Hati-Hati! Wanita Jadi Target, Modus Baru Minta Foto Bagian Sensitif Berkedok Pemeriksaan Kanker


Foto: Modus baru minta foto payudara dan miss V berkedok pemeriksaan kanker. 

Detik Kabar - Wanita waspada, pasalnya ada modus baru dari oknum tidak bertanggung jawab berdalih meminta foto payudara dan miss V berkedok pemeriksaan kanker menjadi viral di media sosial.

Modus ini patut diwaspadai karena cara ini menggunakan alasan pemeriksaan gejala kanker payudara dan kanker serviks.

Hal ini terungkap setelah dibagikan akun Twitter @tubirfess pada Rabu (7/7/2021).

"2beer! beware guys, modus baru minta foto nudes nih. Ada-ada aja ode orang sange," cuit akun tersebut seperti dikutip Serambinews.com pada Kamis (8/7/2021).

Lewat unggahannya, akun Twitter ini mengunggah tengakapan layar yang berisi modus pelecehan seksual melalui pesan WhatsApp.

Tertera juga sebuah nomor oknum yang tidak bertanggung jawab sedang melancarkan aksinya untuk meminta foto payudara berdalih pemeriksaan kanker.

Tak hanya payudara, oknum ini juga meminta foto wanita yang menjadi korbannya di bagian organ intim miss V. Ia beralasan ini untuk pemeriksaan dini kanker serviks.

"Maupun untuk pemeriksaan gejala dini kanker serviks, yang mana kanker ini sangat menakutkan tapi sering diabaikan. Keterlambatan penanganan biasanya dapat menyebabkan kemandulan bagi si ibu," jelas oknum itu

"Pemeriksaan ini memang diluar dari pemantauan atas vaksinasi. Tapi kami berkewajiban untuk memberitahu temuan gejala awal tersebut saat melakukan pemantauan agar setiap warga terjaga kesehatannya," sambungnya.

Mengawali pesan teksnya, oknum tersebut berdalih dengan alasan pandemi yang tidak bisa tatap muka menjadi alasan dibalik permintaan foto bugil ini.

"Untuk pemeriksaan lebih mendalam memang harus tatap muka, namun karena kondisi saat ini meledaknya Covid tidak memungkinkan," ucap oknum mengawali pesannya.


Foto: Modus baru minta foto payudara dan miss V berkedok pemeriksaan kanker. (Twitter @tubirfess)

Pertama, si oknum meminta foto dari korbannya untuk mengirimkan foto payudara dari berbagai sisi.

"Jadi pemeriksaan awal hanya melalui visual foto secara detail dari berbagai sisi," lanjut oknum tersebut.

Untuk meyakinkan targetnya, oknum menjelaskan gejala awal kanker payudara itu sendiri seperti munculnya jerawat.

"Baik untuk gejala kanker payudara yang semula nampak hanya seperti jerawat padahal itu ternyata adalah cikal bakal kanker yang tidak diketahui umum," ujar si oknum.

Foto bugil berdalih pemeriksaan kanker payudara ini disebut si oknum sebagai pemantauan dini berdalih agar setiap wanita menjaga kesehatannya.

Untuk mengelabui, oknum lantas meminta dikirimkan foto bugil jika targetnya sedang tidak sibuk.

"Untuk pengiriman foto bisa dilakukan nanti setelah jam kerja kami," ucapnya.

Lebih lanjut, oknum yang tidak bertanggung jawab ini meminta agar targetnya mengirimkan foto payudara dengan cara dan kriteria yang telah ia tentukan.

"Untuk memantau gejala awal kanker payudara, silahkan foto dengan tata cara berikut," ucap si oknum.

Pemeriksaan kanker payudara, ia meminta kepada para targetnya mengambil foto payudara tanpa menggunakan bra.

"Foto dada dalam kondisi bebas, tanpa bra dan pakaian dari arah depan lurus dengan batas bawah 5 cm di bawah payudara dan batas atas sampai hidung, atau sampai rambut juga boleh," kata si oknum.

Tak tanggung-tanggung, kriteria foto payudara tersebut berdalih untuk mengukur simetris payudara si korban.

"Ini sekalian untuk mengukur simetris dan posisi dua payudara kiri kanan." ucapnya.

Tak hanya payudara, oknum juga meminta difotokan bagian miss V dengan dalih pemeriksaan kanker serviks.

Adapun untuk pemeriksaan gejala kanker serviks, oknum tersebut menakut-nakuti dengan kemandulan apabila tidak dilakukan pemeriksaan dini.

"Maupun untuk pemeriksaan gejala dini kanker serviks, yang mana kanker ini sangat menakutkan tapi sering diabaikan. Keterlambatan penanganan, biasanya dapat menyebabkan kemandulan bagi si ibu," ujarnya lagi.

Sementara untuk pemeriksaan gejala kanker serviks, korban diminta memotret bagian intim dari arah depan.

Posisi korban juga harus duduk dengan paha dibuka dan harus difoto dengan jarak dekat.

"Pengambilan foto untuk memeriksa gejala kanker serviks dilakukan dengan menfoto miss V dari arah depan. Kondisi kaki terbuka dari jarak dekat. Kemudian ambil lagi dengan posisi paha dibuka dan difoto dari lutut. Terima kasih, salam sehat selalu," tulisnya

Sontak saja, tangkapan layar pesan teks si oknum yang sudah tersebar di media sosial mengundang kegeraman dari warganet, terutama kaum wanita.

Mayoritas komentar warganet berpesan, siapa pun bisa menjadi korban foto bugil berdalih pemeriksaan kanker payudara dan serviks ini terutama bagi wanita.

"Orang awam yang paham kalau ga bisa mendiagnosa hanya dg foto pasti langsung paham kalo ini cuma modus baru. Tapi sebenernya masih banyak orang orang yang entah ga mau pikir panjang atau memang sepolos itu bisa dikibulin tetep percaya kaya beginian," komentar warganet di Twitter.

"Mengirim foto di luar jam kerja, like hah??? selain gawaras juga gajelas, emang ada" kelakuan kang sangean," komentar lainnya.

Warganet lainnya ada juga berpesan untuk semakin waspada agar tidak tetipu dengan aksi oknum tidak bertanggung jawab ini.

"Temen-teman jangan sampai ketipu ya ama WA begini, bilangin ke keluarga juga. Kalau mau periksa itu lewat USG dan rontgen," warganet berpesan.

Cara Mendeteksi Kanker Payudara dengan SADARI

Kanker payudara adalah kondisi ketika sel kanker terbentuk di jaringan payudara.

Keganasan pada jaringan payudara ini dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya.

Dokter Spesialis Bedah RS Brayat Minulya Surakarta, dr. Yudit Anastasia Sari, M. Biomed, Sp.B, menyampaikan kanker payudara termasuk penyakit mematikan yang patut diwaspadai.

Dia menyebut, berdasarkan laporan yang berkembang, kanker payudara menempati posisi kedua sebagai penyebab kematian akibat kanker pada wanita, setelah kanker paru-paru.

Angka kejadian kanker payudara bahkan menempati posisi tertinggi di antara kanker pada wanita, yakni 25 persen dari semua kanker.

“Sayangnya, 80 persen kasus kanker di Indonesia ditemukan dalam stadium lanjut, sehingga semakin sulit ditangani,” kata dr. Yudit seperti dikutip Serambinews.com dari Kompas.com Selasa (1/9/2020).

Oleh sebab itu, gejala kanker payudara harus bisa dideteksi sedini mungkin.

Cara melakukan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara

dr. Yudit mengatakan deteksi kanker payudara sebenarnya bisa dilakukan secara mandiri, yakni dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Berikut ini tata cara mendeteksi kanker payudara dengan SADARI:

1. Berdiri di depan cermin dan angkat tangan

Saat melakukan langkah ini, pastikan bahu lulur sejajar.

Setelah itu, letakan tangan pada pinggang.

Cermati kedua payudara apakah simetris atau tidak, adanya perubahan bentuk atau warna, permbengkakan dan atau perubahan pada puting.

Kelainan yang mungkin ditemukan adalah benjolan, kerutan, posisi puting tidak normal, struktur kulit, atau kemerahan.

2. Angkat kedua lengan di belakang kepala dan dorong siku ke depan

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada kelainan pada payudara.

Payudara yang normal, keduanya akan terangkat secara bersamaan.

3. Gunakan ujung jari dan tekan secara perlahan permukaan payudara

Rasakan apakah ada benjolan pada payudara atau tidak.

Raba setiap permukaan payudara dengan beberapa pola, seperti melingkar, kanan ke kiri, atas ke bawah, tengah ke samping atau hingga ketiak.

4. Peras puting dengan perlahan

Amati apakah ada cairan yang keluar atau tidak.

Cairan yang keluar biasanya berwarna putih, kuning atau darah.

Hal tersebut menunjukan payudara yang tidak normal.

5. Bungkukan badan dan lihat pada depan cermin

Amati dan raba apakah ada perubahan tertentu pada payudara Anda atau tidak.

6. Periksa payudara dengan keadaan berbaring

Beri bantalan pada sisi payudara yang akan diperiksa.

Letakan tangan pada belakang kepala.

Setelah itu, gunakan ujung jari untuk melakukan pemeriksaan.

“Secara garis besar, bila menemukan benjolan, perubahan warna atau tekstur kulit, dan keluar cairan dari puting ketika melakukan SADARI, segera berkonsultasi dengan dokter,” saran dr. Yudit.

Lakukan SADARI setiap bulan

Dia menjelaskan SADARI sebaiknya dapat dilakukan setiap bulan dimulai pada usia 20 tahun.

Pada wanita, SADARI bisa dilakukan 7-10 hari setelah hari pertama menstruasi.

Selain itu, bagi wanita usia 20-30 tahun penting juga untuk melakukan pemeriksaan klinis payudara ke dokter setiap 3 tahun dan mulai 40 tahun pemeriksaan klinis setiap setahun.

“Bagi wanita usia di atas 40 tahun, pemeriksaan awal mamografi dan atau USG 1 kali dan selanjutnya tiap tahun sangat disarankan untuk deteksi kanker payudara,” jelas dia.

Sementara, pada wanita berusia lebih dari 40 tahun dengan riwayat keluarga kanker payudara dan faktor risiko tinggi, skrining dapat dimulai lebih awal.

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/07/08/hati-hati-wanita-jadi-target-modus-baru-minta-foto-bagian-sensitif-berkedok-pemeriksaan-kanker

LihatTutupKomentar