Nongkrong Larut Malam, Gadis 19 Tahun Dirudapaksa Teman, Korban Pingsan Berjalan Kaki ke Polsek
Foto: Ilustrasi rudapaksa - Lockdown Membawa Celaka, Pelajar 13 Tahun Kena Bujuk Rayu, Akhirnya Melahirkan Saat Ujian Matematika. (hoy.com/Colombiareports.com)

Detik Kabar, LAHAT - Lantaran nongkrong larut malam sambil berpesta miras, kehormatan gadis 19 tahun direnggut teman sepermainannya.

Peristiwa itu dialami seorang anak baru gede (ABG) yang sebut saja M (19) warga Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

Hal itu terjadi pada Kamis (27/5/2021) dini hari usai korban pesta miras bersama beberapa rekannya.

Sedangkan untuk pelakunya adalah AD (19) yang merupakan temannya sendiri.

Paur Hunas Polsek Jarai, Aiptu Lispono, membenarkan hal tersebut.

Sebelum terjadi pemerkosaan terjadi M dan AD nongkrong bersama enam temannya yang lain di simpang desa setempat.

Satu dari enam teman M dan AD juga perempuan.

Namun, tak hanya nongkrong biasa, delapan ABG ini sambil menenggak miras anggur merah.

"Ke delapan ABG ini mulai nongkrong sekira pukul 20.00 wib hingga pukul 03.00 wib subuh. Nah, sambil nongkrong sambil nenggak miras. Hingga menyebabkan mabuk," terangnya, Jumat (28/5/2021).

Tiba tiba, diduga pelaku AD muncul hasrat untuk memperkosa M.

Untuk memuluskan nafsu bejatnya, AD kemudian merayu dan mengajak M meninggalkan teman tongkronganya dan mengajak ke suatu tempat menggunakan sepeda motor.

Rayuan maut AD pun membuat M mengikuti ajakanya.

Namun, M sendiri tidak tepikir jika akan diperkosa.

Keduanya kemudian melaju menggunakan sepeda motor dan tepat di Kebun Kopi di Kabupaten Lahat, pelaku menghentikan kendaraanya.

Di lokasi tetsebut, AD kemudian mengajak M untuk berhubungan badan.

Namun, M menolak ajakan AD sehingga membuat AD memaksa.

M yang kalah tenaga akhirnya kehormatanya direnggut AD.

"Sebenarnya delapan ABG ini sebelum terjadi peristiwa pemerkosaan sudah dua kali dibubarkan anggota Polsek yang Patroli.

Namun, bukanya pulang ke rumah malah kembali nongkrong hingga terjadi peristiwa itu, "jelasnya.

Usai menyalurkan nafsu bejatnya, AD kemudian pergi dan meninggalkan M sendiri tergeletak di kebun kopi.

Beruntung, M masih sadar yang kemudian meninggalkan lokasi berjalan ke Polsek Jarai.

Tiba di Polsek, M sempat pingsan yang kemudian disadarkan anggota.

Saat sadar, korban menceritakan kejadian yang dialami yang kemudian memanggil orang tuanya untuk melaporkan diduga pelaku.

"Kalau pengakuan pelaku mereka bukan pacaran hanya teman dan malam itu pelaku melakukan pemerkosaan karena nafsu. Pelaku juga mengaku kalau memaksa korban," kata dia.

Ia menambahkan jika pelaku sudah diamankan bersama barang bukti celana dalam warna merah muda, baju kaos dalam warna biru, baju lengan warna kream, celana panjang warna hitam, Sepeda motor merk Supra X Nopol. BD 3805 ED.

"saat ini kita sedang mencari saksi atau teman korban dan pelaku saat nongkrong," tuturnya.

Siswi SMP Dicabuli Ayah Tiri hingga Melahirkan

Tanpa diketahui satu pun anggota keluargannya, siswi SMP berinisial EN (14) tiba-tiba saja melahirkan tanpa ada yang tahu siapa suaminya.

Setelah diselidiki ternyata terungkap bahwa ayah bejat dari bayi tak berdosa itu adalah ayah tiri dari EN.

Sontak saja kabar mengenai hal tersebut menggegerkan warga tempat tinggal korban dan pelaku di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kejadian ini terungkap berawal dari kecurigaan paman korban yang tak lain adalah adik kandung pelaku.

Sang paman bingung siapa orang yang telah menghamili ponakannya.

Akhirnya sang paman bertanya kepada korban terkait kehamilannya.

Setelah ditanyakan oleh sang paman, akhirnya korban menceritakan bahwa ternyata dirinya telah berulang kali disetubuhi oleh ayah tirinya yang berinisial AN (31).

"Selama ini korban takut menceritakan peristiwa itu karena diancam pelaku," jelas Iptu Ganda Manik, Kasubag Humas Polres OKI kepada Tribunsumsel.com, Rabu (26/5/2021).

Usai mendengarkan pengakuan ponakannya, sang paman melapor ke Mapolsek Cengal.

Polisi pun dengan cepat menangkap pelaku di rumahnya.

Kapolsek Cengal, Iptu Dedi mengatakan pelaku memperdayai korban sebanyak tiga kali.

Peristiwa pertama terjadi pada Juni 2020 sekitar pukul 20.00 WIB.

Saat itu istri pelaku atau ibu kandung korban tidak ada di rumah.

Beberapa hari kemudian pelaku mengulang perbuatannya.

Kali ini saat istri pelaku sudah tidur.

Kemungkinan sang istri mengetahui perbuatan terlarang tersebut.

Tapi sang istri tidak melapor karena ketakutan.

"Kami masih menunggu pengembangan pemeriksaan lebih lanjut," kata Dedi.

Sebagian artikel ini disarikan dari TribunSumsel.com dengan judul Jadi Korban Rudapaksa Teman, Remaja di Lahat Berjalan Kaki ke Polsek, Akhirnya Pingsan

LihatTutupKomentar