Respons Pemkab soal Ibu Hamil Ditandu Lewati Hutan
Foto: Ibu hamil di Pandeglang ditandu lewati hutan (Foto: dokumentasi Muhtadin)

Detik Kabar,  Pandeglang - Bayi kembar Enah (39) tak bisa diselamatkan. Enah, yang kondisi hamil usia enam bulan, sebelumnya harus ditandu melewati hutan untuk sampai ke puskesmas setempat. Pemkab Pandeglang turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas insiden yang terjadi di Kampung Lebak Gedong, Banten tersebut.

"Pemkab Pandeglang turut prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga ibu Enah dan keluarga," kata Kabag Humas Setda Pandeglang Nandar Suptandar dalam rilis resmi yang diterima detikcom, Selasa (4/5/2021).

Dalam keterangan resminya, Nandar mengatakan Pemkab Pandeglang ingin meluruskan informasi yang telah beredar di media sosial maupun pemberitaan media massa. "Sebelum mengalami kelahiran prematur di usia kandungan enam bulan, ibu Enah sering dikunjungi oleh secara rutin satu bulan sekali. Menurut keterangan Kepala Puskesmas Sindangresmi, ibu Enah ini tergolong beresiko tinggi karena usianya menginjak 40 tahun saat awal kehamilan dan diperlukan penanganan serta pengawasan khusus dari bidan desa," tutur Nandar.

"Pada saat ibu Enah tiba di puskesmas, ibu Enah ditangani secara intensif untuk proses kelahiran secara normal. Setelah beberapa jam bayi kembar tersebut berhasil dikeluarkan. Pihak puskesmas menyatakan bayi kembar tersebut meninggal sejak dalam kandungan atau yang disebut Intra Uterine Death (IUFD). Berdasarkan hasil pemeriksaan USG sebelumnya, kandungan ibu Enah mengalami kelebihan cairan ketuban atau yang biasa disebut polihidramnion," Nandar melanjutkan.

Menurut dia, domisili atau tempat tinggal Enah berjarak sekitar empat kilometer dari Puskesmas Kecamatan Sindangresmi. Aksesnya tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda dua.

"Dikategorikan jalan setapak," kata Nandar.

Mengenai jalan hutan yang dilalui Enah saat ditandu warga, Nandar mengatakan jika jalur tersebut statusnya merupakan milik PTPN VIII. Sehingga, Pemkab Pandeglang tidak bisa membangun jalan itu, meski aksesnya yang paling dekat menuju pusat pemerintahan.

"Status jalan yang dilalui oleh korban saat dibawa dengan cara ditandu tersebut merupakan jalan setapak milik PT. Perkebunan Nusantara, sehingga pihak pemerintah desa setempat atau Pemerintah kabupaten Pandeglang tidak dapat membangun jalan tersebut," katanya.

Kendati begitu, Nandar berjanji Pemkab Pandeglang akan menuntaskan masalah infrastruktur jalan di Kabupaten Pandeglang. Sebab menurutnya, saat ini masih ada sekitar 200 kilometer jalan kabupaten yang harus diperbaiki.

"Setelah periode kedua ini bupati dan wakil bupati, kami fokus prioritaskan pembangunan infrastruktur," kata Nandar. 


Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5557867/respons-pemkab-pandeglang-soal-ibu-hamil-ditandu-lewati-hutan?tag_from=wpm_nhl_21

LihatTutupKomentar