Bakar Bengkel Pacar, Adik Korban: Pelaku Ingin Kuasai Harta, Minta Tebusan Hamil Rp 300 Juta
Foto: Kondisi rumah sekaligus bengkel yang diduga dibakar di Jalan Cemara Raya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Sabtu (7/8/2021) dini hari. Potret pacar korban dokter muda inisial MA. (TribunJakarta/Ega Alfreda)


Detik Kabar -- Terungkap fakta baru terkait kasus dokter muda nekat membakar bengkel pacarnya yang tewaskan tiga orang.

Pelaku sebelumnya mengaku nekat membakar bengkel korban karena tak direstui orang tua korban menikah.

Padahal saat itu pelaku sedang hamil mengandung anak korban.

Namun hal itu dibantah oleh adik korban bernama Sisca.

Adik korban kebakaran bengkel di Jalan Cemara Raya, Jatiuwung, Kota Tangerang membantah pernyataan pelaku soal restu keluarga pacar.

Sisca, adik Leo yang selamat dario kebakaran pada Sabu (7/8/2021) menguak fakta lain soal kelakuan Mery Anastasia.

Menurut Sisca, Mery Anastasia berniat menguasai harta keluarga Leo, termasuk bengkel.

Bahkan kata Sisca, Mery juga meminta uang ratusan juta ke Leo sebagai bentuk tanggungjawab karena sudah menghamilinya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima mengatakan saat ini MA sedang hamil tujuh minggu.

"Tersangka ini sedang hamil tujuh minggu, untuk saat ini ditangani dengan Unit PPA Polres Metro Tangerang Kota," kata Kombes Pol Deonijiu De Fatima.

Kombes Pol Deonijiu De Fatima menuturkan bahwa tindakan pembakaran ini dipicu karena Mery Anastasia tak mendapat restu dari orangtua Leo, Edi dan Lilis.

"Motif pelaku ada hubungan asmara dengan korban dan pelaku dokter yang pacarnya salah satu korban. Kemudian hubungan asmaranya merenggang dan ada kesalahpahaman," kata Deonijiu.

Namun adik Leon, Sisca, membantah pernyataan tersebut.

Sisca mengatakan keluarganya begitu kompak sebelum Leon mengenal Mery.

Baru satu tahun pacaran, kata Sisca, Mery mulai mempengaruhi Leon untuk memisah harta keluarga.

"Pisahin masa bagian Papa dan mama, bagian koko.

Papa mama saya sampai bengong dan bersusah hati," tulis Sisca di akun Instagramnya.

Sisca mengatakan Mery mendesak Leon untuk ambil alih usaha keluarganya.

"Dan ajarin koko untuk suruh kita keluar cari rumah dan kita dinafkahin bulanan karena dia yang mau kendalikan toko.

Saya sedih lihat mama yang jadi murung setiap kali menasehati koko yang berujung pertengkaran dan mama jadi nangis.

Mama sedih karena malu cerita pada keluarga," tulis Sisca.

Sisca berujar, Leon sering kali cerita soal Mery Anastasia ke ibunya.

"Lalu mama cerita dikit-dikit ke kami," kata Sica.

Sisca meyakini masih banyak hal yang lain soal tindakan Mery ke Leon yang tak diungkap.

"Jadi saya yakin masi banyak kesusahan lain yang dibuat perempuan keji ini yang belum mama ceritakan kepada kami karena keburu kebakar,

Saya bisa bayangkan kesusahan mama, jadi kalau ada hoax yang bilang mama melarang hubungan mereka, menurut kalian kalau ada di posisi mama, disetujui gak kalo mama larang ?" tulis Sisca.

Sementara itu sejak awal terungkap, Polisi yang mengungkap bahwa tindakan Mery Anastasia dipicu karena tak mendapat restu dari orang tua Leon.

"Tapi media salah, karena mama minta koko untuk bertanggung jawab karena hamil, tapi mama cuma bilang untuk tuntutan kita lakukan sesuai kemampuan dan si wanita tamak ini tidak mau," kata Sisca.

Sisca tak habis pikir, masih sebagai pacar saja Mery Anastasia sudah mengatur keuangan keluarga Leon.

"Juru yang saya rasakan adalah : wah ini perempuan ngeri sekali, apakah ini wajar ?

Masa seorang pacar, okelah saya sebut calon istri, berani menuntut, juga mau mengatur masalah internal hingga keuangan pihak laki-laki ?

Kira-kira ada calon mertua mana yang mau terima menantu seperti ini ?" tulis Sisca.

Sisca mengatakan yang terjadi pada Mery dan Leon seperti terbalik.

"Harusnya calon menantu yang was-was ketemu mertua yang jahat.

Tapi ini justru dalam satu malam dia info keluarga kami dia hamil, tuntut Rp 300 juta, tuntut bengkel kami dan langsung emosi besoknya bakar rumah dengan alasan dihamili,

(padahal umus di wanita sudah 30, dan melakukannya suka sama suka, taspi pas hamil dia tuntut Rp 300 juta, bengkel kami dan lain-lain," tulis Sisca.

Diakui Sisca, Mery Anastasia sang dokter muda itu sudah pacaran dengan Leo selama 2 tahun.

Akan tetapi, keluarga Leo baru mengetahui kalau Mery Anastasia hamil H-1 pembakaran itu terjadi.

"Wanita kejam itu ketahuan hamil cuma satu hari dari dia membakar rumah kami.

Mama papa saya baru tahu dia hamil, diberitahu koko saya pada 5 Agustus, pukul 10an malam," ungkap adik Leo.

Ketika memberitahukan kehamilannya kepada keluarga Leo, sang dokter muda Mery Anastasia malah memeras keluarga sang kekasih,

Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta uang tebusan hamil Rp 300 juta.

"Tanggal 5 Agustus lalu, satu malam sebelum wanita itu bakar rumah kami, saya dengar kalau dia minta Rop 300 juta ke Koko, karena dia hamil," ungkap adik Leo.

Tak hanya minta uang tebusan hamil, Mery Anastasia juga minta diserahkan kepemilikan bengkel milik Leo kepadanya.

"Dia minta ambil alih bengkel jadi dipegang dia," ungkap adik Leo.

Bahkan, Mery Anastasia sang dokter muda itu juga tega mengusir orangtua dan adik-adik kekasihnya, jika nanti menikah dengan Leo.

"Papa Mama diminta cari rumah sendiri dan setiap bulan dikasih jatah berapa duit untuk Papa Mama dan kami adik-adiknya," papar Sisca.


TribunnewsBogor.com dengan judul Pembakar Bengkel Ingin Kuasai Harta Pacar, Setahun Jadian Sudah Minta Bagian: Mama Sedih karena Malu

LihatTutupKomentar