Kisah Pilu Wanita Diserang Zat Asam, Alami Luka Bakar Parah dan Buta, Kini Temukan Pasangan Hidup


Foto: Pramodini Roul (28 tahun), diserang dengan zat asam setelah menolak lamaran pernikahan seseorang pada usia 15 tahun. 

Detik Kabar, NEW DELHI - Kisah pilu menimpa seorang wanita yang diserang dengan zat asam hingga luka parah.

Wanita korban serangan zat asam itu selamat dari maut, namun wajahnya telah rusak hingga matanya buta.

Korban  selamat dari serangan zat asam dengan luka bakar cukup parah di bagian wajah, termasuk matanya cacat.

Wanita itu diserang zat asam saat masih berusia 15 tahun.

Ketika itu korban menolak lamaran pernikahan seseorang hingga terjadi penyerangan brutal.

Namun, setelah 13 tahun insiden mengerikan itu menimpanya, akhirnya wanita malang itu menemukan pasangan hidupnya.

Wanita bernama Pramodini Roul (28 tahun), diserang dengan zat asam setelah menolak lamaran pernikahan seseorang pada usia 15 tahun.

Serangan itu membuatnya menderita luka bakar di wajahnya.

bahkan korban hanya memiliki 20 persen dari penglihatannya pada usia 15 tahun.

Selain luka bakar di wajah dan kehilangan penglihatan, penyintas serangan asam ini juga menjadi botak akibat serangan itu.

Namun hal itu tidak menghalanginya menikmati hari terbaik dalam hidupnya bulan ini.

Dia merayakan pesta pernikahannya dengan lebih dari 1.000 tamu, termasuk penyintas serangan asam lainnya.

Pramodini menikahi dengan Saroj Sahoo, (29 tahun), pada 1 Maret di kampung halamannya Jagatsinhpur, Odisha.

Keduanya bertemu pertama kali ada 2018.

Teman Saroj adalah seorang perawat, jadi dia secara teratur mengunjungi rumah sakit tempat Pramodini dirawat.

Keduanya jatuh cinta dengan cepat saat itu.

 Pramodini yang mengenakan wig di hari pernikahannya mengatakan: “Saya merasa sangat diberkati bisa menikah dengan Saroj, perasaan yang luar biasa.

"Kami memiliki begitu banyak tamu di pernikahan kami untuk merayakan hari istimewa bersama kami."

Pasangan itu bertunangan pada 2018.

Mereka berencana menikah pada April 2020, tetapi wabah pandemi tahun lalu menunda rencana tersebut.

Pramodini berkata: ”Setelah mengunjungi rumah sakit terus-menerus selama pemulihan saya pada 2018, kami jatuh cinta.

Dia melepaskan pekerjaannya untuk membantu merawat saya.

“Banyak orang terkejut bahwa dia ingin menikahi saya"

Tetapi kami jatuh cinta dan keluarga kami benar-benar memikirkannya.''

Pramodini baru berusia 15 tahun ketika dia disiram asam.

Dia mengklaim kejadian itu terjadi karena dia menolak lamaran pernikahan seseorang.

Serangan itu menyebabkan luka bakar parah di wajahnya dan membutakan kedua matanya.

Korban menderita rasa sakit selama hampir satu dekade.

Wanita itu menjalani lima operasi rekonstruksi termasuk satu untuk memperbaiki penglihatan di mata kirinya.

Akhirnya wanita itu bertemu dengan cinta dalam hidupnya di rumah sakit.

“Setelah bertemu di rumah sakit, kami tinggal bersama di New Delhi pada awalnya sebelum mempertimbangkan untuk menikah dalam dua tahun,” sambung Pramodini.

Menurutnya, pertemuan pertama kali dengan pria yang kini menjadi suaminya itu terjadi pada September 2018.

Tepatnya ketika dia menjalani operasi pertama di mata kiri.

Dia mengaku jatuh cinta pada pesonanya.

“Dia mencintaiku apa adanya".

"Dia selalu mendorong saya untuk menjalani hidup dengan bahagia.”

Keduanya sekarang bekerja untuk rehabilitasi penyintas serangan asam di Odisha melalui Chaanv Foundation.

LSM tersebut bekerja untuk penyintas serangan asam di negara tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Wanita dengan Luka Bakar Parah akibat Zat Asam, Temukan Pasangan Hidup 13 Tahun Kemudian"

LihatTutupKomentar