Gelagat Bos Konter Sebelum Tewas Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Istri yang Hamil Tua Syok
Foto: Polres Tanggamus mengungkap kasus pembunuhan terhadap korban Dede Saputra (32) yang mayatnya ditemukan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon Kecamatan Pugung beberapa waktu lalu. (Tribun Lampung.co.id/Tri Yulianto)

Detik Kabar  - Pembunuh pria yang jasadnya ditemukan terbungkus plastik akhirnya ditangkap.

Pelaku tak lain adalah pacar sejenisnya.

Motif pembunuhan tersebut di latarbelakangi pelaku yang sakit hati.

Istri korban yang sedang hamil tua 8 bulan, histeris mengetahui suaminya telah menjadi mayat.

Ya, mayat sang suami yang bernama Dede Saputra (32) itu ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik dan badannya terikat.

Mayat korban ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Lampung, Senin (12/7/2021).

Korban Dede meninggalkan seorang istri hamil delapan bulan, yang dinikahinya sejak Oktober 2020.

Yang membuat istri korban syok adalah suaminya, Dede ternyata dibunuh oleh pacar sesama jenis dan juga mantan pacarnya, inisial BM (21) dan SA (33).

Hubungan terlarang itu telah dijalani Dede Saputra dengan BM sejak setahun lalu.

Sementara hubungan Dede dengan SA sudah berakhir sejak korban memutuskan menikah.

Kronologi pembunuhan

Ada dua orang yang menjadi dalang di balik tewasnya calon bapak ini.

Orang tersebut adalah BM alias Alan (21) warga Talang Padang dan SA (33) warga Kedondong, Pesawaran.

“Hasil diketahuinya identitas korban, kita bisa mengidentifikasi satu pelaku berinisial SA di Pesawaran,”

“Langsung dilakukan penangkapan, selanjutnya bisa ditangkap pelaku berikutnya BM,” tutur Kasatreskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora dikutip TribunnewsBogor.com dari TribunLampung, Jumat (16/7/2021).

Mulanya, BM bercerita kepada SA tentang rencana untuk menghabisi nyawa Dede Saputra. Lalu keduanya pun sepakat.

Kemudian, BM menjemput Dede Saputra di konter miliknya.

Di konter tersebut, BM dan Dede Saputra sempat melakukan hubungan badan sejenis

Setelah itu, BM dan SA menghabisi nyawa Dede Saputra.

"Setelah berhasil itu, maka dilakukanlah pembunuhan tersebut.”

“Tersangka BM menusuk dada korban dan tersangka SA memukul dengan batu," terang Ramon.

Setelah Dede dipastikan tewas, BM dan SA membungkus korban dengan plastik putih.

Selanjutnya, jasad Dede diangkut menggunakan motor miliknya.

Kemudian, jasad Dede dibuang di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon.

Gelagat Suami sebelum Dibunuh

Kepada Tribun Lampung, istri Dede ungkap kejanggalan suami sebelum tewas dibunuh.

Menurut Amriadi, kakak Dede, pihak keluarga tidak menyangka musibah yang terjadi.

Sebab sebelumnya tidak ada firasat dan tidak ada tanda-tanda.

"Kami berharap cepat terungkap saja. Kalau selama ini tidak ada firasat," kata Amriadi.

Ia mengaku, Dede selama ini tinggal dengan istri dan mertua di Pekon Tegal Binangun, Kecamatan Sumber Rejo.

Untuk aktivitas hariannya, Dede membuka konter ponsel Dede Cell di Gisting, dan mengajar di sekolah di Pekon Tegal Binangun, bersama istrinya.

Dan sebelum kejadian, yakni pada Minggu (6/7) malam pulang dari konter sekitar pukul 22.30 WIB, lalu rencananya mau menginap di rumah orang tuanya di Pekon Sukarame, Kecamatan Talang Padang.

Namun Dede tidak kunjung tiba di rumah orang tuanya, kemungkinan tidak jadi menginap.

Sampai akhirnya ada kabar dari kepolisian bahwa ada mayat dan diduga Dede.

Mengetahui kabar tersebut, istri korban yang sedang hamil tua itu sempat histeris dan nyaris pingsan.

Amriadi mengaku, barang milik Dede yang hilang berupa sepeda motor, ponsel dan tas kecil, kemungkinan berisi uang dan kartu-kartu identitas.

"Barang konter tidak ada yang hilang, cuma barang yang dibawanya saja," ujar Amriadi.

Istri korban dan keluarga mengaku tak menyangka kalau Dede dibunuh.

Pasalnya, Dede adalah sosok yang pendiam, mengalah dan dari kecil tidak pernah berkelahi.

Dulu dia pernah dibegal di Pesawaran dan semua barang diserahkan.

"Kalau setahu kami tidak ada musuh, sebab orangnya ngalahan, tapi tidak tahu juga ini," ujar Amriadi.

Pelaku Sakit hati

Polisi mengungkap alasan BM dan SA melakukan aksi nekat kepada Dede.

Perbuatan jahat ini rupanya didasari dengan rasa sakit hati.

Terungkap, Dede Saputra telah menjalin hubungan layaknya kekasihnya sejak 2020 dengan BM di belakang istrinya.

Sementara Dede menikahi sang istri Oktober 2020 dan kini sedang hamil usia 8 bulan.

Sementara SA merupakan mantan pacar Dede.

BM kesal lantaran Dede Saputra beberapa kali mengingkari janjinya.

Saat melakukan hubungan terlarang, Dede berjanji akan memberikan uang Rp 700 ribu, tapi hanya memberi Rp 300 ribu.

"Kesel dengan dia sebab tidak sesuai dengan perjanjiannya," ujar BM di Mapolres Tanggamus.

Awal penemuan mayat

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Sutejo (65), penggarap kebun karet.

Ia saat itu berencana mengambil air untuk menyiram tanaman cabai.

Ketika itulah ia melihat ada bungkusan plastik ikan mengapung di dalam lubang.

Mayat pria tanpa identitas yang terbungkus plastik ditemukan di dalam lubang penampungan air Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021).

Lokasinya sekitar 70 meter dari permukiman warga.

Karena curiga, Sutejo memanggil Eeng (40), Kadus Dusun Jarak, Pekon Tiuh Memon.

Ternyata di dalam plastik tersebut terdapat jasad manusia. Okta menambahkan, di sekitar lokasi ditemukan tetesan darah.

Kuat dugaan, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Kondisi mayat saat ditemukan terlipat seperti janin dalam kandungan atau fetus.

Tubuh mayat itu terbalut plastik transparan dua lapis dan terikat.

Hasil identifikasi polisi

Polisi akhirnya mengetahui identitas mayat pria yang ditemukan di Dusun Pagar Jarak, Pekon Tiuh Memon, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Senin (12/7/2021) pagi.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus Inspektur Satu Ramon Zamora, pria tersebut teridentifikasi bernama Dede (32), warga Kebon Kelapa, Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

"Dari hasil pemeriksaan Inafis, alhamdulillah berhasil diidentifikasi, korban bernama Dede, warga Kebon Kelapa, Talang Padang," kata Ramon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

Ramon menjelaskan, Dede diketahui sebagai pemilik konter ponsel di wilayah Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Ramon menjelaskan, hasil identifikasi korban sudah disesuaikan dengan keluarga korban dan hasilnya cocok.

"Kami juga memanggil keluarga korban untuk memastikan kebenaran. Sehingga didapatkan identitas lengkapnya," ujar Ramon.

Sebab, pria tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.

Pasalnya, ada 19 luka pada mayat tersebut.

Menurut Kapolsek Pugung Inspektur Dua Okta Devi, berdasarkan pemeriksaan, pada tubuh korban ditemukan 19 luka, mulai dari luka tusukan, bacokan, sobek, dan lecet.

"Pada dada korban, ada satu luka bacok, lalu di kening sebelah kiri. Luka lecet di bahu sebelah kiri, luka sobek di tangan sebelah kiri," kata Okta, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya.

"Dilihat dari luka-luka korban, diduga merupakan korban pembunuhan," pungkasnya.

(TribunBogor/TribunLampung)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Gelagat Suami Sebelum Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Istri Hamil Tua Syok Lihat Mayat Dibungkus Plastik

LihatTutupKomentar