya ditemukan meninggal.

Diketahui, selama ini korban dan pelaku tinggal bersama di kos tersebut.

Pelaku mengaku sudah setahun lebih menjalin hubungan asmara dengan korban.

Dari hubungan itu, korban kemudian hamil.

Inilah sosok pemuda berinisial SAN yang tega menghabisi nyawa kekasihnya, seperti dirangkum Tribunnews.com dari berbagai sumber:

1. Baru tamat SMA

Ternyata, ADS baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA), sekira beberapa bulan lalu.

Setelah lulus, pemuda asal Kota Solo, Jawa Tengah itu kemudian pergi ke Semarang.

Di Semarang, ia bekerja sebagai tukang rosok.

"Saya baru tamat SMA sekira 2-3 bulan yang lalu di Solo," kata ADS seperti dilansir Tribun Jateng.

2. Awal bertemu korban

ADS mengaku sudah setahun lebih menjalin hubungan asmara dengan korban.

Pertemuannya dengan korban terjadi di sebuah angkringan yang berada di Solo.

Saat pertama bertemu, ADS mengaku sudah tertarik dengan korban.

"Sejak itu saya sudah mulai merasa suka," ujarnya.

Namun, hubungannya dengan SAN tak mendapat restu dari orangtuanya.

"Orangtua saya tidak setuju karena umurnya beda jauh," tambahnya.

3. Minta korban gugurkan kandungan

Menjalin hubungan asmara dan tinggal bersama membuat SAN akhirnya hamil.

Namun, kehamilan itu ternyata tidak diharapkan oleh ADS.

Pasalnya, ADS meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.

Permintaan itu bahkan sering dilakukan hingga usia kandungan korban kurang lebih 8 bulan.

"Korban tidak berkenan mengikuti permintaan tersangka untuk menggugurkan kandungan korban," kata Kapolrestabes Semarang, Irwan Anwar, dilansir Tribun Jateng.

Itu menjadi salah satu alasan AD akhirnya nekat menghabisi nyawa kekasihnya.

4. ADS kesal disuruh-suruh

Selain karena korban tak mau menggugurkan kandungannya, ada alasan lain yang membuat ADS gelap mata membunuh SAN.

ADS merasa kesal karena sering disuruh-suruh oleh korban.

"Saya sering disuruh-suruh mengambilkan barang yang membuat emosi."

"Saya sering disuruh ambilin air minum, baju, dan disuruh-suruh bantuin ke kamar mandi," ungkap ADS.

ADS mengaku menghabisi nyawa pacarnya pada Jumat sekira pukul 10.30 WIB.

Ia melakukan tindak kekerasan hingga akhirnya korban meninggal dunia.

5. Pura-pura minta tolong

Untuk menutupi perbuatan kejinya, ADS berpura-pura minta tolong penghuni kos, Andito.

Saat itu, selepas salat Jumat, Andito tiba-tiba dipanggil oleh ADS.

"Pulang kerja saya langsung Jumatan, habis Jumatan sampai kos dipanggil pacar korban minta tolong."

"Pas saya lihat mukanya sudah hitam. Kurang lebih jam 1-an. Saya langsung laporan ke Pak RT," kata Andito, seperti dikutip dari Kompas.com.

6. Lakukan kekerasan fisik

Diberitakan Kompas.com, kasus ini terungkap setelah polisi menemukan kejanggalan di tubuh korban.

Dari hasil pemeriksaan, korban diduga mati lemas setelah mendapat sejumlah kekerasan fisik.

Termasuk kekerasan di bagian perut korban yang sedang hamil.

Selain itu, kata Irwan, di hari penemuan jenazah korban, ADS sempat meminta bantuan tetangga kamar kos.

"Ketika minta bantuan ke tetangga kamar, tersangka seolah-olah menyampaikan bahwa pacarnya ditemukan meninggal saat sedang tidur," katanya.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas, Kompas.com/Riska Farasonalia)


Tribunnews.com dengan judul Sosok Pemuda yang Habisi Wanita Hamil 9 Bulan, Baru Tamat SMA, Sempat Pura-pura Minta Tolong

LihatTutupKomentar