Pejuang 2 Garis Biru Viral Menanti Anak 14 Tahun, Ini Kisah Lengkapnya
Foto: dr Benny ikut terharu atas perjuangan Indah dan Machfud. Foto: Dok. pribadi dokter Benny.


Detik Kabar, Surabaya - Beredar viral di Instagram, kisah penantian buah hati selama 14 tahun yang dialami pasangan Indah Prasetyowati dan Machfud. Kini keduanya dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir pada 12 Maret 2021 di rumah sakit Mitra Keluarga Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur.

Kabar gembira tersebut viral setelah dibagikan oleh dokter kandungan mereka dr Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K) pada Sabtu (13/3/2021). Melalui akun Instagramnya @drbennyarifin, dr Benny menceritakan kisah haru penantian panjang pasangan yang sama-sama berusia 40 tahun itu.

"BAHAGIA ITU MILIK SEMUA ORANG! Sekali lagi, saya berkesempatan menyaksikan betapa Maha Rahim Nya DIA. Sembah syukur kepada yang Maha Kuasa, karena bisa menjadi bagian dari kebahagiaan Indah @indah.prasetyowati dan Machfud yang sudah 14 tahun menanti buah hati. Saya sungguh bersyukur diijinkan ada di perjalanan hidup pasangan ini," tulis akun Instagram @drbennyarifin. 

Melalui unggahan tersebut, dr. Benny menuturkan jika Indah bekerja sebagai guru di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Ia dengan sabar selalu menjaga dan mendampingi buah hati para orangtua lain yang menjadi muridnya. Dan kali ini Indah mendapatkan kebahagiaannya sendiri, melahirkan putrinya yang dinamai Ruby Alula Shaqueena Machfud (2.880 gr). Arti dari nama tersebut adalah seorang ratu yang pembawaan yag tenang bagai permata yang pertama dilahirkan di keluarga Machfud.

"Berlinang air mata bahagia dan pengalaman yang pastinya luar biasa bagi Indah, akan memiliki, menjaga, memelihara buah hati nya sendiri. Penantian yang bukan tanpa perjuangan. Beberapa kali menjalani tindakan operasi dan mencoba hamil baik secara alami dan Inseminasi, kemudian akhirnya menjalani IVF dan terlahir baby mungil nan cantik," tulis dokter Benny di Instagram.

Dokter Benny juga turut merasakan terharu ketika menyaksikan kehangatan keluarga Machfud menggendong buah hati hasil penantian selama 14 tahun. "Kedua orang ini adalah Pahlawan bagi saya, Indah adalah Guru dan Machfud adalah Prajurit TNI AD, Keduanya tanpa pamrih terus menjaga dan melayani sesama. Terharu saya, melihat mereka tersenyum bahagia," lanjutnya.

Wolipop telah mewawancarai dr Benediktus Arifin,MPH,Sp.OG(K) yang mengunggah postingan mengharukan tersebut. Ia mengungkapkan dirinya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dalam kebahagiaan Indah dan Machfud.

"Saya merasa bersyukur dan beruntung bisa menjadi bagian dalam membantu membahagiakan kedua sosok "pahlawan" kita, yang sudah menanti 14 tahun. Selama ini Indah dengan tekun dan sabar mendidik anak-anak orang lain, sambil tentu menanti tibanya waktu bisa ikut berbahagia membesarkan anak sendiri," ungkapnya haru.

Perjalanan program hamil Indah dan Machfud

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan yang aktif melayani pasien di RS Mitra Keluarga Kenjeran itu mengatakan perjuangan Indah dan Machfud bisa menjadi inspirasi bagi pejuang dua garis biru lainnya. Ia pun menceritakan perjuangan mereka.

"Keduanya telah lama menjadi contoh pejuang bagi orang lain, sebagai guru Bahasa Indonesia dan prajurit TNI AD. Program hamil mulai Juli 2019 di Morula IVF Surabaya, namun sudah sejak 2011 mulai menjalani operasi dan tindakan lainnya (di tempat lain)," kata dokter Benny yang sebelumnya sudah meminta izin pada Indah dan Machfud untuk mengunggah kisah mereka ke media sosial.

Dokter Benny mengatakan lagi, Indah memiliki miom multiple dan endometriosis dan Machfud juga memiliki masalah kesehatannya sendiri. Dengan kondisi tersebut, keduanya pun berjuang untuk memiliki buah hati. Dan perjuangan mereka berbuah manis, Indah dinyatakan hamil pada 20 Juli 2020, 11 hari setelah embrio transfer pertama kali.

"Terharu biru juga saat melihat mereka pertama kali mendapatkan hasil positif, sepi dan sunyi, hanya isak tangisan pelan dari ibu indah dan linangan air mata dari Pak Machfud. Saya mengajak kita untuk berdoa, berusaha, bersyukur," ucap dr. Benny yang merasa terharu.

Di akhir wawacara, dokter Benny memberikan pesan bagi kamu yang sedang menjalani program hamil dan pejuang dua garis biru.

"Jangan putus asa. Program hamil butuh proses sehingga komunikasi yang baik dengan dokter sejak awal program dan bahas secara rinci kemungkinan permasalahan yang ada. Sebaiknya mulai konsultasi bila usia < 35 tahun dan 1 tahun belum hamil. Dan bila usia > 35 tahun dan 6 bulan belum hamil, terus berdoa dan berusaha. Dan yakinlah suatu saat bahagia itu akan tiba," pungkasnya. 

Sumber: https://wolipop.detik.com/love/d-5495154/pejuang-2-garis-biru-viral-menanti-anak-14-tahun-ini-kisah-lengkapnya?tag_from=wpm_cb_lifestyle_1&utm_source=detik.com&utm_medium=referral

LihatTutupKomentar