Istri Dianiaya Suami Karena Tolak Pompa ASI, Korban Juga Dilarang Bertemu Anak


Foto: Ilustrasi 

Detik Kabar - Seorang wanita di Serpong, Tangerang Selatan mengalami kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ).

AN (29) dianiaya oleh suaminya, CC.

AN mengaku dianiya CC karena menolak memompa ASI.

AN bahkan hingga kini masih kesulitan untuk bertemu anaknya.

AN berpisah dengan anaknya sejak melarikan diri dari apartemen di Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (17/4/2021).

Penganiayaan ini berawal saat CC memaksa AN untuk memompa ASI di apartemen mereka sekitar pukul 10.30 WIB.

AN lalu minta dibelikan kacang almond untuk memperlancar dan memperbanyak ASI-nya.

"Saya mikir kalau beli susu mahal, tapi suami malah marah," ungkap AN dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.

Menurut AN, CC justru malah marah.

"Dia (CC) malah marah dan bilang kalau makanan asupan itu tidak terlalu penting," kata AN.

Menurut AN, CC beranggapan bahwa yang terpenting adalah ASI harus dipompa setiap hari.

Sedangkan AN meyakini bahwa asupan itu penting untuk kelancaran ASI.

Jika tidak mengkonsumsi, kata AN, ASI yang keluar akan sedikit dan membuat payudaranya sakit.

Saat itu AN sedang menggendong anaknya yang masih berusia satu bulan.

CC lantas merebut anaknya.

CC, kata AN, langsung mendorong tubuh, menjambak hingga mencekik.

"Dijedotin kepala saya ke kepala dia, nabokin muka sebelah kiri saya hingga kuping saya berdengung dan keluar darah dari hidung saya," tutur AN.

Setelah dianiaya, AN melarikan diri dari apartemennya dan melaporkan kekerasan tersebut ke pihak kepolisian pada hari yang sama.

Dia melarikan diri lantaran merasa takut dan panik.

"Saya pergi untuk menyelamatkan diri saya dulu yang sudah babak belur.

Saya panik, saya takut, makanya saya buru-buru pergi," ujar dia.

Untuk sementara waktu, dia menempati rumah orangtuanya di Legok, Kabupaten Tangerang.

AN juga mengaku telah melaporkan KDRT yang dia alami ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena dia tidak diizinkan untuk melihat sang buah hati oleh suaminya.

Hingga saat ini, korban tidak mengetahui keberadaan buah hati dan suaminya.

"Anak saya masih sama suami saya, saya belum bertemu lagi.

Saya enggak tahu mereka ada di mana.

Kalau pun masih di apartemen saya, saya sudah tidak ada akses untuk masuk," papar AN.

Meski keberadaan buah hatinya belum tentu berada di apartemen itu, AN bakal menuju kediamannya untuk memastikan keberadaan anaknya yang berusia satu bulan itu.

Dia juga hendak ke kepolisian besok untuk menanyakan kelanjutan proses hukum atas KDRT yang diterimanya.

"Saya tidak dikasih tahu. Jadi besok saya mau coba datang ke apartemen lagi," ucapnya.

Dia berharap dapat segera bertemu dengan sang buah hati dalam keadaan selamat.

"Harapannya, agar anak saya bisa kembali ke pelukan saya karena saya ibunya.

Anak saya membutuhkan ibunya, karena enggak mungkin bapaknya merawat sendirian.

Apalagi anak bayi yang butuh ASI," tutur AN.

"Saya ingin bertemu anak saya yang masih (berusia) satu bulan," harap dia.

Kompas.com : Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

LihatTutupKomentar