Ketagihan Pakai Softlens sampai Infeksi, Mata Seorang Gadis Dikorek Sampai Alami Buta Sementara
Foto: Pengalaman berharga ini diunggah oleh pengguna TikTok @nanameyy pada hari Kamis (3/6/2021). (TikTok / @ nanameyy)

Detik Kabar - Seorang gadis ketagihan memakai softlens sampai mata infeksi, membuat dirinya merasa kesakitan yang sangat.

Pengalaman berharga tentang dampak pakai softlens mata ini diunggah oleh pengguna TikTok @nanameyy pada hari Kamis (3/6/2021).

"Semoga dijadikan pelajaran untuk semuanya," tulisnya pada postingan.

Sampai hari ini, Jumat (4/6/2021) videonya telah disaksikan hampir 800 ribu tayangan dan mendapat perhatian dari pengguna medsos, sebab ia menceritakan awalnya sangat senang dan ketagihan memakai softlens sehingga matanya bermasalah.

Pada video TikTok yang ia unggah, juga memperlihatkan perbandingan matanya sesaat sebelum infeksi dan telah terjadi infeksi.

"Ya Allah sakit ya Allah, Ya Allah sangat sakit mata dikorek untuk dikeluarkan cairan yang ada di mata, sampai berdarah, sekarang saya tidak bisa melihat apa-apa lagi, karena telah dimasukkan obat.

Aku merasa seperti kehilangan mata, buta untuk sementara, semua terjadi karena infeksi kuman," demikian tulisnya pada postingan.

Memakai softlens menjadi tren bagi anak muda, karena terlihat lebih menawan dan menarik perhatian.

Kerap, anak muda bagi kaum perempuan umumnya yang sering menggunakan softlens, untuk menghadiri berbagai acara maupun untuk pemakaian sehari-hari.

Namun, dibalik mempesona demikian, ternyata ada bahaya yang mengintai, mata bisa mengalami infeksi dan bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Hal demikian yang dialami pengguna TikTok berasal dari Malaysia ini.

Pengguna TikTok bernama Nana, membagikan momen saat matanya dilakukan operasi, dengan dikorek mengeluarkan cairan sampai tidak bisa melihat untuk sementara setelah diobati.

Ia menyebut memang suka memakai softlens, baik untuk sehari-hari dan pada berbagai acara.

Ketagihannya membuat mata mengalami infeksi, sehingga terjadilah pembengkakan mata sampai pandangan menjadi kabur.

Melansir dari healthkompas.com (22/9/2020) Berikut ini adalah beragam risiko dan efek samping penggunaan lensa kontak.

Mata kering

Lapisan air mata, baik secara kuantitas maupun kualitas, sangat penting dalam menjaga dan mempertahankan integritas serta kesehatan mata.

Fungsi air mata antara lain untuk membersihkan debu atau kotoran yang masuk ke mata, sebagai pelumas agar mata tidak kering dan terasa nyaman.

Selain itu, air mata diperlukan untuk memberikan suplai oksigen, nutrisi, serta antibodi yang merupakan daya pertahanan terhadap infeksi.

Hypoxia (kekurangan oksigen)

Tak hanya dapat memengaruhi lapisan air mata, lensa kontak juga bisa mengganggu kornea.

Karena lensa kontak berada langsung di mata dan menutupi seluruh kornea, jumlah oksigen yang mencapai mata bisa berkurang.

Padahal pasokan oksigen yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. 
Tak hanya itu, jika lensa kontak dipakai terlalu lama, apalagi sampai dibawa tidur, bukan tidak mungkin hal tersebut akan menimbulkan kerusakan sel permukaan kornea, timbul pembuluh darah baru, kornea lebih tipis, serta sensitivitas menurun.

Sebabkan trauma

Trauma yang mungkin terjadi saat proses pemasangan atau pelepasan lensa kontak, meskipun kecil, tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan infeksi oleh kuman yang selalu ada pada permukaan mata.

Reaksi alergi

Reaksi alergi dapat diakibatkan oleh bahan kimia yang terkandung dalam cairan lensa kontak. Jika terpapar zat asing tersebut, mata bisa menjadi merah bengkak, gatal, berair, dan terasa perih.

Reflek kornea berkurang

Menggunakan lensa kontak dapat menyebabkan refleks kornea mata berkurang. 
Refleks kornea adalah mekanisme pelindung mata di mana otak memberi sinyal kelopak mata untuk turun untuk melindungi mata setiap kali tekanan sekecil apa pun diterapkan ke kornea.

Refleks kornea memastikan bahwa seseorang menutup mata jika sesuatu dapat menyebabkan trauma langsung, seperti benda terbang yang menghampiri mata atau ancaman lainnya.

Ketika Anda menggunakan lensa kontak secara konstan, Anda mengajari tubuh untuk mengabaikan refleks kornea alami.

Hal ini dapat menumpulkan respons mata terhadap refleks kornea, yang dapat menyebabkan kerusakan mata jika Anda tidak dapat menutup mata dengan cukup cepat jika terjadi bahaya.

Gangguan terhadap otot kelopak mata

Penggunaan lensa kontak juga berisiko memengaruhi kondisi kelopak mata.

Salah satunya, yakni gangguan terhadap otot kelopak mata, di mana penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kelopak atas terkesan lebih rendah dan mata tampak mengecil (pseudoptosis).

Konjungtivitis kronis

Gesekan yang terus menerus antara selaput bagian dalam kelopak mata bagian atas dengan lensa kontak (baik lunak maupun keras) dapat menimbulkan konjungtivitis kronis yang disebut giant papillary conjunctivitis (GPC).

Seperti diketahui, lensa kontak dapat menyediakan lingkungan lembab yang bertindak sebagai tempat berkembang biak potensial bagi mikroorganisme seperti virus dan bakteri.

Penyakit ptosis

Ptosis adalah suatu kondisi di mana kelopak mata mulai mengeluarkan “air liur” dan individu yang terkena tidak dapat membuka mata sepenuhnya.

Jika Anda menggunakan lensa kontak, lensa kontak dapat berpindah ke jaringan kelopak mata yang menyebabkan jaringan parut dan kontraksi, yang selanjutnya mengarah pada penarikan kelopak mata.

Hal ini terutama berlaku untuk pengguna lensa kontak yang keras karena kelopak mata diregangkan berulang kali selama melepas lensa.

Beralih ke lensa kontak lunak adalah ide yang bagus. (Serambinews.com/Syamsul Azman)



Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/06/05/ketagihan-pakai-softlens-sampai-infeksi-mata-seorang-gadis-dikorek-sampai-alami-buta-sementara

LihatTutupKomentar