Mabuk Berat Usai Pesta, Anggota Marinir Pukuli 2 Polisi
Foto: Anggot Korps Marinir Amerika Serikat (US Marine Corps). (walmart.com)

Detik Kabar – Seorang orang mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (US Marine Corps), Trevor Reed, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara usai menyerang dua polisi Rusia. Mantan anggota satuan elite militer Amerika itu sudah hampir dua tahun mendekam di balik jeruji besi Negeri Beruang Merah.

Reed ditangkap polisi Rusia pada musim panas 2019 di Moskow, dalam kondisi mabuk saat keduanya larut dalam persta. Keduanya lalu dibawa ke kantor polisi diinterogasi oleh anggota intelijen Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).

Saat itu lah, Reed yang masih mabuk berat malah menyerang dua orang polisi. Akibatnya, Reed harus menerima hukuman berat. 

Hampir dua tahun menjalani hukuman penjara jauh dari negaranya, Reed dan Whelan boleh bersenang hati. Sebab, kemungkinan besar keduanya bisa dipulangkan menyusul rencana pertemuan Presiden AS, Joe Biden, dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, pekan depan


Biden dan Putin dijadwalkan bakal bertatap muka di Jenewa, Swiss. Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari ABC News, Putin bersedia membebaskan Reed, dan menukarnya dengan warga negara Rusia yang ditahan di AS.

Joey dan Paula, orang tua Reed, berharap besar kepada Biden agar bisa memulangkan sang putra. Menurut Paula, ibu kandung Reed, suaminya, Joey, sudah berjuang mati-matian selama lebih dari setahun untuk bisa membebaskan Reed.

Joey bahkan sampai datang ke Rusia, tinggal sendirian di Moskow selama badai pandemi Virus Corona (COVID-19) mengguncang dunia. 

"Ada begitu banyak malam sehingga Anda tidak tidur dan anda berpikir terus-menerus, hampir 24 jam sehari untuk mengerjakan kasus Trevor. Karena perbedaan waktu, dia harus berkomunikasi dengan pengacara pada jam malam yang aneh," ujar Paula.


Foto: New York Times

"Ini benar-benar sangat berat bagi keluarga kami, untuk Joey, saya sendiri, dan saudara perempuannya. Tapi jelas, ini lebih berat untul Trevor," katanya.

Selain Reed, mantan anggota Marinir AS lain yang juga mendekam di penjara Rusia adalah Paul Whelan. Whelan ditangkap otoritas keamanan Rusia karena tuduhan melakukan aksi spionase, Desember 2018 silam. Whelan dijatuhi hukuman 16 tahun penjara yang notabene jauh lebih berat daripada Reed.

Pihak Rusia mengindikasikan siap menukar Reed dan Whelan, dengan dua orang warga negaranya yang ditahan AS. Dua warga negara Rusia yang ditahan AS adalah Viktor Bout, pedagang senjata yang dijuluki "Pedagang Kematian", dan Konstantin Yaroshenko, pilot Rusia yang terlibat penyelundupan narkotika. 


Sumber: https://www.viva.co.id/militer/militer-dunia/1380028-mabuk-berat-usai-pesta-anggota-marinir-pukuli-2-polisi?utm_source=section=terpopuler&utm_medium=articles&utm_campaign=Terpopuler

LihatTutupKomentar