Jika Ada Keluarga yang Meninggal di Bulan Ramadhan,Wajibkah Dibayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasan UAS


Foto: Jika Ada Keluarga yang Meninggal di Bulan Ramadhan,Wajibkah Dibayar Zakat Fitrah? Ini Penjelasan UAS. (YouTube/Ustadz Abdul Somad Official) 

Detik Kabar - Jika ada anggota keluarga yang meninggal di bulan Ramadhan, wajibkah dibayar zakat fitrah untuknya?

Berikut adalah penjelasan dari Dai Kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS mengenai siapa saja orang yang wajib membayar zakat fitrah.

Tidak terasa, umat muslim saat ini hampir memasuki pertengahan bulan Ramadhan tahun 2021.

Menurut kalender Hijriah, pada hari ini, Minggu (25/4/2021), kita sudah memasuki hari ke-13 Ramadhan 1442 Hijriah.

Itu artinya, tidak lama lagi umat muslim sudah bisa mempersiapkan diri untuk menyediakan zakat fitrah.

Zakat fitrah biasanya dibayarkan di penghujung ramadhan, sesuai dengan arahan panitia.

Pada umumnya, zakat fitrah mulai bisa diserahkan ke panitia zakat di 10 hari terakhir Ramadhan.

Zakat fitrah ialah zakat yang dikeluarkan di bulan Ramadhan, dan hukumnya wajib bagi setiap muslim.

Tidak seperti jenis zakat lainnya yang dikeluarkan bertujuan untuk menyucikan harta, zakat fitrah dikeluarkan untuk menyucikan diri dan menjadi pelengkap ibadah puasa ramadhan.

Mengingat hukum mengeluarkan zakat fitrah wajib bagi setiap muslim, bagaimanakah dengan orang yang sudah meninggal di bulan Ramadhan?

Jika ada anggota keluarga yang sempat bertemu dan menjalani ibadah puasa Ramadhan, namun tidak penuh karena lebih dahulu dipanggil Allah Swt, apakah tetap harus dibayar zakat fitrahnya?

Ustad Abdul Somad atau UAS dalam ceramahnya ternyata sudah pernah membahas mengenai hal ini.

Penjelasan UAS mengenai zakat fitrah tersebut juga diunggah dalam sebuah video di kanal YouTube Belajar Mengaji.

Berikut penjelasan UAS mengenai zakat fitrah, termasuk hukumnya bagi orang yang sudah meninggal.

Hukum zakat fitrah bagi orang yang sudah meninggal 

Mengutip penjelasan UAS dalam video yang dibagikan oleh kanal YouTube Belajar Mengaji, tuan guru berdarah melayu ini menyebutkan, bahwa ada banyak orang yang belum tahu soal waktu wajib membayar zakat fitrah.

Sementara dari waktu wajib inilah, dapat diketahui siapa saja yang wajib membayar zakat ini, termasuk bagi orang yang sudah meninggal.

"Tapi banyak orang yang tak tau kapan waktul wujub kapan waktul jawaz," katanya.

Berikut tayangan video penjelasan lengkap Ustad Abdul Somad mengenai zakat fitrah.

Waktu jawaz, terang UAS, merupakan waktu dimulai atau sudah boleh membayar zakat fitrah.

Sedangkan waktu wujub merupakan waktu yang wajib untuk membayar zakat fitrah.

Yaitu mulai dari waktu adzan magrib pada malam takbir atau malam hari raya idul fitri, hingga khatib naik ke atas mimbar pada saat pelaksanaan salah idul fitri.

"Wajibnya itu kapan ? Dari mulai adzan magrib nanti, petang pada malam takbir. Adzan magrib sampai khatib naik mimbar," ujarnya.

Dari waktu wajib inilah, dapat diketahui siapa yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Yang wajib bayar zakat fitrah, kata UAS, ialah siapa saja yang hidup pada waktu wajib tersebut.

Yaitu dimulai dari adzan magrib pada malam hari raya idul fitri sampai dengan khatib naik atas mimbar di pagi hari raya.

"Siapa yang hidup dari sejak adzan magrib sampai khatib naik mimbar, wajib dia," terang dia.

Lebih lanjut UAS menjelaskan, jika seseorang meninggal sebelum atau bukan pada waktu ini, maka baginya tidak wajib membayar zakat fitrah.

"Jadi kalau ada orang meninggal habis Ashar, sore sabtu (misalnya), hari raya Ahad (esoknya). Habis ashar meninggal dia, tak bayar. Tak wajib bayar zakat fitrah," papar UAS.

Namun apabila sudah terlanjur membayar sebelum meninggal, UAS mengatakan zakat itu tidak perlu di ambil kembali.

Meskipun tak lagi wajib atas orang tersebut untuk membayar zakat fitrah.

"Jangan berhitung-hitung sama Allah, nanti Allah berhitung-hitung sama kita. Dikasihnya nafas setengah baru tau," guraunya.

"Yang sudah dibayarkan, sudahlah itu sudah," tegas UAS.

Sementara itu, waktu wajib bayar zakat fitrah ini juga bisa menjadi dasar apakah bayi baru lahir juga wajib bayar zakat fitrah atau tidak.

Masih dalam video yang sama, UAS sekali lagi menegaskan, bahwa siapapun yang hidup mulai dari adzan magrib sampai khatib naik mimbar, maka wajib baginya membayar zakat fitrah.

Ini juga sama halnya berlaku pada bayi yang baru lahir.

Lebih jelas lagi, UAS menerangkan, apabila seorang anak dilahirkan ketika malam hari raya, maka wajib untuk dibayarkan zakat fitrah untuknya.

Tapi apabila anak tersebut lahir ketika khatib sudah naik ke atas mimbar, maka tak wajib zakat fitrah baginya. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/04/26/jika-ada-keluarga-yang-meninggal-di-bulan-ramadhanwajibkah-dibayar-zakat-fitrah-ini-penjelasan-uas

LihatTutupKomentar