Telah Berjanji Sehidup Semati, Suami Meninggal Saat Bacakan Surah Yasin untuk Jenazah Istri
Foto: Pasangan suami istri sehidup semati berasal dari Kedah, Malaysia, kisah mereka pun mendapat perhatian dari warga Malaysia, apalagi suami meninggal saat membacakan Surah Yasin untuk istrinya. (BERNAMA)

Detik Kabar - Cinta sehidup semati ternyata bukan sekedar ungkapan. Kisah ini terjadi dlam kenyataan. 

Hidup sama-sama dan meninggal bersamaan dialami pasangan suami istri yang berasal dari Malaysia.

Pasangan suami istri sehidup semati berasal dari Kedah, Malaysia, kisah mereka pun mendapat perhatian dari warga Malaysia, apalagi suami meninggal saat membacakan Surah Yasin untuk istrinya.

Melansir dari Bernama, Senin (12/7/2021) anak dari pasangan suami istri meninggal sehidup semati bernama Zuriyani Ramli (42) sedih menceritakan mengenai ibu dan ayahnya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Keduanya sempat menerima perawatan di Rumah Sakit Sik.

Zuriyani Ramli juga dinyatakan positif Covid-19 dan mendapatkan peratawan di rumah sakit yang sama dengan orang tua.

Ia juga sempat menatap wajah jenazah ibunya di rumah sakit, sebelum dibawa keluar dari rumah sakit untuk dikuburkan.

Jenazah ayahnya juga dikuburkan bersebelahan dengan kuburan ibunya, bernama Ramli Awang (82) sebelum meninggal ia sempat membacakan Surah Yasin disebelah jasad istri.

"Kami bertiga di rawat di rumah sakit yang sama dengan ayah dan ibu, ibu masuk dalam UGD, saya tidak bisa melihat secara dekat ibu, beliau meninggal pada hari Jumat (9/7/2021) pukul 11:50 malam.

Ayah juga berada satu tempat perawatan dengan saya, kami sempat membaca yasin bersama-sama untuk ibu, ayah menghembuskan nafas terakhirnya di depan mata saya pada pukul 12:05 tengah malam," katanya.

Zuriyani tinggal di Kampung Kota Bukit, Jeneri bersama suami dan lima orang anaknya, berusia antara enam sampai 20 tahun.

Ayahnya telah mengidap stroke beberapa bulan sebelumnya lalu disusul oleh ibunya.

"Sebelum ini ibu dan ayah tinggal di Kampung Batu, bersama adik laki-laki saya yang belum berkeluarga, saya membawa ayah bersama saya sebab juga mau menjaganya setelahnya ibu juga ikut serta," ulasnya.

Ia menceritakan mengenai terjangkit Covid-19 bahwa ia tidak mengetahui secara pasti siapa terlebih dahulu yang terkena Covid-19 di keluarganya.

Zuriyani menjelaskan sebelum dinyatakan positif Covid-19, ia mengalami demam dan batuk selama satu minggu dan berangsur pulih.

Untuk memastikan bersih dari Covid-19, ia menuju rumah sakit dan melakukan tes.

Hasilnya ia positif idap Covid-19.

"Di rumah sakit, dokter mengatakan saya perlu melakukan tes. Ketika saya mengetahui saya positif COVID-19, saya langsung menelepon adik laki-laki saya dan menyuruhnya untuk membawa ayah saya ke rumah sakit, karena ayah saya juga demam selama beberapa hari dan sejak itu dia belum bisa berbicara," ujarnya.

Wanita itu mengatakan setelah ayahnya dinyatakan positif COVID-19, rumah sakit membawa pulang ibunya yang kemudian dikonfirmasi positif dan membawanya ke ruang gawat darurat karena kondisinya yang relatif lemah.

"Saya tidak berpikir mereka positif. Saya pikir ayah saya kritis karena dia terkena stroke, tetapi saya tidak berharap ibu saya pergi lebih dulu daripada ayah saya. Saya tidak tahu infeksinya dari mana karena saya tidak kemana-mana, rutinitas saya sehari-hari adalah mengurus orang tua dan memasak untuk mereka saja,” ujarnya.

Zuriyani mengatakan suami dan lima anaknya juga menjalani tes skrining COVID-19, tetapi hasilnya belum diumumkan dan berharap bebas infeksi.

“Sebelum ini, ayah saya mengatakan bahwa dia ingin merayakan (Hari Raya Idul Adha) bersama saya dan keluarga saya, sayangnya itu tidak mungkin. Ayah juga selalu berpesan untuk tidak berhenti berdoa,” ujarnya seraya menambahkan bahwa jenazah ibu dan ayahnya dimakamkan di pemakaman di desa mereka.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Kedah dr Othman Warijo saat dihubungi mengatakan, pasangan lansia itu dirawat di RS Sik dengan gejala infeksi saluran pernapasan dan meninggal karena pneumonia COVID-19. (Serambinews.com/Syamsul Azman)


Sumber:https://aceh.tribunnews.com/2021/07/14/telah-berjanji-sehidup-semati-suami-meninggal-saat-bacakan-surah-yasin-untuk-jenazah-istri

LihatTutupKomentar