Komunitas Muslim India Dicekam Ketakutan, Penghancuran Masjid Babri Jadi Tanda Masjid Berikutnya


Foto: Warga melewati masjid di Mumbai, India. 

Detik Kabar, NEW DELHI - Muslim India utara mulai dikecam ketakutan, setelah pemerintah menentang perintah pengadilan dan merobohkan masjid berusia seabad di Uttar Pradesh.

Penghancuran masjid berusia 112 tahun di kota Ram Sanehi Ghat di Distrik Barabanki menjadi salah satu tindakan paling kontroversial terhadap komunitas Muslim.

Seusai penghancuran Masjid Babri abad ke-16 oleh gerombolan Hindu di negara tetangga. kota Ayodhya pada tahun 1992.

Meskipun keputusan pengadilan tinggi menahan segala jenis pembongkaran hingga 31 Mei 2021, pemerintah membuldoser bangunan tersebut pada Senin (17/5/2021), karena bangunan ilegal.

"Ini adalah masjid tempat orang-orang shalat selama beberapa dekade, dan pembongkaran mengirimkan gelombang kejutan," kata anggota komite masjid Mohammed Nasim, kepada Arab News Kamis (20/5/2021).

Dia menyatakan kaum Muslim muali takut akan penangkapan dan pembalasan dari pemerintah karena menolak tindakan tersebut.

“Apa urgensinya menghancurkan masjid, ketika seluruh negara bagian berperang melawan pandemi? tanyanya..

Uttar Pradesh, negara bagian terbesar dan terpadat di India, diperintah oleh Yogi Adityanath.

Seorang politisi dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di negara itu, yang dikenal anti-Muslim.

Pemerintah membantah melakukan kesalahan, dengan mengatakan tidak ada masjid di lokasi pembongkaran.

"Saya tidak mengetahui ada masjid yang dibongkar," kata Hakim Distrik Barabanki Dr. Adarsh Singh.

"Itu adalah properti dan hunian ilegal," katanya.

Tapi Zufar Farooqui, ketua Dewan Wakaf Sunni Pusat Uttar Pradesh, mempertanyakan klaim hakim:

“Masjid berdiri di depan kediaman Hakim Distrik selama bertahun-tahun," ujarnya.

"Ini tidak bisa disangkal," tambahnya.

"Bagaimana masjid menjadi bangunan ilegal? tanyanya.

"Itu terdaftar di Dewan Wakaf Sunni," jelasnya memberi alasan.

Pada 15 Maret 2021, pemerintah meminta komite masjid untuk mengklarifikasi masalah kepemilikan masjid.

Panitia mengatakan telah menyerahkan semua dokumen yang diperlukan.

Masih pada hari yang sama, mengadu ke Pengadilan Tinggi karena khawatir masjid akan menghadapi "pembongkaran dalam waktu dekat".

Pengadilan mengatakan pemerintah distrik hanya mencari dokumentasi.

Dengan alasan lonjakan cepat virus Corona, itu, Pengadilan Tinggi Allahabad memutuskan pada 24 April 2021.

Bahwa setiap perintah penggusuran, perampasan, atau pembongkaran akan tetap ditangguhkan hingga 31 Mei 2021.

Saat buldoser masuk pada Senin (17/5/2021), insiden itu mengirimkan gelombang kejut di antara komunitas Muslim, yang merupakan hampir setengah dari populasi kota yang berjumlah 30.000 jiwa.

“Untuk menimbulkan ketakutan, pemerintah mengajukan kasus terhadap 28 orang, kemudian membebaskan mereka," kata Nasim.

"Satu telah didkawa dengan bawah Undang-Undang Keamanan Nasional yang kejam,” tambah Nasim.

Tetangga Nasim, Israr Ahmad, mengatakan orang-orang tidak melakukan protes ketika pembongkaran berlangsung karena takut ditangkap.

“Kami takut, karena tidak boleh mendekati lokasi tersebut, ”kata Ahmad.

"Satu-satunya harapan kami adalah pengadilan tinggi memperhatikan hal itu," harapnya.

Ketika pandemi mendatangkan malapetaka di negara bagian, para pengamat mempertanyakan waktu dan niat dari upaya pembongkaran.

Dengan beberapa menuduh pemerintah mengalihkan perhatian dari kegagalan menanggapi krisis virus Corona.

“Kegagalan mengatasi pandemi telah berdampak pada pemilih inti BJP," ujarnya.

"Mereka kembali menggunakan politik memecah belah untuk mempengaruhi pemilih sebelum pemilu berikutnya,” kata Deepak Kabir, seorang aktivis sosial dari ibu kota negara bagian Lucknow.

Menurut analis politik yang berbasis di Lucknow, Asad Rizvi, pembongkaran itu menjadi serangan terencana terhadap masjid", karena Ayodhya dan Barabanki adalah distrik yang bertetangga.

"Pemerintah BJP, baik di pusat maupun negara bagian menghadapi kritik yang belum pernah terjadi sebelumnya atas penanganan gelombang kedua Covid-19," katanya.

“Ini adalah upaya mengalihkan perhatian orang-orang dari kegagalan mereka ketika tahu akan mengadakan pemilihan negara bagian dalam waktu sembilan bulan," jelasnya.(*)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/05/21/komunitas-muslim-india-dicekam-ketakutan-penghancuran-masjid-babri-jadi-tanda-masjid-berikutnya

LihatTutupKomentar