Ayahnya Ditahan Karena Kasus Konflik Antarnelayan, Bocah SD Ini Surati Hakim: “Ayahku Orang Baik”


Foto: Sidang Pembacaan Pendapat JPU atas Eksepsi Pokmaswas, beberapa waktu lalu. 

Detik Kabar, SINABANG - Seorang bocah SD di Desa Air Pinang, Kabupaten Simeulue menyurati Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sinabang, meminta agar ayahnya dibebaskan dari penjara.

Surat ini pun dibacakan di depan sidang perkara dugaan penganiayaan nelayan pengguna Kompresor oleh anggota Pokmaswas Air Pinang, pada Senin 21/6/2021), yang mengundang simpati pengunjung sidang  di PN Sinabang.

Begini isi surat yang ditulis sendiri oleh Zainal yang berusia 10 tahun, kepada majelis hakim yang menggelar sidang dengan agenda pembacaan Pledoi 5 terdakwa, yang salah satunya adalah ayah Zainal bernama Aliadin.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dengan segala Hormat.

Pak Hakim, sejak ayah tidak di rumah, Alhamdulillah Zainal masih selalu shalat dan mengaji seperti yang di ajarkan ayah dulu. Tapi sekarang saya tidak pergi shalat shubuh berjamaah di mesjid lagi seperti biasanya. Walaupun mamak tetap membangunkan saya, tapi saya tidak berani pergi ke mesjid diwaktu shubuh karena masih gelap dan takut pergi sendiri.

Pak Hakim, seperti anak-anak yang lain saya ingin bersama-sama dengan ayah lagi, saya rindu kehadiran ayah seperti dulu, Zainal rindu ayah. Zainal ingin pergi shalat shubuh berjamaah lagi dengan ayah. Zainal juga rindu suara adzan ayah di Mesjid.

Pak hakim, saya tidak tau apa salah ayah sehingga belum bisa pulang. Kata mamak, Pak Hakim belum kasih ayah pulang, insya allah Idul Adha nanti Pak Hakim sudah izinkan ayah lebaran bersama kita lagi, itu kara mamak. Zainal berjanji, asalkan ayah bisa pulang saya tidak akan meminta ayah dibelikan baju lebaran.

Pak Hakim, Ayahku adalah orang baik. Ayah tidak pernah memarahi atau memukul zainal dan kak Azizah. Ayah selalu menyayangi kami berdua dan mengajarkan yang baik-baik.

Ayah selalu membimbing saya mengaji dan shalat, mengajarkan sopan santun dan berbakti kepada orang tua. Lalu kenapa pak hakim tidak kasih ayah saya pulang?

Ayah setiap hari kelaut, kecuali hari Jumat. Saya ingat, kata ayah untuk belanja dirumah dan untuk sekolah kami semua dari hasil kelaut dengan resiko panas, hujan dan badai.

Ayah selalu berpesan agar Zainal belajar yang baik di sekolah, jangan melawan guru dan jangan berkelahi selama ayah pergi kelaut karena semua yang ayah lakukan semuanya demi masa depan kami.

Setelah pulang kerumah, walaupun masih capek ayah masih sempat mengajar Zainal mengaji dan pergi shalat berjamaah ke mesjid. Pak hakim, ayah saya baik kan?

Pak Hakim, setiap pagi saya selalu membayangkan ayah sudah pulang kerumah dan langsung memelukku dan menciumku juga. Pulangkanlah ayah ke rumah. saya rindu sekali. Kami semua rindu ayah.

"Pak Hakim, tolong kasih ayah saya pulang," pinta Zainal.(*)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/06/22/ayahnya-ditahan-karena-kasus-konflik-antarnelayan-bocah-sd-ini-surati-hakim-ayahku-orang-baik

LihatTutupKomentar