Oknum Polisi Dipenjara 8 Tahun, Pacari Gadis 12 Tahun dan Setubuhi Korban, Janji Dinikahi Jika Hamil
Foto: Ilustrasi - Pencabulan. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

Detik Kabar -- Seorang oknum polisi menodai seorang wanita di bawah umur, bahkan korban masih bocah.

Padahal dirinya diketahui sudah memiliki istri.

Apalagi, korban yang disetubuhinya itu merupakan gadis di bawah umur yang baru berusia 12 tahun.

Gadis belia itu pasrah disetubuhi oleh sang oknum karena termakan janji-janji pelaku.

Kepada korban, pelaku berjanji akan menikahinya jika hamil.

Namun rupanya janji yang disampaikan pelaku hanya bualan sematan.

Korban pun menyadarai bahwa selama ini dirinya hanya dijadikan pelampiasan nafsu bejat korban saja.

Apalagi, korban juga mengaku mau dipacari oleh pelaku karena terpikat dengan wajahnya yang tampan.

Kini, sang oknum polisi itu pun sudah dihukum penjara selama 8 tahun atas perbuatannya.

Dilansir dari Wartakotalive.com Jumat (9/4/2021), oknum polisi yang tinggal di Kabupaten Minahasa Selatan dipidana berat akibat menyetubuhi anak di bawah umur.

Hakim Pengadilan Negeri Amurang sudah memvonis kasus ini pada 9 Maret 2021.

Putusan Pengadilannya kini sudah dapat diunduh secara bebas di website Mahkamah Agung.

Terpidana dalam kasus ini berinisial IY (29), seorang polisi yang tinggal di Kabupaten Minahasa Selatan.

Korban dalam kasus ini disamarkan inisial maupun namanya. Dalam berita ini cukup disebut KORBAN.

Korban dalam kasus ini diketahui masih berusia 12 tahun.

Sedangkan terpidana IY diketahui sudah memiliki istri.

Dalam kasus ini, terdakwa diketahui berhubungan intim dengan korban selama beberapa kali sejak April 2020 sampai Juni 2020.

Akibat perbuatannya itu, IY kemudian ditangkap provost pada 11 Juni 2020.

Terpikat Wajah Tampan

Sementara itu, dalam kesaksiannya di pengadilan, korban mengaku mau dipacari oleh IY karena berparas ganteng.

Dalam surat dakwaan JPU, diketahui pula bahwa IY berkali-kali berjanji akan menikahi korban jika nantinya mengalami kehamilan.

Dalam bagian pertimbangan, majelis hakim menilai bahwa janji akan menikahi yang diungkapkan oleh IY kepada korban adalah bentuk rangkaian kalimat yang bersifat membujuk yang dapat meyakinkan Anak Korban agar menuruti perkataan Terdakwa tersebut atau dapat disebut juga dengan merayu Korban sehingga melakukan apa yang Terdakwa kehendaki, yakni berhubungan intim.

Berikutnya, hakim juga menilai bahwa profesi IY yang sebagai polisi adalah faktor memberatkan dalam kasus ini.

Pada akhirnya, majelis hakim kemudian memutuskan IY terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya sebagaimana dalam dakwaan alternatif kesatu.

Hakim kemudian memvonis IY dengan pidana penjara selaema 12 tahun dan denda Rp 100 juta.

Jika tidak sanggup membayar denda, maka diganti dengan penjara 6 bulan.

Terkait kasus ini, belum diketahui apakah IY sudah dipecat dari kepolisian atau tidak.

Wartakotalive.com sudah mencoba mengonfirmasinya ke Kadiv Humas Polri, Brigjen Aryo Yuwono, tetapi belum dijawab.

Kasus Serupa

Sementara itu, kasus serupa juga terjadi di Bogor, di mana seorang oknum polisi berselingkuh dari istrinya.

Oknum anggota polisi dari Polres Bogor digerebek istrinya sendiri diduga selingkuh dengan wanita lain.

Kapolres Bogor AKBP Harun membenarkan terkait dugaan perselingkuhan oknum anggota polisi ini.

"Iya, anggota Polres Bogor. Itu (penggerebekan) kan tahun lalu," kata AKBP Harun kepada wartawan di Cibinong, Jumat (5/2/2021).

Saat ini, kata dia, dugaan perselingkuhan oknum anggotanya itu masih dalam tahap persidangan di Propam Polres Bogor.

"Sedang disidangkan, pelaksanaannya tanggal 3 (Februari 2021) kemarin sudah sidang. Masih sidang ke beberapa kali," kata Harun.

Terkait anggotanya itu, kata Harun, akan ditindak apabila memang terbukti bersalah sesuai hasil dalam persidangan.

Oknum anggota polisi itu, kata dia, terancam sanksi mulai dari teguran sampai dengan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

"Kan ada sanksi teguran lisan, teguran tertulis, kemudian sampai yang paling berat PTDH, itu yang paling terakhir," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria oknum anggota polisi Polres Bogor berinisial RS digerebek istri sahnya sendiri saat sedang berduaan dengan wanita lain di sebuah rumah di daerah Cibeureum, Tasikmalaya.

Saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mapolres Bogor, sang istri sah MS menceritakan bahwa penggerebekan itu dilakukan pada Selasa (20/10/2020) lalu.

"Dia baru pulang dari Lampung dan saya intai, sudah sampai Tasik saya gerebek jam 22.00 WIB malam," cerita MS kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (3/2/2021).

Perempuan asal Bandung ini menjelaskan bahwa penggerebekan itu tak dia lakukan sendiri.

Dia juga ditemani beberapa anggota keluarga beserta dua anggota Polsek polsek setempat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Dalam video penggerebakan yang diterima TribunnewsBogor.com dari MS, malam itu dirinya dan sejumlah petugas mendekati sebuah rumah secara diam-diam.

Kemudian, MS dengan emosi langsung merangsek masuk ke dalam rumah itu meski petugas berusaha untuk menenangkannya.

Saat bertemu dengan sang suami, MS langsung histeris.

"Astagfirullahaladzim, astagfirullahaladzim," kata MS sambil menangis dalam penggerebekan rumah yang dihuni suaminya bersama seorang perempuan tersebut.

"Udah bu, sabar aja bu ya," kata seorang petugas yang mendampingi MS dalam penggerebekan ini.

Atas arahan petugas, kedua belah pihak dipersilahkan untuk duduk agar bisa menyelesaikan permasalahan dengan tenang.

Sempat ada adu mulut, petugas berupaya meredam suasana panas tersebut.

"Jangan teh, jangan teh, kalau bisa jangan ribut soalnya ada tetangga banyak, gak enak," kata salah satu petugas.

MS menerangkan bahwa saat digerebek, suaminya hanya mengenakan celana tanpa baju bersama seorang wanita berinisial EV yang hanya mengenakan daster.

Termasuk pula ditemukan pakaian dalam di sofa dalam rumah yang digerebek tersebut.

Karena merasa tak terima, MS membawa permasalahan ini ke Propam Polres Bogor untuk diselesaikan sejak 23 Oktober 2020 lalu.

MS mengaku bahwa dirinya juga mengantongi sejumlah bukti seperti bukti foto chat, bukti transfer dan yang lainnya terkait dugaan perselingkuhan oknum anggota polisi ini.

"Saya pengen keadilan yang seadil-adilnya karena saya sudah ditelantarkan, begitu juga anak saya, sudah tidak dinafkahi. Anak saya satu, sekarang usianya 9 bulan," katanya.

Sampai sekarang, permasalahan dugaan perselingkuhan oknum anggota polisi ini masih dalam tahapan proses sidang kode etik.

Sidang terakhir digelar pada Rabu (3/2/2021) namun sidang ini masih akan digelar pekan selanjutnya.(TribunnewsBogor.com/Wartakotalive.com)

Tribunnewsbogor.com: Terbuai Wajah Ganteng, Gadis 12 Tahun Pasrah Dinodai Oknum Polisi, Ternyata Sudah Beristri,

Wartakotalive: Polisi Modal Ganteng Pacari Anak Usia 12 Tahun dan Disetubuhi, Kini Dipidana Berat, 


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/04/09/oknum-polisi-dipenjara-8-tahun-pacari-gadis-12-tahun-dan-setubuhi-korban-janji-dinikahi-jika-hamil

LihatTutupKomentar