Oknum Polisi Ditangkap, Terlibat Jaringan Narkoba Bersama 2 Kurir, Sejumlah Paket Sabu Disita


Foto: Oknum polisi diringkus personel Direktorat Narkoba Polda Bengkulu di Kabupaten Bengkulu Utara karena terlibat jaringan peredaran narkoba 

Detik Kabar - Seorang oknum polisi, B-H, diringkus personel Direktorat Narkoba Polda Bengkulu di Kabupaten Bengkulu Utara beberapa waktu lalu.

Diduga, oknum polisi B-H diringkus karena terlibat jaringan peredaran narkoba.

Dikutip dari tayangan Kompas Bengkulu, Kompas Tv, Kamis (6/5/2021), B-H diringkus setelah sebelumnya 2 orang yang bertindak sebagai kurir telah berhasil diamankan.

Kedua kurir tersebut, sebelumnya berhasil diamankan lantaran kedapatan membawa tiga paket narkotika jenis sabu.

Penangkapan kedua orang kurir ini dilakukan di jalan lintas Kepahiang, Bengkulu.

Dari penangkapan dua orang kurir itu, pihak kepolisian kemudian meringkus pelaku, yang merupakan oknum anggota Polri yang berdinas di Polres Bengkulu Utara.

Saat penggeledahan di kediaman oknum polisi tersebut, polisi kembali menemukan 5 paket kecil sabu.

Tak hanya itu, satu paket ganja juga ditemukan di rumah B-H.

Polisi juga mengamankan barang lain, yakni sepucuk senjata api rakitan beserta sebutir amunisinya.

Polisi mengungkapkan, B-H terlibat jaringan peredaran narkoba bukan hanya pada lingkup daerah tersebut saja.

Melainkan, B-H sudah terlibat jaringan peredaran narkoba lintas daerah.

Untuk mendapatkan data yang lebih detail, Direktorat Narkoba Polda Bengkulu hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Bengkulu, Kompol Manogi Simaremare mengatakan pekerjaan kedua kurir yakni wiraswasta.


Foto: Kompol Manogi Simaremare  Saat dimintai keterangan seorang anggota polisi diringkus di Bengkulu
Sementara, B-H merupakan anggota Polri.

"(Pekerjaan kedua pelaku) wiraswasta, sedangkan B-H merupakan anggota Polri," ungkap Kompol Manogi.

Kompol Manogi membenarkan pernyataan wartawan tentang status B-H di kepolisian.

Dirinya mengatakan, B-H berstatus masih aktif sebagai anggota Polri.

"Iya (B-H masih aktif)," ungkap Kompol Manogi.

Kini oknum anggota polisi dan dua kurir narkoba masih berada di Mapolda Bengkulu guna penyidikan.

Akibat perbuatannya, oknum anggota polisi itu terancam dipecat dari Institusi Polri.

Oknum Polisi di Pagaralam Ditangkap Jual Narkoba ke Polisi Nyamar, Kini Dituntut 8 Tahun Penjara

Seorang oknum polisi di Pagaralam, Sumatera Selatan dituntut kurungan penjara 8 tahun.

Oknum polisi sebuah polsek di Kota Pagaralam, Bripka AB didakwa terlibat dalam jual beli narkoba jenis sabu.

Jaksa penuntut menuding AB bersalah dan dikenakan pasal Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal tersebut dibacakan pada sidang virtual yang diketuai oleh hakim, Mangapul Manalu SH MH di Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel, Selasa (4/5/2021).

Dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa, Rustini SH MH, dirinya membenarkan jika kliennya dikenakan pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dimana klien kami dituntut dengan hukuman 8 tahun, denda 1 Miliar, dengan subsider 6 bulan.

Atas tuntutan tersebut, jelas kami sangat keberatan, dan keberatan itu telah kami sampaikan pada sidang pledoi kemarin," ujar Rustini yang dikonfirmasi, Kamis (6/5/2021).

Rustini menjelaskan bahwa pihaknya sangat keberatan atas tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, yang dinilainya tidak sesuai dengan fakta persidangan.

"Salah satunya tidak dihadirkan saksi AL yang juga merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Tanjung Sakti Lahat selaku informan dalam kasus ini, oleh Jaksa Penuntut Umum.

Yang mana saksi tersebut seharusnya dihadirkan dalam persidangan, guna mengungkap fakta hukum yang sebenarnya," ujar Rustini SH MH.

Ia menegaskan bahwa, saksi AL yang tidak dihadirkan oleh JPU tersebut juga merupakan saksi yang dinilainya dapat meringankan terdakwa dalam kasus ini.

Rustini menjelaskan, dengan tidak hadirnya saksi AL ini, maka tidak memperjelas tindak pidana yang mengarah pada pasal 114 Ayat 2 tentang narkotika dalam perkara ini.

Sementara itu, setelah disampaikan pembelaan atau pleidoi dari kuasa hukum terdakwa Bripka AB, Jaksa Penuntut Umum, Rini Purnamawati SH mengatakan jika pihaknya tetap pada tuntutan.

"Pada perkara ini kami berharap majelis hakim dapat lebih cermat, menilai dan lebih teliti mencermati fakta persidangan," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya terdakwa Bripka AB (39) oknum anggota kepolisian Polsek Pagaralam, ditangkap karena diduga menjual narkotika dengan barang bukti satu paket sabu seberat 9,426 gram terhadap teman sesama anggota polisi yang melakukan undercover buy (pembelian terselubung).

Dalam keterangannya, Bripka AB mengatakan dirinya dimintai untuk mencarikan narkotika jenis Sabu oleh Bripka AL.

"Saya diminta untuk mencarikan barang itu (sabu)," ujar Bripka AB dalam sidang beragendakan keterangan saksi sekaligus terdakwa, Rabu (24/3/2021).

Pada fakta persidangan, disebutkan bahwa anggota polisi yang melakukan undercover buy tersebut adalah Bripka AL yang bertugas di Polsek Tanjung Sakti Lahat.

Bripka AB mengaku diminta oleh Bripka AL untuk mencarikan sabu senilai Rp 10 juta.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu SH MH, Bripka AB mengatakan, saat memesan sabu, Bripka kata-kata bernada ancaman terhadapnya.

"Dia ancam dengan kata "awas kamu. Jelas sekali dia mengancam saya waktu itu. Jadi saya carikan dari bandar narkoba namanya Ebi (DPO)," ujarnya.

Pernyataan itu lantas mendapat respon dari hakim yang mempertanyakan alasan terdakwa untuk mengikuti ancaman itu.

Padahal antara terdakwa dan rekannya sama-sama berasal dari instansi kepolisian sehingga bisa langsung melapor pada atasan bila ada salah satu yang melakukan pelanggaran.

"Siap salah yang mulia. Saya nurut karena dia senior saya pak," ujar terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Sementara itu, berdasarkan situs resmi Sistem Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, diketahui bahwa

terdakwa Bripka AB dihubungi Bripka AL (informan polisi) untuk diminta mencarikan narkotika jenis sabu, Kamis (10/12/2020) sekira pukul 14.00 WIB.

Namun saat itu terdakwa belum memiliki narkotika tersebut.

Dihari yang sama, barang tersebut selajutnya terdakwa beli dari temannya bernama Ebi (DPO) untuk selanjutnya kembali dijual ke Bripka AL.

Setelah itu didapatlah kesepakatan antara terdakwa dan Bripka AL untuk bertemu di Jalan Terminal Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam Provinsi Sumatera Selatan, sekira pukul 21.00 WIB.

Setibanya di tempat tersebut, Bripka AL yang datang bersama anggota Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Selatan langsung mendekati terdakwa.

Selanjutnya pada saat anggota polisi melakukan penggeledahan, terdakwa menjatuhkan 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat 9,426 gram di jalan.

Rencananya sabu tersebut akan dijual terdakwa senilai Rp.10 juta kepada Bripka AL.

Akibat perbuatannya JPU Kejati Sumsel menjerat Bripka AB dengan Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Atau Pasal 112 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/05/06/oknum-polisi-ditangkap-terlibat-jaringan-narkoba-bersama-2-kurir-sejumlah-paket-sabu-disita

LihatTutupKomentar