Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Mengapa Allah SWT Merahasiakan 'Kedatangannya', Ini Ulasannya
Foto: Ilustrasi malam lailatul qadar. (NET)

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan 1442 H, semakin dekat pula dengan datangnya Lailatul Qadar.

Detik Kabar - Tak terasa Ramadhan sudah memasuki hari ke 23 puasa, Rabu (5/5/2021).

Sebagaimana dijelaskan ulama ada satu malam di 10 malam terakhir yakni Malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar dan alasan Allah SWT merahasiakan datangnya.

Mengapa Allah SWT merahasiakan datangnya malam Lailatul Qadar?

Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan 1442 H, semakin dekat pula dengan datangnya Lailatul Qadar.

Meski tak ada satu pun yang tahu kapan malam Lailatul Qadar akan mendatangi hamba Allah, tetapi kedatangannya bisa dijemput dengan beberapa amalan dan memperbanyak doa.

Berikut adalah alasan mengapa malam Lailatul Qadar dirahasiakan datangnya di bulan Ramadhan.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang ditunggu-tunggu oleh umat muslim di bulan Ramadhan.

Di malam Lailatul Qadar tersebut, semua amaln dan ibadah akan dilipatkan pahalanya bahkan melebihi beribadah selama 1000 bulan lamanya.

Akan tetapi, datangnya malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah SWT, dimana setiap makhluk tidak mengetahui kapan datangnya malam yang mulia tersebut.

Namun, dari ‘Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul qadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari)

Meskipun tidak ada yang tahu kapan datangnya malam Lailatul Qadar, banyak yang menyebut bahwa Lailatul Qadar akan datang di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, pada malam ganjil.

Pada 10 malam terakhir inilah, Allah SWT akan menurukan keistimewaan pada umatnya yang beruntung.

Datangnya malam Lailatul Qadar sendiri tidak diketahui oleh siapapun selain Allah SWT.

Lantas mengapa Allah SWT merahasiakan datangnya malam Lailatul Qadar yang kemuliaannya lebih baik dari 1000 bulan?

Dilansir dari berbagai sumber, menurut sebagian pendapat yang dikutip Al-Qurthubi, Allah menyamarkan Lailatul Qadar di sepanjang bulan Ramadhan, agar umat Muhammad giat beribadah di setiap malam bulan Ramadhan dengan mengharapkan Lailatul Qadar.

Hal ini sebagaimana Allah menyamarkan Salat Al Wustha di antara waktu salat 5 waktu, asma' Mu'azham di antara sekian asma-asmaNya, dan waktu yang paling ampuh dikabulkannya dia di antara satu kali 24 jam pada hari Jumat.

Kendati tidak ada satupun makhluk Allah SWT yang mengetahui kapan datangnya malam Lailatul Qadar, ada beberapa tand yang menunjukkan jika malam Lailatul Qadar menghampiri seorang hamba.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa tanda malam Lailatul Qadar telah tiba, dikutip dari Tribunstyle.com dengan judul Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Tiba dan Alasan Mengapa Allah SWT Merahasiakan Datangnya.

Bulan terlihat separuh
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A. ia berkata: “Kami pernah berdiskusi tentang lalilatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata “ siapakah dari kalian yang masing ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan”.

Matahari terbit dengan sinar yang tidak menyeruak di pagi hari
Imam Muslim dalam sahihnya meriwayatkan:

عَنْ زِرٍّ قَالَ سَمِعْتُ أُبَىَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Diriwayatkan dari Zirri ia berkata: aku mendengar Ubay ibn Ka’ab berkata: “Tanda-tanda lailatul qadar adalah matahari terbit di pagi harinya dengan cahaya putih tanda sinar yang menyeruak”

Udara yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
Imam Ibn Huzaimah dalam sahihnya meriwayatkan:

عن عكرمة عن ابن عباس : عن النبي صلى الله عليه و سلم في ليلة القدر : ليلة طلقة لا حارة و لا باردة تصبح الشمس يومها حمراء ضعيفة

Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibn Abbas, dari Nabi salallahualaihi wasallam mengenai lailatul qadar: “Lailatul qadar adalah malam yang bebas. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Matahari memasuki pagi harinya dengan warna merah yang lemah”

Matahari pagi berwarna merah lemah
Dalam hadist tersebut, disebutkan juga matahari akan berwarna merah lemah di pagi harinya.

Tidak ada mendung, angin, dan hujan
Imam at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir meriwayatkan:

عن واثلة بن الأسقع عن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : ليلة القدر بلجة لا حارة ولا باردة ولا سحاب فيها ولا مطر ولا ريح ولا يرمى فيها بنجم ومن علامة يومها تطلع الشمس لا شعاع لها

Diriwayatkan dari Watsilah ibn Asqa’, dari Rasulillah salallahualaihi wasallam bahwa beliau berkata: “Lailatul qadar adalah malam yang tenang. Tidak terlalu panas juga terlalu dingin. Pada saat itu tidak ada mendung, hujan dan angin. Dan ada bintang yang dilemparkan. Termasuk tanda-tandanya, matahari terbit tanpa sinar yang menyeruak”.

Malam hari yang tenang
Hal ini didasarkan pada hadits dari Watsilah bin Al Aqso’, Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam yang tenang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” [HR. At Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan]

Datang pada hari ganjil
Tanda lain dari Lailatul Qadar ialah datang pada hari ganjil pada sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

Sebuah hadis dari Aisyah menyebutkan: "Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa sallam beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda: " Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan" (HR: Bukhari dan Muslim).

Artikel ini telah tayang di TribunMataram.com dengan judul Keistimewaan Malam Lailatul Qadar & Alasan Mengapa Allah SWT Merahasiakan 'Kedatangannya',

LihatTutupKomentar