Pengakuan Pemilik Koper Misterius di Mojokerto yang Dibebaskan
Foto: Pemilik koper dikira bom berada di kantor polisi Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Detik Kabar, Mojokerto - Koper misterius di teras Salon Safira, Jalan Brawijaya, Pungging, Mojokerto yang sempat dikira bom, ternyata milik seorang mahasiswa asal Banyuwangi. Dia menitipkan koper warna silver tersebut agar tidak membawa barang terlalu banyak saat berkunjung ke rumah temannya.

Pemilik koper misterius tersebut adalah Faris Abdullah (24), mahasiswa asal Desa Kebalenan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Faris mengenyam pendidikan SMA di Kecamatan Pacet Mojokerto hingga tahun 2016.

Faris datang ke Mojokerto untuk menemui gurunya di Kecamatan Pacet. Dia naik kereta api dari Banyuwangi hingga Bangil, Pasuruan. Selanjutnya, dia naik bus dan turun di depan minimarket di Jalan Brawijaya, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging.

Setelah membeli peralatan mandi di minimarket, Faris mampir ke warung gado-gado milik Safira Fatmawati (18) di Jalan Brawijaya, Dusun Ketok, Desa Tunggalpager pada Selasa (6/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Dia sempat membeli es cincau di warung tersebut sekaligus untuk menitipkan koper miliknya.

"Saya mau ke guru saya di Pacet, tapi saya tidak ada kendaraan, maka saya mampir ke rumah teman dulu. Kan ga enak kalau ke rumah teman bawa barang banyak. Ya udah saya titipkan dulu ke warung," kata Faris kepada wartawan di kantor Satreskrim Polres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Rabu (7/4/2021).

Sekitar pukul 13.30 WIB, Faris meninggalkan koper warna silver itu di warung gado-gado milik Safira. Dia ke rumah teman sekolahnya di Desa Panjer, Kecamatan Mojosari, Mojokerto naik ojek online.

"Pemilik warung membolehkan saya titip. Saya bilang jam 5 atau habis maghrib saya ambil kopernya. Setelah itu saya pamit, saya pergi ke rumah teman saya," terangnya.

Lima jam setelahnya, sekitar pukul 18.00 WIB, Faris berniat mengambil koper miliknya. Dia meminjam sepeda motor temannya menuju warung gado-gado Safira. Saat itulah dia dibuat kaget dan bingung dengan kondisi di lokasi yang sudah banyak warga dan polisi.

Padahal usai mengambil koper, Faris berencana menginap di rumah teman sekolahnya di Kecamatan Puri, Mojokerto. Baru setelahnya dia akan menemui gurunya.

"Setelah maghrib saya kembali untuk mengambil koper ternyata jalan sudah ditutup. Saya kira ada operasi polisi. Ternyata setelah saya tanya ke warga katanya ada bom. Hati saya langsung merasa jangan-jangan koper saya," ungkapnya.

Faris bisa saja mengurungkan niatnya mengambil koper tersebut agar tidak berurusan dengan polisi. Namun, dia memilih mengambil koper yang sudah ada di teras Salon Safira. Saat itu, Tim Jihandak Gegana Satbrimob Polda Jatim sedang memeriksa kopernya.

"Saya bisa saja tidak ambil koper itu, tapi saya merasa tidak enak sudah membuat kegaduhan, mengganggu warga sekitar, sampai jalan ditutup, merepotkan kepolisian. Saya ke sana biar cepat clear, jalan dibuka, masyarakat bisa beraktivitas lagi," jelasnya.

Kepada polisi, Faris mengakui koper yang sempat dikira bom adalah miliknya. Dia pun diamankan petugas. Setelah pemeriksaan koper selesai, Faris dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk ditanya lebih mendalam.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menuturkan, Faris menitipkan koper ke pemilik warung gado-gado sekaligus Salon Safira agar tidak kerepotan membawa barang banyak ke rumah temannya. Terlebih lagi saat itu Faris sudah membawa sebuah tas rangsel warna hitam.

"Karena membawa koper dan tas yang cukup merepotkan ketika dibawa jalan-jalan menggunakan motor, dia menitipkan koper ke pemilik salon. Dia sudah izin ke pemilik salon, akan mengambil koper selepas magrib. Langsung diiyakan pemilik salon," cetusnya.

Selama lima jam meninggalkan koper di warung gado-gado, kata Andaru, ternyata Faris berjalan-jalan, membeli makan dan mengobrol dengan teman sekolahnya. Sehingga dia baru sempat mengambil koper selepas salat maghrib, saat sudah ramai warga dan polisi di lokasi.

"Ternyata Faris tidak sengaja ingin membuat kehebohan ini. Dia hanya berniat menitipkan kopernya supaya leluasa melakukan kegiatan yang lain," tandasnya.

Koper yang dititipkan berisi sepasang sepatu kulit warna hitam, 1 botol minyak zaitun, 1 kotak teh bunga, serta 1 botol dan 1 bungkus vitamin. Selain itu peci hitam dibungkus plastik yang juga berisikan 9 sachet dan tiga kaleng kecil minuman, dua baterai kamera, dua timbangan koper, 6 baju dan 3 celana, sepasang kaus kaki, serta selembar sorban putih. Oleh sebab itu, polisi mengizinkan Faris pulang sore tadi.

"Setelah kami telusuri, yang bersangkutan tidak ada niatan untuk melakukan kejahatan itu, tidak ada kesengajaan untuk membuat kehebohan. Ini murni ketidaksengajaan Faris," tambahnya.

"Dia menyadari ini kesalahan, dia menyesal dan meminta maaf. Sehingga tidak perlu kami perpanjang lagi supaya semua bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Dia kami izinkan pulang, tidak ada wajib lapor," terang Andaru.

Setelah diizinkan pulang oleh polisi, Faris dijemput teman sekolahnya asal Kecamatan Puri, Mojokerto. Dia akan melanjutkan niat awalnya datang ke Bumi Majapahit. Yakni menemui gurunya di Kecamatan Pacet. Di tempat itulah, pemuda bertubuh kurus ini mengenyam pendidikan SMA hingga tahun 2016. 

"Saya mau ke rumah teman sekolah saya di Puri. Kemungkinan nanti atau besok mau bertemu guru saya," tandasnya.

Pemilik warung gado-gado, Safira memindahkan koper ke teras Salon Safira di sebelah barat warungnya agar tidak kehujanan. Dia melaporkan keberadaan koper tersebut ke Ketua RT setempat karena pemiliknya tak kunjung kembali sekitar pukul 16.00 WIB. Gadis berkacamata ini takut koper itu berisi bom atau narkoba.

Pemerintah desa setempat melanjutkan laporan Safira ke Polres Mojokerto. Polisi langsung datang mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi dan melakukan penjagaan ketat.

Penanganan koper misterius menjadi tontonan warga sekitar. Tim Jihandak Gegana Satbrimob Polda Jatim hampir satu jam memeriksa koper tersebut. Mereka memastikan tidak ada bom maupun bahan peledak di dalam koper. Ternyata koper hanya berisi pakaian dan perlengkapan pribadi milik Faris. 

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5524016/pengakuan-pemilik-koper-misterius-di-mojokerto-yang-dibebaskan?tag_from=wpm_nhl_18

LihatTutupKomentar