Petaka Anjing Tetangga Bikin Bocah 10 Tahun Hilang Nyawa
Foto: Ilustrasi mayat (Dok detikcom)

Detik Kabar, Jakarta - Petaka menimpa bocah berusia 10 tahun berinisial RA di Medan Tuntungan, Medan. RA meninggal dunia usai digigit anjing milik tetangganya.

Keluarga Lapor Polisi

Pihak keluarga menempuh jalur hukum atas kejadian tersebut. Kasus RA tewas digigit anjing milik tetangga dilaporkan ke polisi.

Hal itu disampaikan oleh pengacara keluarga korban, Oki Adriansyah. Laporan itu bernomor STTLP/54/VI/2021/SPKT/Sektor Medan Tuntungan pada 11 Juni 2021.

"Laporannya ke Polsek, sekarang perkaranya sudah dilimpahkan ke Polrestabes," kata Oki kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Kronologi

Oki menceritakan kronologi RA digigit anjing. Oki mengatakan RA digigit di paha bagian atas saat hendak pulang ke rumahnya.

"Dia digigit saat pulang ke rumah pada Kamis (10/6) sekitar pukul 15.00 WIB. Dia itu nggak langsung pulang setelah digigit, sempat bermain dulu, baru setelah pulang dia cerita sama kakeknya yang ada di rumah," ucap Oki.

"Di pahanya ada dua lubang yang sempat mengeluarkan darah dan udah membiru," imbuhnya.

Oki mengatakan RA sempat dibawa ke bidan untuk disuntik tetanus. Keluarga korban juga sudah mendatangi rumah pemilik anjing untuk melayangkan protes.

"Karena dinilai tidak ada itikad baik, maka dibuat laporan ke polisi," ucap Oki.

Oki mengatakan RA sempat lupa dengan segala hal setelah digigit anjing itu. Dia mengatakan anak tersebut sempat mengalami lupa ingatan.

"Dia lupa ingatan gitu, sempat bertingkah aneh juga. Kemudian pada Minggu (13/6), dia meninggal dunia," jelasnya.

Oki menjelaskan, pihaknya saat ini menunggu proses hukum yang dilakukan polisi. Dia berharap kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat.

"Tadi saya dapat informasi saksinya udah ada, jadi tinggal nunggu proses hukum aja," paparnya.

Ibu Korban Buka Suara

Ibu RA, Lili, menceritakan penyebab anaknya digigit anjing. Dia menduga anjing itu ke luar saat pemiliknya membeli air minum sehingga pagarnya terbuka.

"Pagarnya terbuka, saat anak lewat, anjingnya menggigit, lukanya di paha kanan bagian atas," ucap Lili kepada wartawan Rabu (16/6/2021).

Setelah digigit anjing, Lili membawa anaknya ke bidan untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena RA belum sembuh, Lili kemudian kembali mencari obat untuk anaknya itu.

"Hari Jumat kita pergi ke Rumah Sakit Adam Malik untuk mencari vaksin itu, ternyata di sana kosong. Rumah Sakit Adam Malik menunjukkan coba mencari ke klinik Bestari ke Petisah, ternyata di sana juga kosong, dari sana kita disuruh cari lagi ke klinik lain mana tahu ada, kita cari, dan ternyata di semua klinik tidak ada," ucap Lili.

"Terus hari Sabtu, kita coba cari ke klinik Tuntungan, ternyata kosong. Klinik Tuntungan meminta kita mencari ke apotek-apotek. Kita cari ke semua apotek ternyata kosong, cuma ada satu apotek, yaitu Kimia Farma. Kita beli udah dua kali," imbuhnya.

Setelah kembali disuntik obat, kata Lili, anaknya tidak juga sembuh. Lili mengatakan badannya panas hingga linglung sebelum akhirnya meninggal.

"Hari Sabtu panasnya naik turun, terus dia mulai menunjukkan, menjulurkan lidahnya, sudah seperti anjing gitu. Kepanasan, tidur aja, nggak mau makan, asal makan muntah, liurnya keluar, jalan pun udah nggak bisa seperti lumpuh," jelasnya.

Tanggapan Pihak Kelurahan

Lurah Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Wandro Malau, mengatakan pihaknya akan melakukan penyuntikan vaksin rabies kepada anjing milik warga yang ada di wilayahnya. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa serupa.

"Sedang didata, nanti akan diberi suntik vaksin rabies. Tidak ada yang ternak (anjing), hanya memiliki beberapa ekor sebagai peliharaan," jelas Wandro.

Bobby Geram Puskesmas Tak Miliki Vaksin Rabies

Wali Kota Medan Bobby Nasution berjanji bakal menyediakan vaksin rabies usai insiden bocah tewas digigit anjing. Bobby awalnya menyoroti soal obat-obatan yang ada di puskesmas.

"Ini yang saya sampaikan juga, kita di Kota Medan masalah kesehatan, yang di punya kita sendiri, di rumah sakit kita sendiri, puskesmas kita sendiri, ini kalau belanja obat-obatan dan segala macam harus dilihat juga jangan asal belanja, yang nggak jelas-nggak jelas," sebut Bobby.

Bobby menuturkan membeli obat-obat secara serampangan membuat rugi pemerintah yang telah mengeluarkan anggaran. Obat-obat tersebut akhirnya tidak terpakai karena sudah kedaluwarsa.

"Ini mungkin nanti beberapa waktu ke depan seperti obat-obatan itu, janganlah yang nggak perlu akhirnya ini ada pemusnahan obat-obatan, yang sudah kita beli tidak terpakai dan ini mau dimusnahkan dalam waktu dekat, ini kan mubazir ya," ujar Bobby.

Bobby Nasution menilai seharusnya obat seperti vaksin rabies ini disediakan. Pemerintah pasti memiliki data wilayah-wilayah yang rawan terserang rabies.

"Nah ini contoh tadi kami bilang vaksin untuk rabies harusnya bisa disediakan apalagi di puskesmas yang kita tahu di wilayah kita sudah jelas ya ada yang mungkin di mana letak yang kira-kira banyak yang ada pemeliharaan anjing atau anjing liar dan segala macam. Nah ini haruslah puskesmasnya jeli melihat itu. Jadi masyarakat nggak bingung lagi mencari di mana," ucap Bobby.


Sumber: https://news.detik.com/berita/d-5608933/petaka-anjing-tetangga-bikin-bocah-10-tahun-hilang-nyawa?tag_from=wpm_nhl_9

LihatTutupKomentar