Israel Mulai Ketakutan, Roket Milik Hamas Mampu Hancurkan Iron Dome, Intelijen: Jangan Anggap Remeh
Foto: Sistem pertahanan anti-rudal buatan Israel, Iron Dome atau Kubah Besi. (AFP / JACK GUEZ)

Detik Kabar – Israel mulai menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran tentang serangan roket balasan milik Hamas Palestina.

Beberapa hari yang lalu, Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) melakukan pembalasan terhadap Israel atas serangkaian serangan di Gaza.

Mereka melakukan serangan balik dengan menggunakan roket rakitan sendiri tanpa bantuan negara lain.

Menyaksikan rangkaian roket milik Hamas yang ditembakan ke Israel, membuat Intelijen negara itu ketakutan.

Intelijen Israel menyatakan bahwa kekuatan roket Hamas tidak boleh dianggap remeh. 

Setidaknya ada 5.000 hingga 6.000 roket di markas Hamas. 

Berbagai versi roket cangih dapat menjangkau dan mengancurkan berbagai wilayah di Israel.

Tak hanya roket, Hamas juga memiliki ribuan mortir yang mampu mencapai pemukiman Israel di perbatasan Gaza.

Juru bicara Brigade al-Qassam Hamas, Abu Obeida mengatakan sayap bersenjata untuk pertama kalinya menembakkan roket ke arah Bandara Ramon di Israel.

"Rudal Ayyash 250, dengan jangkauan lebih dari 250 km telah ditemakkan ke Bandara Ramon, sekitar 220 km dari Gaza," katanya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (14/5/2021).

Ia telah memperingatkan Israel bahwa tidak ada garis merah jika Al-Aqsa dilanggar.

“Keputusan untuk mengebom Dimona, Tel Aviv dan kota-kota Israel lainnya lebih mudah bagi kami daripada air minum,” kata Abu Obeida

"Kami meyakinkan orang-orang kami bahwa kami memiliki lebih banyak roket dalam inventaris kami, dan serangan rudal kami telah mengungkapkan kerapuhan musuh," sambungnya.

Saat Israel sedang mempersiapkan pasukan darat di timur Jalur Gaza, Obeida mengatakan tentara Israel akan sangat menyesal melakukan invasi darat.

"Senjata kami untuk tanah kami, untuk pertahanan rakyat kami dan kemenangan untuk kesucian kami," kata jurubicara militer itu.

"Yang membedakan pertempuran ini adalah solidaritas rakyat Palestina di seluruh negeri dan dukungan bulat mereka untuk perlawanan," pungkasnya.

Pada tahap awal konflik Hamas -Israel, pejuang Palestina sebagian besar mengandalkan Iran dan beberapa negara lain untuk melawan kekejaman Israel di sana.

Tak mau terlalu mengandalkan bantuan dari luar, Hamas akhirnya membangun rudal rakitan. 

Roket buatan mereka awalnya dikatakan tidak mampu menjangkau jarak jauh, tetapi cukup kuat untuk mengejutkan Israel.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kemampuan Hamas dan PIJ dalam membuat rudal rakitan semakin canggih. 

Hamas dan PIJ sudah mulai menggunakan roket buatan sendiri selama Perang Gaza pada 2014.

Tahun itu, rudal buatan Hamas seperti R-160, M-302D dan M-302 berhasil mencapai jarak yang cukup jauh. 

Kisaran rudal tersebut dikatakan mampu mencapai hingga 100-160 kilometer.

Selain rudal milik Hamas, PIJ juga memiliki rudal rakitan yang hampir sekuat rudal Hamas. 

Diketahui bahwa rudal milik PIJ bernama Buraq-100 mampu mencapai jarak hingga 100 kilometer.

Tak hanya itu, PIJ dan Hamas juga memiliki rudal jarak pendek dengan daya jangkau yang mampu mencapai 70-80 kilometer. 

Rudal tersebut dikatakan lebih ditakuti oleh Israel karena mampu menjangkau beberapa lokasi penting di Israel.

Fajr-3 dan Sejjil-55 adalah di antara dua rudal Hamas yang paling ditakuti Israel. 

Diketahui bahwa Sejjil-55 telah berhasil menghancurkan sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome. 

Sementara di Ashkelon, dua orang dilaporkan tewas dalam serangan roket Sejjil-55.

Sebagai catatan, melalui laporan intelijen Israel, Hamas memiliki lebih banyak rudal jarak pendek daripada rudal jarak jauh. 

Karena itu, rudal jarak jauh mereka sering digunakan sebagai lawan dari rudal jarak pendek yang sering menyerang kota Ashdod, Ashkelon, dan koridor Gaza. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/05/14/israel-mulai-ketakutan-roket-milik-hamas-mampu-hancurkan-iron-dome-intelijen-jangan-anggap-remeh

LihatTutupKomentar