Mau Taaruf? Simak, Begini Prosesnya Sesuai Ajaran Rasulullah yang Dijelaskan UAS & Buya Yahya

Foto: Taaruf sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya bukan seperti anggapan banyak kalangan muda saat ini. Yakni saling chattingan atau telponan

Detik Kabar - Sudah berencana untuk melakukan taaruf, tapi bingung dengan cara dan prosesnya bagaimana?

Simak, berikut penjelasan Dai Kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Buya Yahya, mengenai proses taaruf yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Belakangan ini, sering kali terdengar istilah taaruf yang tidak lain identik dengan proses menuju pernikahan.

Taaruf juga menjadi dambaan banyak orang, khususnya kaum muda yang sudah berencana dan memantapkan hati untuk menikah.

Namun masih mencari-cari calon pasangan yang sesuai dengannya.

Proses taaruf juga dinilai lebih indah dibanding menjalani hubungan pacaran berlama-lama.

Apalagi, setelah melihat beberapa hubungan yang berhasil dan tampak bahagia atas pernikahan mereka, setelah sebelumnya melewati melalui proses taaruf dalam waktu singkat. 

Lalu, apa sebenarnya taaruf itu ?

Bagaimana pula menjalani proses taaruf yang sesuai dengan ajaran Rasulullah ?

Simak dalam ulasan yang disampaikan oleh Ustad Abdul Somad dan Buya Yahya dalam artikel yang telah kami rangkum berikut ini.

Pengertian Taaruf

Pengertian taaruf dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad atau UAS dalam tayangan video berdurasi dua menit lebih, yang diunggah oleh kanal YouTube Teman Ngaji berjudul ‘Apa Itu Ta'aruf ? - Ustadz Abdul Somad Lc MA'.

Berikut video penjelasan UAS tentang pengertian taaruf.

Sebagaimana disampaikan UAS yang dikutip dari tayangan video tersebut, kata taaruf diambil dari tiga huruf.

Yakni huruf ‘a-ro-fa yang berarti ‘kenal’.

Kemudian kata taaruf memiliki arti ‘saling kenal’.

Buya Yahya juga memberikan penjelasan serupa terkait pengertian taaruf yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan Buya Yahya sebagaimana ditayangkan dalam video unggahan kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul ‘Apa Makna Ta’aruf yang Benar ? - Buya Yahya Menjawab’.

Dijelaskan oleh Buya Yahya, taaruf memiliki makna saling mengenal, termasuk keluarga dari pihak wanita.

"Taaruf itu artinya, saling mengenal. Ini keluarga siapa ini keluarga siapa," ujar Buya Yahya.

Taaruf sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya bukan seperti anggapan banyak kalangan muda saat ini.

Yakni saling chattingan atau telponan melalui WhatsApp.

Yang demikian itu, kata Buya Yahya bukan disebut dengan taaruf.

Berikut video penjelasan Buya Yahya tentang pengertian taaruf.

Proses taaruf sesuai dengan ajaran Rasulullah

Sebagaimana dijelaskan UAS yang dikutip dari unggahan video kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, ada beberapa proses taaruf yang benar sesuai dengan hadist Nabi Muhammad Saw.

Yang pertama ialah tidak boleh berdua-duaan.

Sebagaimana sabda rasulullah yang disampaikan oleh UAS dalam hadis berikut.

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

Artinya :
"Janganlah seorang pria berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahram.”

Laki-laki yang ingin menjalani taaruf datang dan menemui wanita yang ingin ia kenal di kediamannya.

Saat ditemui, wanita tersebut harus didampingi oleh ayah atau ibunya, namun tidak perlu mengundang seluruh kerabatnya lantaran bukan proses meminang.

Selanjutnya, laki-laki melihat telapak tangan atau wajah wanita tersebut.

Seperti disampaikan oleh UAS, ini bertujuan untuk mengetahui apakah wanita tersebut adalah orang merdeka atau hamba sahaya.

Ini merupakan cara yang dilakukan pada zaman dahulu untuk memastikan status wanita tersebut.

Sementara melihat wajah, kata UAS, seperti kata Rasulullah Saw bertujuan untuk memotifasi dua kemungkinan.

“Begitu melihat dua kemungkinan, makin motivasi untuk menikah atau makin motivasi tak jadi nikah,” tutur UAS seperti dikutip dalam video berjudul YANG SEHARUSNYA DALAM BERTA'ARUF | Ustadz Abdul Somad, Lc., MA., Ph.D.

Proses selanjutnya dalam taaruf ialah melakukan shalat istikharah dan bermusyawarah.

Sebagaimana dalam sebuah hadis dari At Thabrani yang disampaikan oleh UAS berikut ini.

……فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ…….

Artinya :

“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.”

Berikut adalah video penjelasan UAS tentang proses taaruf sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw.

Lebih lanjut mengenai proses taaruf, Buya Yahya juga memberikan penjelasan dalam video yang sama, diunggah oleh kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul ‘Apa Makna Ta’aruf yang Benar ? - Buya Yahya Menjawab’.

Seperti dipaparkan oleh Buya, proses taaruf bila perlu dilakukan tanpa melibatkan si wanita yang rencana akan dinikahi oleh seorang lelaki.

Cara mengenali wanita itu bisa dilakukan antara keluarga dengan keluarga.

Menurut Buya, cara ini lebih akurat untuk mengenali bagaimana sosok wanita tersebut dibanding terlibat langsung dengannya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw dalam hadis Bukhari yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah untuk menikahi wanita karena empat perkara berikut.

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

Artinya :
“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Berdasarkan hadis tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa boleh untuk melihat wajah wanita sekilas atau sesaat.

Lebih lanjut, Buya mengatakan bahwa hal itu hukumnya sunnah.

Kecuali jika kaum laki-laki sudah yakin sehingga tidak merasa perlu melihat wajah wanita tersebut.

“Sah melihat kecantikan. Biarpun dia pakai cadar anda berhak meminta untuk dibuka sesaat,” tambah Buya Yahya. (Serambinews.com/Yeni Hardika)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/03/14/mau-taaruf-simak-begini-prosesnya-sesuai-ajaran-rasulullah-yang-dijelaskan-uas-buya-yahya

LihatTutupKomentar