Batuk Ketika Membaca Al-Fatihah dalam Shalat, Haruskah Mengulanginya? Berikut Penjelasan Buya Yahya


Foto: Buya Yahya

Detik Kabar – Batuk atau bersin ketika sedang membaca Al-Fatihah dalam shalat, haruskah mengulangi bacaan?

Mahzab Imam Syafi’i dan sebagian ulama berpendapat bahwa membaca Al-Fatihah wajib dilakukan pada setiap rakaat dalam shalat.

Seperti yang terdapat dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim : 

 لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ´

“Tidak (sah) shalat orang yang tidak membaca Fatihatul kitab (Al-Fatihah)”

Kemudian dalam Hadits riwayat Muslim:

مَنْ صَلَّى صَلَاةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ فَهِيَ خِدَاجٌ فَهِيَ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ

Barang siapa melaksanakan shalat tapi tidak membaca Ummul- Qur’an (Al-Fatihah) maka shalatnya itu kurang, maka shalatnya itu kurang, maka shalatnya itu kurang, tidak sempurna.”

Lantas, bagaimana jika seseorang batuk atau bersin ketika sedang membaca Al-Fatihah dalam shalat.

Apakah orang tersebut harus mengulangi bacaan Al-Fatihah –nya lagi?

Berdasarkan penejelasan Buya Yahya dalam Tayangan Youtube Al-Bahjah TV, orang yang terputus saat membaca Al-Fatihah karena batuk atau bersin tidak harus mengulangi bacaannya lagi.

“Batuk dan bersin tidak bisa ditahan, maka disaat seperti itu tidak bisa dianggap putus,” jelas Buya Yahya.

Oleh karena itu, kata Buya Yahya, tetap melanjutkan bacaan Al-Fatihah –nya dan tidak perlu mengulainya kembali.

“Tetap dilanjutkan Al-Fatihah -nya, gak perlu diulang kembali dan sah,” terang Buya.

Setelah imam membaca Al-Fatihah, haruskah makmum membaca lagi?

Sebuah pertanyaan disampaikan kepada Ustadz Abdul Somad mengenai bacaan Al-Fatihah dalam shalat berjamaah.

Pertanytaan itu, bagaimana jikalau imam sudah membaca Al-Fatihah, haruskah makmum membacanya lagi?

Penjelasan dari Ustadz Abdul Somad atau UAS, membaca Al-Fatihah bagi makmum hukumnya ada tiga.

“Menurut Mahzab Hanafi, makmum tak perlu membaca. Karena bacaan imam sudah menjadi bacaan makmum” kata UAS.

UAS menyampaikan, Mahzab Syafi’i ini menjelaskan bahwa Nabi SAW mengatakan shalat menjadi tidak sah jika tidak membaca Al-Fatihah.

“Mahzab yang ketiga Maliki, kata Mahzab Maliki ‘kalau imamnya baca (Al-Fatihah), makmumnya dengar, maka makmum tak perlu baca karena telinganya sudah mendengar,” terang UAS.

Sehingga, untuk memudahkan cara makmum mengingat mengenai bacaan Al-fatihah, sebagai berikut:

Mahzab Hanafi: “Mau dengar tak dengar, tak perlu baca. Karena imam sudah baca,” jelas UAS.

Mahzab Syafi’i: “Mau dengar tak dengar, wajib baca. Karena makmum ibadahnya tanggung jawab sendiri,” tambah UAS.

Mahzab Maliki: “Kalau shalatnya (bacaan imam) dengar, makmum tak perlu baca, tapi kalau shalatnya sirr (Zuhur dan Asar) makmum mesti baca,” ungkap UAS.

Lantas, Ustadz Abdul Somad lebih condong menggunakan Mahzab yang mana?

“Saya condong ke Mahzab Syafi’i. Maka kalau saya jadi makmum, saya tetap baca Al-Fatihah,” kata UAS.

Tapi, kata UAS, dirinya tak menyalahkan kalau ada orang yang condong menggunakan Mahzab Hanafi atau Mahzab Maliki.

Penjelasan UAS tersebut dikutip dari tayangan akun Youtube Fodamara TV pada Jumat (16/4/2021).


Sumber:  https://aceh.tribunnews.com/2021/04/17/batuk-ketika-membaca-al-fatihah-dalam-shalat-haruskah-mengulanginya-berikut-penjelasan-buya-yahya?page=all

LihatTutupKomentar