Sederet Fakta Bu Kades Selingkuh dengan Stafnya, Suami Dikhianati Berkali-kali, Kini Lapor Polisi

Foto: Bu Kades di Pasuruan yang tertangkap basah selingkuh, lebih memilih usir suaminya saat kepergok chat mesra. (ISTIMEWA via Tribun Jatim/ SURYA.co.id Galih Lintartika)

Detik Kabar - Kasus perselingkuhan Bu Kades belakangan ini ramai disorot publik.

Bu kades itu berselingkuh dengan stafnya sendiri.

Diketahui kepala desa itu berasal dari Desa Wotgalih, Kecamatan Nguling, Pasuruan, Jawa Timur.

Isu cita terlarang mereka tidak hanya menjadi bahan perbincangan warga setempat.

Namun sudah viral di media sosial usai video penggerebekan tersebar luas.

Bagaimana informasi lengkap dari kejadian ini? Berikut sederet fakta-faktanya.

1. Kasus pertama pada Maret tahun 2020

Bu Kades di Pasuruan yang tertangkap basah selingkuh, lebih memilih usir suaminya saat kepergok chat mesra. (ISTIMEWA via Tribun Jatim/ SURYA.co.id Galih Lintartika)

Suami Bu Kades Wotgalih, Eko Martono memergoki istrinya terindikasi selingkuh dengan pria lain awalnya melalui chat dengan Salam pada Maret 2020.

Sebagai suami sah, ia mencoba mengingatkannya. Awalnya, Eko mencoba percaya istrinya akan berubah.

Namun, pada kenyataannya, istrinya tidak berubah. Bulan September, Eko memergoki istrinya lagi.

"Saya saat itu marah. Bahkan, saya sempat lapor ke Polsek Nguling.

Di sana, akhirnya difasilitasi untuk mediasi bersama menyelesaikan permasalahan ini," urainya.

Eko pun sempat kecewa karena saat mediasi itu, istrinya tidak diberi sanksi.

Alasannya, karena bukti yang ditemukannya belum kuat.

"Karena hanya chat saja. Bukti tidak kuat.

Saya berusaha terima dengan lapang dada, saya juga berusaha sabar saat itu," jelasnya.

Dalam mediasi itu, ia mengatakan, istrinya ini sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Bahkan anak saya yang besar juga sempat ikut tanda tangan dalam surat pernyataan itu.

Tapi ternyata terulang lagi seperti ini," tambah dia.

2. Suami diusir dari rumah

Ditemui di Polres Pasuruan Kota, Eko mengaku pernah diusir dari rumah.

Itu dialaminya setelah memergoki dua kali istrinya chating mesra dengan Salam.

"Itu tahun 2020, bulan Oktober kalau tidak salah.

Jadi, saat kemarin ketahuan berduaan di kamar itu (perselingkuhan ketiga), posisi saya sudah tidak satu rumah.

Enam bulan saya pisah ranjang," katanya.

3. Perselingkuhan ke-3 direkam video dan viral

Eko Martono mengakui sudah memergoki istrinya selingkuh ini tiga kali.

Yang ketiga ini, kata dia, yang paling parah.

Karena ia memergoki istrinya dan Salam itu telanjang di dalam kamar.

Ia mengklaim, ada banyak saksi yang melihat saat itu.

"Ada anak saya juga yang besar. Dia ikut mendobrak pintu dan melihat ibunya berduaan dengan pria lain.

Ini yang paling parah, biasanya saya hanya mengetahui dari chating saja.

Sebelumnya, saya hanya memergoki chattingan saja," urainya.

Skandal percintaan Bu Kades Wotgalih dengan stafnya ini pun akhirnya viral.

Video dugaan perselingkuhan kades dengan anak buahnya ini pun viral dan menjadi bahan perbincangan di media sosial.

4. Mati-matian bantu di Pilkades

Warga berkerumun di depan rumah yang menjadi tempat perselingkuhan RK dan SLM, Minggu (21/3/2021). (YouTube/KompasTV)

Eko Martono menceritakan perjuangannya membantu istrinya menjadi Kades Wotgalih ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Paska ditinggal istrinya selingkuh dengan Salam, ia juga harus menanggung utang untuk modal istrinya pencalonan sebagai kades.

Ia rela menjual sapi dan memasukkan SK PNS-nya.

Eko adalah seorang staf di salah satu SMP di Pasuruan.

Untuk modal istrinya itu, ia menjadikan SK PNS sebagai agunan meminjam uang.

"Iya benar. Saya pinjam uang Rp 150 juta untuk modal pencalonan jadi kades itu.

Sekarang gaji saya dipotong setiap bulan sampai 15 tahun," urai dia.

Ia menjelaskan, per bulan sekarang hanya mendapatkan sisa gaji setelah dipotong Rp 400.000.

Ia mengatakan itu jauh dari cukup.

5. Laporkan istri ke polisi

Setelah memergoki perselingkuhan istrinya ketiga, Eko melaporkan istrinya ke Polres Pasuruan Kota didampingi tim kuasa hukumnya.

Laporan resmi dilakukan setelah sang suami mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Perwakilan tim kuasa hukum Eko Martono, Aditya Anugrah Purwanto mengatakan, laporan ini adalah laporan dugaan perzinaan.

Ia menyebut, berdasarkan keterangan kliennya, apa yang dilakukan oleh terlapor ini bukan sekali ataupun dua kali.

"Sudah berulang kali. Tapi tidak menyadari apa yang diperbuat itu salah.

Dan terus berulang, hingga akhirnya kesabaran klien saya ini habis.

Informasi yang saya terima, ini yang ketiga kalinya terpergok," kata dia saat memberikan keterangan ke media.

Dia menjelaskan, kliennya ingin mendapatkan keadilan.

Dari laporan ini, ia ingin istrinya ini sadar akan perbuatannya yang salah.

Kliennya juga berharap istrinya dan Salam bisa mendapatkan sanksi dan hukuman yang setimpal.

6. Pemkab belum bertindak

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan belum mengambil sikap terkait kasus dugaan perselingkuhan Bu Kades Wotgalih.

Camat Nguling Bunardi mengatakan, pemerintah belum bersikap karena masih menunggu proses hukum di Polres Pasuruan Kota yang belum selesai dan sekarang masih berjalan.

"Belum, kami masih menunggu dari Polres dulu seperti apa.

Setelah proses di Polres selesai, nanti kami juga akan menentukan sikap seperti apa," kata Camat saat dihubungi, Selasa (23/3/2021).

Menurut Bunardi, keduanya, baik Salam ataupun Bu Kades masih menjalani pemeriksaan Polres Pasuruan Kota.

Ketika proses di Polres, ia mengaku tidak akan mencampuri.

"Nanti akan kami sampaikan ke Sekretaris Daerah (Sekda) terkait kasus ini.

Tentunya nanti akan ada proses-proses yang akan dilakukan, termasuk sanksi apa yang akan diberikan," papar dia.

Disampaikan dia, meski kades tersandung kasus ini, pelayanan di Desa Wotgalih tetap berjalan.

Artinya, pelayanan untuk masyarakat tidak terganggu sama sekali meskipun tanpa ada kades.

"Masih berjalan normal. Kan ada SekDes, ada perangkat - perangkat lain.

Jadi tidak ada yang terganggu. Kami sudah koordinasikan ini sejak kasus ini sudah viral.

Kami antisipasi agar pelayanan tetap berjalan," urainya.

7. DPRD prihatin

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Kasiman mengaku sangat prihatin dengan perilaku dan etika kades yang diduga berbuat zina dengan berselingkuh dengan orang lain.

"Ini jelas melanggar konstitusi dan merusak etika kades yang seharusnya memiliki moral dan akhlak yang baik sebagai pemimpin.

Ini jelas mencoreng nama baik kades yang seharusnya memiliki kewajiban untuk menjaga ketertiban dan keamanan," urainya.

Dikatakan dia, lebih arif dan bijaksana, jika kades ini mengundurkan diri dari jabatannya atas perbuatannya ini.

"Ke depan, saya akan kumpulkan kades - kades se Pasuruan untuk membahas hal ini, jangan sampai berbuat yang kurang baik," tutup politisi Partai Gerindra ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak Bu Kades Wotgalih maupun pria selingkuhannya.

(Surya.co.id/Galih Lintartika)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 7 Fakta Skandal Perselingkuhan Bu Kades Wotgalih dengan Stafnya, Suami Ajak Anak Gerebek Lokasi Zina 

LihatTutupKomentar