Luar Biasa! Ini Manfaat Daun Bidara untuk Kesehatan, juga Dianjurkan dalam Al-Quran dan Hadis


Foto: manfaat dan khasiat daun bidara 

Detik Kabar - Tanaman Ziziphus Mauritiana Lamk atau daun bidara merupakan salah satu tanaman yang disebutkan dalam Al-Quran juga dalam hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.

Dalam Al-Quran daun bidara disebutkan sebagai tanaman sidr, hal ini disebutkan dalam surah As-Saba ayat 16 yang artinya:

“Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr”.

Dalam beberapa hadist Nabi Muhammad SAW disebutkan beberapa anjuran penggunaan daun bidara dalam beberapa hal diantaranya dalam HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939, sebagaimana dikutip dari Jurnal Ilmu Kedokteran Islam, Universitas Sumatera Utara Senin (21/6/2021) berikut ini:

Yang artinya: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barud (wewangian).

Dari firman dan hadist tersebut tersirat bahwa daun bidara memiliki manfaat-manfaat tertentu.

Sementara dalam beberapa penelitian disebutkan beberapa manfaat daun bidara diantaranya sebagai antimikroba, antikanker, antidibetik hingga inflamasi.

Berikut ini Serambinews.com rangkum lima manfaat daun bidara untuk kesehatan seperti dikutip dari Jurnal Pandu Husada dengan nomor terbit e-ISSN 27160254 ditulis oleh Maulana Siregar, Divisi Ilmu Kedokteran Islam, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, No. 1 Vol. 2 Bulan April Tahun 2020 :

1. Analgetik, Antipiretik dan Antiinflamasi

Khasiat sebagai analgetika antipiretik daun bidara akibat kandungan plavanoid yang bekerja melalui dua
mekanisme dalam mengambat faktor peradangan.

Mekanisme pertama dengan menghambat enzim siklooksigenase yang mengakibatkan pembentukan prostaglandin sebagai salah satu mediator timbulnya nyeri dan demam tidak terjadi.

Mekanisme kedua dengan hambatan terhadap degranulasi netrofil yang berakibat penghambatan pelepasan sitokin, radikal bebas serta enzim yang berperan pada proses inflamasi.

2. Anti Kanker

Penelitian terhadap fraksi nheksana dan etanol daun bidara menemukan adanya senyawa alkaloid,
saponin, triterpenoid dan steroid yang memiliki efek sitotoksik sebagai antikanker.

Simana diketahui bahwa senyawa-senyawa tersebut menghasilkan senyawa reduksi yang dikenal dengan nama kuersetin.

Kuersetin yang tergolong antioksidan ini memiliki aktivitas terhadap reseptor proto-onkogen proteintirosin
kinase dan uridin 5-monofosfat sintase.

Sebagai reseptor obat-obatan antikaner yang pada akhirnya dapat melakukan inhibisi terhadap DNA topoisomerase pada sel kanker yang berakibat penghambatan pertumbuhan sel kanker.

3. Anti Depresan

Khasiat sebagai antidepresan pada daun bidara akibat kandungan alkaloid dan plavanoid yang mampu
menghambat kerja dari mono-aminoksidase.

Sehingga, dapat  menghambat degradasi neurotransmiter syaraf pusat seperti serotonin dan katekolamin yang efeknya pada otak menimbulkan potensi stimulasi susunan saraf pusat yang menghambat terjadinya depresi.

4. Anti Oksidan

Ekstrak daun bidara memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, hal ini berkat kandungan plavanoid yang terkandung di dalamnya.

Plavanoid merupakan senyawa pereduksi yang dapat menghambat banyak reaksi oksidasi dengan cara mentransfer senyawa elektron pada senyawa radikal bebas sehingga senyawa radikal bebas menjadi stabil dan tidak terjadi reaksi oksidasi.

5. Anti Diabetik

Aktivitas antidiabetik ekstrak daun bidara diperoleh melalui mekanisme penghambatan enzim-enzim pemecah karbohidrat menjadi glukosa yang terdapat di saluran cerna, dua golongan enzim yang dihambat ialah α-Amilase dan α- Glukosidase.

Golongan enzim αAmilase diproduksi oleh kelenjar saliva dan pankreas yang fungsi utamanya
adalah memecah amilum (amilase saliva) dan memecah glikogen (amilase pankreas).

Penghambatan aktivitasnya akan menghambat pemecahan karbohidrat di saluran cerna dan dalam tubuh serhingga mempengaruhi ketersedian glukosa dalam plasma darah.

Golongan α- Glukosidase didalamnya terdapat maltase, isomaltase, glukomaltase, dan sukrase memiliki fungsi menghidrolisis oligosakarida yang masuk ke usus halus sehingga apabila dihambat akan mempengaruhi pencernaan karbohidrat dan absorbsinya sehingga dapat mencegah peningkatan kadar glukosa darah setelah makan. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/06/21/luar-biasa-ini-manfaat-daun-bidara-untuk-kesehatan-juga-dianjurkan-dalam-al-quran-dan-hadis

LihatTutupKomentar