Utang Puasa Bayar Lebih Dulu Baru Tunaikan Puasa Syawal, Ini Alasannya


Foto: Ilustrasi Puasa 

Sebaiknya puasa syawal atau membayar qadha puasa terlebih dahulu kerap kali menjadi pertanyaan.

Detik Kabar  - Puasa Ramadhan telah usia. Adakah puasa yang tertinggal dan wajib dibayar.

Maka itu sebaiknnya dahulukan yang utang barulah menunaikan yang sunat.

Bayar utang puasa Ramadhan dulu baru tunaikan puasa Syawal, ini alasannya, jangan terbalik.

Mana yang benar qadha puasa atau puasa Syawal dulu?

Sebaiknya puasa syawal atau membayar qadha puasa terlebih dahulu kerap kali menjadi pertanyaan.

Simak penjelasan lengkap Ustaz Abdul Somad berikut ini.

Puasa syawal menjadi salah satu puasa sunnah yang memiliki banyak keutamaan.

Salah satunya adalah mendapat pahala setara dengan satu tahun berpuasa sebagaimana yang disampaikan dalam hadits Rasulullah saw sebagai berikut:

"Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun." (HR. Muslim no. 1164).

Mengutip dari TribunSumsel, Puasa Qadha Atau Syawal Dulu? Berikut Tata Cara dan Hukumnya Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS), cara pengerjaan puasa sunnah ini sama dengan puasa pada umumnya, yang berbeda hanya pada niat dan waktunya.

Berikut tata cara puasa syawal:

1. Membaca niat puasa sunnah di bulan syawal

2. Makan sahur sebelum azan Subuh (Tapi meskipun tidak makan sahur, puasa seseorang tersebut tetap dianggap sah karena hukum makan sahur adalah Sunnah)

3. Menahan lapar, dahaga, dan menahan diri dari godaan hawa nafsu Setelah berniat puasa Syawal dan makan sahur hingga waktu Maghrib tiba.

4. Berbuka puasa Setelah seharian berpuasa (setiap Muslim wajib menyegerakan untuk berbuka puasa guna membatalkan puasanya). 

Pertanyaan yang banyak ditanyakan terkait puasa sunnah di bulan syawal adalah apakah lebih baik melakukan qhada puasa ramadhan atau puasa syawal dahulu?

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya, yang paling afdhol adalah ganti dulu 7 (puasa ramadhan yang ditinggalkan) setelah itu baru melakukan yang 6.

Tapi dalam ceramah itu pun, Ustadz Abdul Somad memberi tahu bahwa Kata Imam Abu Zakariah Al-Anshori dari Mazhab Syafe’i dikutip oleh Syekh ati’shahar dalam kitab fatawa al-azhar “bagi yang ada tinggal puasa, qadha saja 6 hari di bulan syawal otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal”.

Niatnya “Saya niat puasa qhada karna Allah ta’ala”, tidak perlu disebut sunnatnya otomatis dapat.

Dengan begitu, ketika umat muslim melakukan puasa qadha di bulan syawal maka ia otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal juga.

Hukum menggabungkan puasa Syawal dengan utang puasa Ramadan 

Mengutip Lembaga Fatwa Mesir dari Kompas.com, ulama Mesir Dr. Ali Jumah Muhammad menuturkan bahwa ulama fiqih membolehkan untuk menggabungkan utang puasa dengan puasa sunah lainnya.

Namun, niat yang dilakukan adalah niat mengganti utang puasa.

Bagi perempuan yang memiliki utang puasa Ramadan lantaran uzur atau karena suatu hal, dapat menggantinya bersamaan dengan puasa Syawal.

Mengutip dari SuryaMalang Kapan Mulai Puasa Syawal? Hari ke Berapa Setelah Lebaran & Hukum Menggabungkan dengan Utang Puasa, mereka yang menggabungkan puasa Syawal dengan puasa untuk mengganti utang puasa Ramadan tetap akan mendapat pahala kesunahan puasa Syawal.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam as-Suyuti dalam al-Asybah wa an-Nadhairi.

“Jika seseorang mengganti puasa Ramadhan, puasa nazar, atau puasa kafarat pada bulan Arafah dan menggabungkannya dengan niat puasa Arafah, maka al-Barizi berfatwa bahwa hal itu sah dan dia mendapatkan pahala keduanya.” dikutip dari KompasTV.com artikel 'Bolehkan Menggabungkan Puasa Syawal dan Mengganti Utang Puasa Ramadan? Begini Penjelasannya'.

Meski dibolehkan, ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj berpendapat bahwa mereka hanya mendapatkan pahala kesunahan dari puasa enam hari Syawal, bukan pahala utama yang sempurna, yakni pahala puasa setahun penuh.

"Jika seseorang mengganti (qadla) puasa Ramadhan, nazar, atau lain sebagainya, pada bulan Syawal atau Asyura maka ia mendapatkan pahala keduanya. Hal itu sesuai dengan fatwa al-Walid, mengikuti fatwa al-Barizi, al-Ashfuni, an-Nasyiri, Ali bin Shalih al-Hadhrami, dan lain-lain. Tapi, ia tidak mendapatkan pahala secara sempurna."

Wallahua’lam.

Ganjaran puasa Syawal setara dengan puasa setahun penuh

Sebelumnya, ustaz Ferry Muhammadsyah juga menerangkan tentang pahala yang didapat dari puasa Syawal.

Terkait hal itu, telah diriwayatkan dalam hadis sahih Muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa yang telah berpuasa puasa Ramadhan satu bulan penuh, kemudian ia mengikuti puasanya itu selama enam hari di bulan Syawal, maka sesungguhnya dia seolah telah berpuasa selama satu tahun penuh," (HR. Muslim no. 204).

Ustaz Ferry menjelaskan bagaimana puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala yang setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

"Secara matematika bisa diterangkan misalnya, sehari berpuasa pada bulan Ramadhan maupun bulan Syawal diibaratkan seperti berpuasa 10 hari," jelasnya dilansir dari TribunStyle.com artikel 'Kapan Puasa Syawal 6 Hari? Ini Waktu yang Baik untuk Melakukannya Menurut Penjelasan Ustaz'.

Puasa Ramadan ada 30 hari atau satu bulan dikali 10, sehingga kurang lebih ada 300 hari.

Kemudian ditambah puasa enam hari di bulan Syawal yang dikalikan 10 menjadi 60 hari.

Hal itu berarti 300 ditambah 60 menjadi 360 hari, jumlah yang kurang lebih sama dengan jumlah hari dalam satu tahun.

"Dalam Islam, dalam ajaran agama kita, jika satu tahun itu terdapat 365 hari, ada lima hari yang diharamkan untuk berpuasa," terang usataz Ferry.

Lima hari tersebut adalah dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, dan tiga hari tasrik.

"Dua hari raya, hari raya Idulfitri dan Iduladha, yang itu diharamkan untuk berpuasa, ditambah tiga hari yaitu hari tasyrik, tanggal 11, 12, 13 pada bulan Zulhijjah saat musim haji," imbuhnya.

Menurutnya, secara matematika, enam hari berpuasa di bulan Syawal itu setara dengan berpuasa 60 hari.

Artikel ini telah tayang di TribunMataram.com dengan judul INGAT Bayar Utang Puasa Dulu Baru Tunaikan Puasa Syawal, Jangan Terbalik, Ini Alasannya, 

LihatTutupKomentar