Lima Anak jadi Yatim Piatu, Ibu Ayah Meninggal Karena Covid-19 sampai Beri Amanah Sebelum Meninggal
Foto: Melansir dari Berita Harian, Selasa (8/6/2021) Muhammad Haidir tidak menyangka pesan melalui video call tersebut merupakan pesan terakhir ibu kepadanya. (Berita Harian)

Detik Kabar, PORT DICKSON - Muhammad Haidir Rodzi (23) teringat pesan terakhir ibunya untuk menjaga adik-adik sebelum dirawat secara intensif di rumah sakit akibat terpapar Covid-19.

Melansir dari Berita Harian, Selasa (8/6/2021) Muhammad Haidir tidak menyangka pesan melalui video call tersebut merupakan pesan terakhir ibu kepadanya.

Sebagai anak sulung, ia mengambil alih tanggung jawab mengasuh adik-adik setelah kedua orang tuanya meninggal setelah terpapar Covid-19.

Ujian berat bagi kelima bersaudara itu ketika ayah mereka, Rodzi Tahar (55) juga mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Tampin pada 31 Mei 2021 sementara ibunya, Nazita Idris (45), meninggal enam hari kemudian di Rumah Sakit Tuanku Ja'afar (HTJ) Malaysia.

"Kami merasa sedih tapi harus ridha dengan ketentuan Tuhan atas meninggalnya orang tua kami tercinta. Yang paling menyedihkan adalah ketika kami sekeluarga tidak bisa mencium jenazah orang tua kami untuk terakhir kalinya, tapi doa dan kenangan selalu ada untuk mereka," ujarnya.

Muhammad Haidir bersama keempat saudaranya, Muhammad Hairie Rodzi (20) Nurhairieka Rodzi (18) Muhammad Haiqiel Rodzi (13) dan Muhammad Khierzamani Rodzi yang berusia tujuh tahun saat ini tinggal di rumah duka ayah mereka di Bandar Sunggala, Port Dickson.

Berbagi lebih lanjut, Muhammad Haidir mengatakan ayahnya mengalami demam biasa pada 26 Mei dan memutuskan untuk menjalani tes skrining di Rumah Sakit Port Dickson pada 29 Mei sebelum dikonfirmasi positif pada hari berikutnya dan dikirim ke Rumah Sakit Tampin.

Namun, keluarga mereka menerima kabar duka ketika dokter memastikan bahwa ayahnya meninggal dunia pada pukul 4.30 pagi keesokan harinya.

“Yang paling menyedihkan adalah ketika almarhum ayah saya tidak sempat meninggalkan pesan untuk kami setelah dirawat di rumah sakit.

Ayah saya memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit ginjal, sedangkan ibu saya memiliki tekanan darah tinggi.

Kami tidak tahu dari mana penyebab infeksi itu dan tidak tahu kontak dekat dari siapa," ujarnya.

Muhammad Haidir mengatakan, almarhum ibunya menjalani tes pada 30 Mei setelah mengalami gejala seperti demam dan batuk dan dipastikan positif Covid-19.

Dia mengatakan saudara kandungnya juga ditemukan positif COVID-19 dan menjalani karantina di rumah, namun tidak mengalami gejala yang parah dan sekarang telah pulih dari infeksi.

Mencontohkan kisah keluarganya, Muhammad Haidir mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi anjuran pemerintah dan tidak meremehkan penyebaran Covid-19 yang dapat merenggut nyawa orang-orang terkasih. (Serambinews.com/Syamsul Azman)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/06/10/lima-anak-jadi-yatim-piatu-ibu-ayah-meninggal-karena-covid-19-sampai-beri-amanah-sebelum

LihatTutupKomentar