Kisah Haru Seorang Ibu Tukang Cuci Pakaian di Aceh Utara, Putranya Lulus Menjadi Prajurit TNI
Foto: Dewi Srisanti (47) pekerjaan tukang cuci pakaian bersama suaminya Misfan Suryadi (51) seorang nelayan, asal di Dusun Syik Masandang, Gampong Meunye Peut, Kecamatan Meurah Meulia, Aceh Utara, bahagia mendengar putranya lulus menjadi TNI di Banda Aceh, Senin (26/4/2021). (For Serambinews.com)

Detik Kabar, LHOKSUKON – Meski bekerja sebagai buruh cuci pakaian, tidak terlihat wajah susah dari Ibu Dewi Srisanti. Dengan penampilan lugu dan alakadarnya, perempuan yang lahir 14 Agustus 1974 ini menemui setiap tamu yang datang ke rumahnya.

Dewi Srisanti tinggal di sebuah rumah dengan ukuran 5 x 5 meter persegi, di Dusun Syik Masandang, Gampong Meunye Peut, Kecamatan Meurah Meulia, Kabupaten Aceh Utara.

Sehari-hari ibu 5 anak ini bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Pekerjaan ini telah digelutinya sejak tahun 2003 lalu, selain mencuci, Dewi Srisanti juga juga sebagai buruh menyetrika pakaian.

"Saya bekerja sebagai buruh nyuci dan setrika pakaian orang. Jadi, bahasa kasarnya sebagai pembantu dengan mencuci pakaian. Prinsipnya saya cuma satu, ingin menjadikan anak-anak yang berguna dan sukses jangan seperti saya,” ujar Dewi kepada Serambinews.com, Senin (26/4/2021).

Menurut Dewi, penghasilannya sebagai buruh cuci tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, tapi juga biaya sekolah anaknya.

"Saya nggak pingin kaya, ngga pingin hidup mewah, anak harus sekolah dan mereka harus berhasil," lanjutnya.

Di balik kehidupannya yang memprihatinkan, bahkan rumah yang ditempatinya saat ini, bisa dikatakan rumah yang kurang dari kata layak untuk dihuni siapa sangka Dewi Srisanti bersama suaminya Misfan Suryadi (51) ternyata mampu mendidik anaknya sehingga lulus menjadi prajurit TNI angkatan darat.

Anak kedua dari 3 Putra dan 2 Putri saat ini sedang menjalani pendidikan Secata di Rindam IM Banda Aceh.

Meskipun anak buruh cuci pakaian dan nelayan tak menyurutkan ia dan suami untuk tetap semangat mengais rezeki untuk anak-anaknya.

Karena salah satu putra sudah mempunyai cita-cita dari kecil ingin menjadi TNI dan akhirnya impian itu terwujud.

Ia adalah Alfatah (19), putra keduanya yang telah dinyatakan lulus sebagai prajurit TNI Angkata Darat.

Dewi mengaku bangga sekali anaknya bisa menggapai cita-citanya menjadi perajurit TNI AD.

Tidak ada terbesit difikirannya bahwa anaknya akan lulus, sebab menurutnya selama ini banyak yang bilang untuk masuk menajdi TNI membutuhkan biaya yang besar.

“Tetapi Alhamdulillah bahwa apa yang saya dengar selama ini mungkin itu hanya sangkaan orang lain saja, buktinya anak saya lulus dan jadi prajurit TNI AD tidak dipungut biaya sepeserpun,” jelasnya dengan haru.

Dewi bersama suaminya akan hadir langsung di dampingi dan diantar oleh Babinsa Koramil 06/Mrm Kodim 0103/Aceh Utara yaitu Koptu Asri saat Pelantikan dan pengambilan sumpah anaknya di Rindam IM Banda Aceh nantinya.

Dalam kesempatan yang sama Babinsa Koramil 06/Mrm Koptu Nasri sebagai seorang Babinsa ia berkewajiban membantu kesulitan masyarakat binaannya.

Ia berjanji akan mengantar keluarga Alfatah ke Rindam IM untuk melihat dan menyaksikan Alfatah dilantik menjadi seorang Prajurit TNI AD.(*)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/04/26/kisah-haru-seorang-ibu-tukang-cuci-pakaian-di-aceh-utara-putranya-lulus-menjadi-prajurit-tni

LihatTutupKomentar