STOP! Ini 10 Fakta Berbahaya Kenapa Jangan Beri Makan Mi Instan pada Anak


Foto: Ilustrasi mi instan 

Detik Kabar - Mi Instan adalah makanan yang sangat nikmat. Bayangkan, dengan harga kurang dari Rp 3.000 saja kita sudah dapat membeli dua bungkus mi instan.

Selain makanannya mudah disajikan, mi instan juga sangat cocok menjadi obat dikala perut tengah lapar.

Namun, tak banyak orang tahu, sebanarnya makan mi instan ini tak baik untuk kesehatan, terutama kepada anak-anak.

Untuk mengetahui lebih lanjut alasan mengapa jangan beri makan mi instan pada anak, simak penjelasan dokter Samhan berikut ini.

Melalui utasan di akun Twitter-nya, dokter asal negeri Jiran, Malaysia ini mengupas tuntas 10 fakta alasan mi instan tidak boleh dikonsumsi terutapa pada anak-anak.

10 Fakta Kenapa Jangan Beri Anak Makan Mi Instan


Foto: Bahaya mengonsumsi mi instan bagi anak-anak. (Twitter @DokterSamhan)

1. Risiko Kanker

Kemasan mi instan serta bungkusan bumbunya terbuat dari bahan plastik yang mengandung dioksin dan plasticizer.

Kedua bahan tersebut dapat meningkatkan risiko kanker.

2. Berisiko obesitas dan masalah lain

Semua makanan cepat saji tentunya tidak menyehatkan bagi tubuh.

Begitu juga dengan mi instan yang memiliki risiko lebih tinggi dibanding dengan makananan instan lainnya.

Menurut sebuah studi, tiga mangkuk mi instan mengandung 30 gram lemak per bungkusnya sehingga berisiko menyebabkan anak-anak terkena obesitas.

"Menurut Majlis Pengguna Hong Kong(HKCC) dan Pusat Keselamatan Makanan(CFS), 3 cawan mee segera mengandungi 30g lemak/setiap paket yang menyebabkan kanak-kanak terdedah risiko obesiti," ungkap dokter Samhan.

3. Rentan gangguan metabolik hingga penyakit jantung

Sebuah studi mengatakan jika konsumi mi instan secara sering terutama dua bungkus per minggu akan rentan menimbulkan berrbagai penyakit metabolik seperti darah tinggi, kencing manis dan penyakit jantung.

"Studi di Harvards University menunjukkan bahwa anak yang makan dua bungkus dalam seminggu berisiko terkena penyakit metabolik seperti tekanan darah tinggi, diabetes, stroke, dan penyakit jantung," tulisnya lagi.

4. Risiko depresi

Sebuah penelitian di Korea mengatakan jika makan mi instan dikaitkan dengan adanya peningkatan risiko depresi di kalangan remaja perempuan di Korea serta mengalami masalah kulit di golongan orang dewasa.

"Kajian di Korea menunjukkan pengambilan makanan segera seperti mee segera di kaitkan dengan peningkatan risiko depresi di kalangan remaja perempuan di Korea serta masalah alahan kulit di kalangan golongan dewasa," lanjut dokter Samhan.


Foto: Bumbu Mie Instan (Tribunjualbeli.com)

5. Mengandung pewarna buatan

Menurut dokter Samhan, mi instan mengandung pewarna buatan seperti Sunset Yellow FCF dan Tartrazine.

Pewarna tersebut nantinya akan berkontribusi pada hiperaktif pada anak-anak dan juga dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan pembelajaran serta kerusakan saraf.

6. Mengandung penyedap makanan MSG

Penyedap makanan sangat umum dijumpai dalam mi instan, penyedap makanan ini banyak diletakkan di dalam sajian bumbu.

Pengguunaan penyedap MSG atau Monosodium Glutamat merupakan penambah rasa dalam mi instan.

Bahaya kandungan MSG ini terbukti dapat mengakibatkan kemerosotan daya ingat dan otak manusia.

7. Mengandung lilin

Mi instan juga dilapisi dengan lilin selama pemrosesan. Lilin ini nantinya akan memberikan tekstur yang "halus" pada permukaan mi.

Lanjut dokter Samhan, kandungan lilin tersebut dapat mengakibatkan kerusakan hati bagi yang mengonsumsinya.

8. Mengandung TBHQ

TBHQ atau Tertiary-butyl hydroquinone merupakan produk turunan dari industri perminyakan. Sehingga dapat merugikan kesehatan anak.

"Tertiary-butyl hydroquinone(TBHQ) adalah produk yang terhasil daripada industri petroleum. Jadi, ia boleh memudaratkan kesihatan anak," tulisnya lagi.

9. Mengandung Propylene Glycol

Propylene Glycol adalah sejenis bahan kimia untuk menjaga kelembaban mi instan.

Jika sering dikonsumsi, Propylene Glycol ini dapat semakin menumpuk di jantung, hati dan ginjal serta merusak organ.

10. Mi instan dapat menyerap nutrisi

Konsumsi mi istan pada anak di bawah umur lima tahun dapat menghalangi penyerapan nutrisi pada anak.

Tak hanya itu, dokter Samhan juga menyebutkan jika konsumsi mi instan juga dapat menyebabkan proses pencernaan tidak teratur dan kembung.

Ayah dan Bunda, sudah saatnya kita menghindari makanan mi instan untuk keluarga kita di rumah.

Sajikanlah makanan yang penuh nutrisi, vitamin dan mineral dan tentunya terbebas dari bahan pengawet maupun penyedap makanan.

Berilah makanan terbaik untuk anak-anak kita sehingga memenuhi kebutuhan asupan gizi mereka, membantu pertumbuhan dan terbebas dari penyakit.


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/04/04/stop-ini-10-fakta-berbahaya-kenapa-jangan-beri-makan-mi-instan-pada-anak

LihatTutupKomentar