Anjing Kesayangannya Mati, Seorang Pria Gelar Upacara Pemakaman, Warga Sekampung Menangis
Foto: Seorang pria menggelar prosesi pemakaman 'Band-Baaja' atas kematian Anjing kesayangannya 'Tony'. Warga yang turut menghadiri prosesi pemakaman itu tak kuasa menahan tangisan. Anjing tersebut di kubur di tepian sungai Gangga India. (India.com)

Detik Kabar, INDIA – Seorang pria yang berasal dari Samstipur, Bihar, India tak kuasa menahan tangis atas kepergian anjing kesayangannya.

Anjing yang bernama ‘Tony’ itu ditemukan mati dan meninggalkan kesedihan bagi pria tersebut dan penduduk desa di distrik Sherpur Dhepura Panchayat.

Warga pun menangis saat melayat hingga menguburkan tubuh anjing tersebut di dekat sungai Gangga.

Bagi banyak orang, hewan peliharaan memiliki ikatan emosional dan kehilangan hewan kesayangan bisa sangat menyakitkan. 

Ikatan manusia-hewan sangat spesial dan bagi pecinta anjing atau kucing, hewan peliharaan mereka sudah dianggap seperti anggota keluarga. 

Tak ayal, bagi sebagaian orang menggelar prosesi atau ritual pemakaman bagi hewan peliharaannya untuk terakhir kalinya, seperti yang mereka lakukan ke sesama manusia lainnya. 

Salah satu kisah ritual pemakaman binatang muncul dari India, di mana seorang pria mengadakan prosesi pemakaman dengan 'band-baaja' untuk anjing kesayangannya 'Tony'.

Acara ini pun dihadiri seluruh penduduk desa.

‘Tony’ merupakan anjing peliharaan seorang pria bernama Naresh Sah.

‘Tony’ yang berasal dari distrik Sherpur Dhepura Panchayat mati pada hari Selasa (18/5/2021). 

Tidak disebutkan apa yang menyebabkan anjing ‘Tony’ itu mati.

Setelah kematiannya, tubuh ‘Tony’ dibungkus dengan taburan bungan serta karangan bunga.

Kemudian prosesi pemakaman pun dilakukan, sehingga warga desa bisa mengucapkan selamat tinggal terakhir padanya.

Mengutip dari India.com Kamis (20/5/2021), ratusan orang turut melayat ke rumah ‘Tony’ dengan raut wajah sedih dan sebagaian juga ada yang menitihkan air mata.

Penduduk desa yang melayat mempersembahkan bunga kepada jasad Tony dan memberi penghormatan kepadanya. 

Jasad ‘Tony’ kemudian di bawa ke tepian sungai Gangga untuk dimakamkan.

Orang yang ikut menyaksikan prosesi pemakan itu tak kuasa menahan tangisan saat tubuh ‘Tony’ mulai masuk ke liang lahat.

Naresh Sah, seorang dokter desa telah mengadopsi ‘Tony’ sekitar 12 tahun yang lalu. 

Sejak itu, ‘Tony’ menjadi bagian penting dari keluarganya dan juga disayangi oleh penduduk desa lainnya. 

Naresh mengatakan bahwa Tony bukan hanya seekor anjing baginya, tetapi juga pelindung rumah dan desanya, yang telah menjadi bagian intrinsik dari kehidupan setiap orang. 

Sampai akhir, dia menjalankan tugasnya dengan kesetiaan dan kesetiaan penuh. 

Naresh juga mengatakan bahwa Tony sangat beruntung karena sejak dia datang ke rumah tersebut, kehidupannya berubah menjadi lebih baik.

Burung Gagak Merobek Bendera Israel

Viral sebuah video yang memperlihatkan seekor burung gagak merobek bendera Israel.

Momen yang tertangkap kamera itu menunjukkan burung gagak yang tengah mengoyak bendera Israel di atas sebuah mesin pendingin udara.

Video yang disiarkan oleh Stasiun Televisi Al Jazeera yang kemudian diunggah kembali oleh Aktivis Indonesia di Gaza, Muhammad Husein lewat akun instagramnya @muhammadhusein_gaza pada Selasa (18/5/2021) malam itu disambut ramai masyarakat.

Husein serta sebagian besar masyarakat menyebut aksi yang dilakukan burung gagak itu adalah tanda kebesaran Allah SWT.

Burung itu disebut tergerak menunjukkan aksi penolakan atas kekejaman yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.

"Ma Syaa Allah... Bahkan seekor burung gagak pun bergerak menunjukkan aksi solidaritasnya kepada warga Palestina dengan merobek-robek bendera penjajah dengan menggunakan paruhnya," tulis Husein pada Selasa (18/5/2021).

Hal senada juga dituliskan masyarakat.

Mereka pun menyebut aksi yang dilakukan burung gagak itu serupa dengan polah sejumlah binatang yang dikisahkan membantu nabi ribuan tahun lalu. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/05/20/anjing-kesayangannya-mati-seorang-pria-gelar-upacara-pemakaman-warga-sekampung-menangis

LihatTutupKomentar