Kisah Pilu Sehari Sebelum Idul Fitri Ayah Meninggal Ditabrak Mobil, Belum Sempat Pakai Baju Baru
Foto: Siti Solehah (30) mengatakan bahwa orang tuanya yang berusia 70 tahun meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan. (Facebook / Puan Eha)

Detik Kabar, MALAYSIA - Momen Idul Fitri memang menjadi momen berkumpulnya keluarga besar, untuk bermaaf-maafan dan bersilahturahmi.

Namun, tidak semua keinginan untuk berkumpul bersama keluarga bisa dirasakan oleh semua orang.

Ada keadaan atau perihal yang menyebabkan keluarga tidak bisa berkumpul.

Seperti sebuah pengalaman yang dibagikan oleh pengguna Facebook Puan Eha atau bernama Siti Solehah.

Ia menceritakan ayahnya meninggal dunia karena terlibat kecelakaan di jalan raya.

Melansir dari Harian Metro, Kamis (13/5/2021) Siti Solehah mengatakan sangat terkejut dengan insiden yang melibatkan ayahnya sampai meninggal dunia. 

Jujur saya merasa sangat sedih karena tidak bisa melihat memakai baju lebaran yang saya dan suami kirim untuk ayah, namun kami semua sudah merelakan dengan ketentuan Allah SWT," kata.

Siti Solehah (30) mengatakan bahwa orang tuanya yang berusia 70 tahun meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan.

Ayahnya terlibat kecelakaan dengan kendaraan roda empat di Felda Jengka 25, Bandar Tun Razak, Malaysia pada hari Rabu (12/5/2021) pukul 2:30 waktu setempat.

Kepergin Abd Hamid yang juga sebagai imam Masjid Ar-Rahmah Felda Jengka 25 sekaligus amil zakat, mendapat perhatian dari pengguna Facebook.

Siti Solehah memposting terkait kepergiaan orang tuanya yang begitu mendadak dan cukup memprihatinkan.

Ia merasa sedih, karena hadiah yang ia kirim tidak sempat dikenakan ayahnya.

Siti tidak bisa kembali ke kampung halaman, karena adanya pembatasan aktivitas di luar rumah di Malaysia.

Lebih lanjut, Siti mengatakan baju yang ia kirim itu sebagai hadiah, karena Siti bersama suaminya tidak bisa pulang kampung karena PKP (PSBB di Indonesia).

"Saya mengantar baju itu Senin (10/5/2021) dan paket sampai pada hati Rabu (12/5/2021).

Namun ayah tidak sempat menerima kiriman, karena meninggal dunia pada hari yang sama saat kiriman sampai.

Memang benar-benar terkejut karena baru setengah jam berbicara dengan ibu, tiba-tiba saudara menghubungi dan mengatakan ayah sudah tiada," terangnya.

Jelasnya ia bertemu terakhir kalinya dengan almarhum ayah ketika awal Ramadhan, karena ibunya menjalani operasi mata.

Sebutnya saat itu orag tuanya tidak memperlihatkan keanehan, hanya sulit untuk makan.

"Saya ada bermimpi sampai dua kali, yaitu ayah meninggal dunia, namun suami minta agar tidak memikirkan yang bukan-bukan.

Ibu juga turut melihat perbedaan pada diri ayah, yakni meminta membayar sendiri biaya tagihan listrik, ingin pergi ke bazar Ramadhan naik motor sampai melakukan survei ladang.

Saya benar-benar tidak menyangka bahwa itu adalah pertanya ayah akan pergi untuk selamanya.

Siti Solehah menjelaskan kepergian ayahnya merupakan kehilangan besar bagi dirinya dan keluarga, apalagi menjelang idul fitri.

"Ayah tidak banyak bicara tapi selalu tersenyum dan ketika Idul Fitri, ia menjadi imam shalat, seperti tahun terakhir karena pandemi Covid-19.

Tahun ini, Allah kabulkan doa kami untuk untuk berkumpul satu keluarga tapi dalam keadaan tiada ayah.

Saya berterima kasih kepada semua yang telah mendoakan almarhum ayah karena niat awal saya bagikan di Facebook hanya ingin meluapkan perasaan dalam hati," tutupnya. (Serambinews.com/Syamsul Azman)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/05/14/kisah-pilu-sehari-sebelum-idul-fitri-ayah-meninggal-ditabrak-mobil-belum-sempat-pakai-baju-baru

LihatTutupKomentar