Foto Syurnya Dikuasai Orang Tak Dikenal, Wanita Ini Pasrah Dipaksa Berhubungan Tak Senonoh

Foto: Ilustrasi adegan panas. (Tribunnews.com)

Detik Kabar -- Seorang wanita di Jawa Tengah menjadi korban nafsu pria berinisial AR.

Wanita berinisial ISD hanya bisa pasrah menyerahkan tubuhnya kepada pria yang bukan suaminya.

Hal tersebut terjadi gara-gara foto syurnya dikuasai lelaki tersebut.

ISD terperdaya oleh akal licik AR (24), pria yang baru dikenalnya.

Dia tak mampu menolak ketika AR mengajaknya bertemu di sebuah penginapan dan melakukan hubungan intim.

Bukan tanpa alasan ISD mau melayani nafsu AR, sehingga berkali-kali berbuat seperti layaknya suami istri.

ISD takut Foto syur dirinya disebarkan AR sehingga menuruti keinginan pria tersebut.

Namun, setelah diberi sekali, AR ketagihan dan terus meminta berhubungan intim.

ISD yang tak mampu melayani permintaan AR mengadukan masalah itu pada ayahnya.

AR dilaporkan ke polisi dan pelaku ditangkap.

Ada kisah di balik kasus ini sehingga foto syur ISD bisa sampai ke tangan AR.

Kasus ini sudah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purworejo pada 11 Februari 2021.

Putusan pengadilan terkait kasus ini kini sudah tayang di website Mahkamah Agung dan dapat diunduh secara bebas.

Kasus ini berawal dari ISD yang memposting bahwa dirinya sedang mencari pekerjaan lewat facebook pribadinya.

AR lalu mengirim pesan ke facebook ISD lewat akun facebook miliknya yang bernama 'septi septi pada 16 September 2020.

Ia lalu menawari ISD untuk kerja BO. ISD bingung dengan istilah BO dan bertanya.

AR lalu menjawab kerja BO digaji Rp 2 juta sampai Rp 4 juta, tetapi ISD Kemudian menolak.

AR tidak menyerah, ia kemudian menawari ISD untuk bekerja video call sex dengan iming-iming gaji Rp 1 juta per jam.

ISD sempat khawatir dengan pekerjaan itu, tetapi setelah AR menjamin keamanannya, ISD setuju bergabung.

AR lalu memberi ISD pekerjaan pertama.

AR menyebut ada seorang rekannya ingin jasa video call sex.

AR menyampaikan bahwa temannya tersebut memakai nama facebook 'RIS'.

Sebenarnya ini hanya akal-akalan AR saja.

Sebab pemilik nama facebook RIS ini adalah AR juga.

Setelah itu AR menghubungi ISD dengan facebook RIS.

Namun, video call sex tidak berjalan lancar karena sinyalnya jelek.

AR lalu meminta beberapa foto ISD tanpa busana.

ISD lalu mengirimkan foto-foto dirinya tanpa busana kepada AR.

Berikutnya AR berganti peran lagi dan lewat facebook septi-septi ia mengabarkan bahwa RIS ingin berhubungan intim dengan ISD, keesokan harinya.

ISD lalu menolak karena perjanjiannya hanya video call saja.

AR lalu menyebut bahwa RIS sudah membayar Rp 2 juta. 

ISD tetap menolak karena bayaran Rp 1 juta saja belum ia terima dari jasa video call sex pertama kali.

AR lalu menyebut bahwa pemilik facebook RIS memegang foto tanpa busana ISD dan mengancam akan menyebar foto-foto tersebut.

Karena khawatir foto tanpa busananya disebar, ISD akhirnya memilih meladeni permintaan berhubungan intim dari pemilik akun facebook RIS yang sebenarnya adalah AR atau pemilik akun facebook septi septi.

Tapi sampai di sini ISD belum menyadari bahwa pemilik akun facebook septi-septi dan RIS adalah orang yang sama, yakni AR.

ISD lalu pergi ke tempat di mana AR menunggu pada 18 September 2020.

Setelah bertemu, AR lalu mengajak ISD ke sebuah penginapan di Pantai Glagah, Kulonprogo.

AR lalu berhubungan intim dengan ISD sebanyak tiga kali, lalu pulang.

Keesokan harinya, ISD kembali dihubungi AR dan meminta berhubungan intim lagi dengan waktu yang lebih panjang.

Artinya ada empat kali ISD melayani AR di bawah ancaman tersebut.

ISD tidak mau lagi melayani dan memilih melaporkannya ke kantor polisi setelah lebih dulu mengakui hal tersebut ke ayahnya.

AR kemudian dipancing seolah-olah ISD mau melayaninya berhubungan intim lagi.

AR kemudian diringkus oleh polisi yang sudah berada bersama dengan ISD pada 20 September 2020.

Kasus ini lalu maju ke meja hijau.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Purworejo kemudian menyatakan AR terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

“Dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan Informasi Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan pengancaman” sebagaimana dalam dakwaan pertama Penuntut Umum'.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purworejo lalu menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 6 (enam) bulan serta denda sejumlah Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 (dua) bulan.

(Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Foto Tanpa Busananya Dikuasai Pria Tak Dikenal, Wanita Ini Terpaksa Layani Berhubungan Intim 

LihatTutupKomentar