Kisah Cinta Polisi Turki, Kenalan via FB, Tertarik tentang Aceh, hingga Menikahi Gadis Matangkuli

Foto: Intan Monika, wanita asal Gampong Blang, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara bersama suaminya, Baba, seorang polisi negara Turki dan putrinya bernama Ratu Zeynep Yağmur(2 tahun). (For Serambinews.com)

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

Detik Kabar, LHOKSEUMAWE - Masalah jodoh selalu menjadi misteri, jodoh adalah takdir, maka tidak ada seorangpun diantara manusia yang tahu tentang siapa jodohnya pada masa mendatang dan hidup bersamanya, meskipun berbeda negara dan berjarak ribuan kilometer dengan bahasa dan budaya yang berbeda pula.

Begitu juga yang dialami seorang gadis Aceh dari sebuah gampong di Kecamatan Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.

Skenario pertemuan mereka berdua bermula saat berselancar di media sosial facebook.

Terkadang, semua angan dan keinginan belum tentu menjadi kenyataan bagi yang mengharapkan.

Sebaliknya bisa jadi harapan indah itu datang pada orang tidak pernah dia bayangkannya.

Kisah haru biru nan fantastis ini dialami sendiri oleh seorang perempuan Aceh kelahiran tahun 1996 itu bernama Intan Monika (25) asal Gampong Blang, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini merupakan buah dari pasangan suami-isteri Saifuddin dan Lina Wati.

Intan Monika tidak pernah menyangka, kalau dirinya dinikahi oleh seorang polisi di Negara Turki bernama Baba pada tanggal 27 Juli 2018, tepatnya tiga tahun yang lalu.

Kini pasangan suami-istri berbeda negara itu telah hidup bahagia dan menetap di negara Turki dan  telah dikarunia seorang anak bernama Ratu Zeynep Yağmur (2).

Intan Monika yang dikonfirmasi langsung via Whatsapp (WA) oleh Serambinews.com, Jumat (16/4/2021) menceritakan kisah cinta yang panjang dan berliku yang membuat keduanya bertemu.

Awalnya, Bapa, pria asal Turki ini sangat mengagumi sejarah dan hubungan erat antara Kerajaan Turki Ottoman dimasa Sultan Abdul Hamid yang sering menolong dan mengirimkan bantuan untuk rakyat Aceh.

Ketika itu, bendera Turki dan Aceh sangat mirip dan menyatu, dengan warna dominan merah, ada gambar pedang dan tulisan kalimah tauhid, maklum saja kedua suku bangsa ini sama-sama beragama Islam.

Sehingga, dari tautan sejarah masa lalu itu, membuat Baba pun ingin mengetahui lebih jauh tentang seluk-beluk tentang Aceh.

Selain menggali informasi dari jaringan internet, Baba juga menjelajahi facebook orang-orang Aceh.

Kebetulan saat itu, Baba terpaut pada sebuah komentar faceebook Intan Monika soal dunia Aceh.

Kesempatan itu dimanfaatkan Baba untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang kehidupan orang Aceh.

Sehingga keduanya saling berbagi nomor kontak WhatsApp dan sering  berkomunikasi dengan saling kirim pesan lewat teknologi komunikasi itu.

Meski kenalan masih seumur jagung, namun Baba ternyata menyimpan rasa suka pada Intan Monika.

Bahkan ketika diajak menikah, Intan masih menjawab iya... dengan iseng dan tidak serius.

“Kesan pertamanya senang ya.. bisa berkenalan sama orang luar negeri, dan waktu itu belum kepikiran untuk nikah, karena Intan juga sedang kerja," cerita Intan.

Namun sambungnya, setelah kami bertukaran nomer whatsApp, disitulah Intan mulai suka sama Baba karena orangnya itu baik dan shaleh.

"Pertamanya waktu Baba ajak nikah, Intan senang, yang bikin saya tidak senang dia suruh ke Turki, untuk nikah di sana," sebut Intan.

Terus ia menjawab ia, bukan berarti dirinya mau ke Turki untuk menikah di sana melainkan biar membuat Baba senang.

"Ternyata satu bulan kemudian, saya bilang ke Baba, kalau saya tidak mau ke Turki, karena tidak ada izin sama keluarga dan masih belum etis kalau wanita yang menjumpai pria untuk nikah," kisah Intan.

Istilah Acehnya, nggak mungkin mon mita tima (sumur cari timba) kan tidak mungkin, dan disitu kami pernah break (tidak saling komunikasi) selama satu minggu, dan setelah itu, akhirnya Baba nge-chat lagi.

"Dia bilang bakalan ke Indonesia, akhirnya satu bulan kemudian, dia benaran datang sendiri dan kamipun menikah,” paparnya.

Intan menambahkan, meskipun dalam berbahasa sedikit kesulitan, mereka tetap langgeng dan bahkan sudah tiga tahun menikah masih menetap Bucin, Turki.(*)

Sumber: https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-5535249/kata-model-yang-dipenjara-karena-foto-bugil-diberi-makanan-seperti-kotoran?tag_from=wpm_cb_lifestyle_6&utm_source=detik.com&utm_medium=referral

LihatTutupKomentar