Nelayan Tewas Terkena Bom Ikan, Perahu Hancur
Foto: Dok Saiful

Detik Kabar - Perahu yang ditumpangi Sudirman dan Asmansur warga Teluk Nibung, Pulau Banyak, Aceh Singkil, hancur terkena bom ikan di kawan Ujung Batu, Minggu (6/6/2021) 

SINGKIL - Sudirman (40), nelayan asal Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, meninggal setelah terkena ledakan bom ikan yang dibawanya ke dalam perahu di di perairan kawasan Ujung Batu, Minggu (6/6/2021).  Sudirman mengalami luka parah di sekujur tubuh, sedangkan seorang temannya hanya luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, Sudirman terkena bom ikan bersama rekannya, Asmansur (23) saat berada di atas perahu.

Bom ikan yang meledak mengenai perahu hingga hancur. Ledakan bom ini turut mengenai Sudirman dan Asmansur, sesama warga Teluk Nibung itu.

Dalam peristiwa itu, Sudirman mengalami luka berat. Dia akhirnya meninggal sesaat setelah dibawa ke rumahnya di Teluk Nibung. Sedangkan Asmansur selamat dari ledakan bom meskipun mengalami luka-luka.

Kepala Dinas Perikanan Aceh Singkil, Saiful Umar, Senin (7/6/2021), mengatakan, korban melakukan pengeboman ikan sendiri. "Yang ngebom ikan pelaku itu sendiri. Dia luka parah," kata Saiful Umar.

Informasi yang diperoleh Serambi, kedua nelayan itu berangkat melaut, Minggu (6/6/2021) pukul 08.00 WIB. Sekitar sejam kemudian sampai di Ujung Batu, yang berdekatan dengan tempat tinggalnya di Teluk Nibung. Diduga saat mulai beroperasi, bom ikan yang dibawanya meledak hingga menghancurkan perahu yang ditumpanginya.

Dalam kondisi kritis keduanya berhasil diselamatkan nelayan lain. Lalu, dibawa ke rumahnya.  Sayang, hanya dalam hitungan jam, Sudirman meninggal dunia kendati telah mendapat pertolongan medis. Sedangkan Asmansur selamat dalam musibah tersebut.

Bom ikan merupakan cara menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Praktiknya bom dibakar sumbunya lalu dilempar ke dalam laut, sehingga ikan yang ada di sekitarnya mati terkena ledakan. Makin besar bom diledakkan, maka radius yang terdampak semakin luas.

Setelah ikan mati, nelayan tinggal mengumpulnya. Biasanya nelayan menjatuhkan bom ikan di lokasi yang terlihat gerombolan ikan. Adapun bahan pembuat bom ikan umumnya menggunakan pupuk amoniak. Lalu dicampur dengan bahan peledak, solar, dan black powder.  Pupuk amoniak dicampur solar  dikeringkan dan dimasukkan ke dalam botol. Kemudian diberi detonator sebagai sumbu yang dibakar. Ada juga yang membuat bom ikan dengan bahan peledak yang dirakit tapi berbahan mesiu.

Pemboman ikan sangat berbahaya, sebab merusak terumbu karang, membunuh anak ikan dan mengancam keselamatan pelaku seperti terjadi pada dua nelayan Teluk Nibung, Pulau Banyak, Aceh Singkil. Nelayan kerap ikut jadi korban, biasanya lantaran sumbu yang dibakar sebagai pemicu bom terlalu pendek. Sehingga sebelum menjauh dari lokasi bom yang dijatuhkan keburu meledak. Itu sebab pemerintah melarang menangkap ikan menggunakan bahan peledak yang lebih dikenal dengan sebutan bom ikan. Larangan ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. 

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/06/08/nelayan-tewas-terkena-bom-ikan-perahu-hancur

LihatTutupKomentar