Diiming-iming Santunan Rp 70 Juta, Nenek Jadi Korban Hipnotis, Gelang Emas Senilai Rp 20 Juta Raib


Foto: Ruhamah (66), warga Gampong Biarat Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara menjadi korban hipnotis, Kamis (20/5/2021). Akibatnya, gelang emas milik korban senilai Rp 25 juta raib digasak pelaku. 

Detik Kabar, LHOKSUKON – Ruhamah (66), warga Gampong Biarat Barat, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara diduga menjadi korban hipnotis, Kamis (20/5/2021).

Akibatnya, gelang emas milik korban senilai Rp 25 juta raib digasak pelaku.

Modusnya, pelaku mendatangi rumah nenek Ruhamah dengan menawarkan santuan uang kematian sebesar Rp 70 juta.

Karena, beberapa hari lalu, suami nenek Ruhamah baru saja meninggal dunia.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto melalui Kapolsek Tanah Jambo, Aye AKP Ahmad Yani menyampaikan, menurut keterangan korban bahwa pelaku merupakan seorang laki-laki yang mengendarai sepmor Honda Beat.

“Pelaku datang membangunkan korban yang tertidur di teras rumah. Kemudian pelaku menawarkan bantuan santunan uang kematian sambil menepuk bahu korban,” ujar Kapolsek kepada Serambinews, Jumat (21/5/2021).

Ia menambahkan, selanjutnya pelaku meminta kartu keluarga (KK) untuk persyaratan tersebut.

Kecuali itu, pria tersebut juga meminta uang pengurusan santuan sebesar Rp 15 juta.

“Karena korban tidak memiliki uang, akhirnya pelaku meminta gelang tangan emas milik korban.”

“Setelah memperolehnya, pelaku pergi dengan membawa gelang emas dan KK milik korban,” ungkap Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Ahmad Yani.

AKP Ahmad Yani menerangkan, ciri-ciri pelaku yaitu memiliki tinggi lebih kurang 170 cm, warna kulit sawo matang, memakai peci haji warnah putih, dan mengendarai Honda Beat warna merah putih.

“Saat ini masih kami lakukan penyelidikan di lapangan dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Aceh Utara untuk memburu pelaku,” pungkas Kapolsek AKP Ahmad Yani.

Tergiur Rumah Bantuan

Dua nenek di Pidie Jaya diduga dihipnotis oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada hari Jumat (18/12/2020).  

Kedua korban Salamah Binti Haji (78), warga Gampong Beuringen dan Jamilah (53), warga Gampong Pante Beureune.

Kedua gampong ini di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya. 

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Musbagh Ni'am SAg SH MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Dedy Miswar SSosI, mengaku sudah mendapatkan laporan dari pihak keluarga kedua korban. 

Kasat Reskrim berjanji akan menindaklanjutinya. 

Kasat Reskrim menceritakan pelaku mendatangi rumah masing-masing korban.  

Pelaku mengiming-imingi korban mendapatkan bantuan rumah bantuan Arab Saudi senilai Rp 70 juta, tetapi korban harus menyerahkan uang atau emas. 

Menurut pihak keluarga, pelaku merampas emas dari Jamilah 1,5 mayam atau jika dihargai mencapai Rp 4 juta. 

"Setelah itu pelaku kabur dengan dalih hendak ke rumah warga lain, namun saat kejadian, korban tak dapat berteriak," kata Kasat Reskrim mengutip keterangan keluarga korban. 

Sedangkan kepada Salamah, pelaku juga mengiming-imingi korban akan mendapat bantuan rumah dari Arab Saudi senilai Rp 70 juta. 

Tetapi syaratnya harus menyerahkan uang, namun korban juga mengaku tak punya uang, kecuali kalung emas enam mayam yang dipakainya itu. 

Emas tersebut jika dijual mencapai Rp 16,8 juta.  

Kemudian korban dan pelaku sama-sama membuka kalung tersebut dan emas itu pun berpindah ke pelaku. 

"Setelah itu pelaku kabur ke arah Meureudu. Perkara yang merugikan kedua korban sekitar 20,8 juta itu kini dalam penanganan penyidik kami," kata Dedy Miswar. (*)

Sumber:  https://aceh.tribunnews.com/2021/05/21/diiming-iming-santunan-rp-70-juta-nenek-jadi-korban-hipnotis-gelang-emas-senilai-rp-20-juta-raib

LihatTutupKomentar