Dua Siswa SMP Menikah, Pria 14 Tahun dan Wanita 16 Tahun, Saling Mencintai untuk Hindari Dosa


Foto: Pernikahan dini di Buton, Sulawesi Tenggara. Dua siswa SMP menikah. 

Detik Kabar - Pernikahan dini pasangan anak di bawah umur kembali terjadi.

Kedua pengantin masih berstatus pelajar SMP.

Pernikahan pasangan yang masih siswa SMP ini terjadi di Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara.

Mereka berusia belasan tahun, belum beranjak dewasa.

Yang lelaki kelas 7, sedangkan perempuannya kelas 9.

Masing-masing berumur 14 tahun dan 16 tahun.

Mereka belajar di sekolahan yang sama.

Mereka ialah MG (14), siswa kelas 7 dan FN (16) siswa kelas 9.

MG, mempelai pria masih duduk di kelas 7 sementara calon istrinya duduk di kelas 9 sekolah yang sama.

Dikutip Serambinews.com dari Kompas.com Keduanya menikah dan melangsungkan prosesi ijab kabul di rumah mempelai perempuan.

Ijab kabul dilaksanakan pada Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Bocah SMP berinisial MG mengucapkan ikrar ijab kabul dituntun oleh Kepala KUA Batauga Samsul Ridi.

Mereka pun kini menjadi sepasang suami istri.

Kepala KUA Batauga, Samsul Ridi mengatakan, proses ijab kabul pernikahan pasangan SMP tersebut berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Kita bersyukur kepada Allah, pada hari ini kami telah selesaikan pernikahan di keluarga kedua mempelai wanita, Alhamdulillah tidak ada kendala, semua dengan lancar,” kata Samsul kepada sejumlah media, Sabtu.

Dalam proses ijab kabul tersebut, kedua mempelai tampak menggunakan pakaian adat Buton.

Proses ijab kabul pun hanya diikuti keluarga kedua mempelai dengan jumlah terbatas.

Kepala KUA Batauga, Samsul Ridi mengatakan pihaknya sempat menolak pernikahan mereka karena masih di bawah umur.

Keluarga dan pihak mempelai mengajukan gugatan dari kedua mempelai pengantin di Pengadilan Agama Pasarwajo untuk memohon agar kedua mempelai bisa menikah.

“Dalam putusan pengadilan mengabulkan permohonan untuk menikah".

"Lalu menyampaikan kepada kami, bahwa pernikahannya akan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2021"

"namun tidak cukup waktu, maka kami berikan dispensasi waktu dari pemerintah daerah dan camat,” ujar Samsul.

Samsul lalu membuat pengumuman terkait rencana pernikahan mereka di Facebook.

“Pengumuman kehendak nikah, bagi bapak/ibu/ keluarga yang keberatan dan atau mengetahui adanya halangan atas rencana pernikahan diatas maka datang langsung ke kantor KUA,” demikian tulisan pengumuman yang di posting dalan beranda Facebook KUA Batauga.

Akhirnya keduanya menikah.

“Kita bersyukur kepada Allah, pada hari ini kami telah selesaikan pernikahan di keluarga kedua mempelai wanita, Alhamdulillah tidak ada kendala, semua dengan lancar,” kata Samsul kepada sejumlah media, Sabtu.

Saling Mencintai


Foto: Dua orang anak dibawah umur, MG (14) dan FN (16) yang berencana akan melangsung pernikahan Sabtu (6/3/2021) di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Kamis (4/3/2021).(screenshoot) 

Namun, di balik kebahagian itu, ibu mempelai wanita Meliana mengaku khawatir dengan pernikahan itu.

Sebab, pernikahan ini dilakukan di usia dini.

“Antara lega dan khawatir ke depannya bagaimana, karena ini (pernikahan) usia dini".

"Untuk sekolahnya, Insya Allah pasti ada jalan dan (memberikan) yang terbaik untuk (kedua) anak ini,” kata Meliana.

Namun, keluarga kedua mempelai akan membimbing pasangan tersebut hingga mereka dewasa dan menjadi keluarga yang harmonis.

Kata Meliana, pernikahan tersebut digelar karena keduanya saling mencintai.

Selain itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ini sudah jalan terbaik, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan ke depannya, orangtua berdosa, anak-anak berdosa, dan lingkungan juga berdosa, karena ghibah.

Mungkin ini sudah jalan, kita kembalikan kepada Allah,” ujarnya.

Sementara paman dari mempelai Amirullah mengaku tidak menyangka pernikahan keponakannya itu viral di media sosial.

Viralnya kabar peristiwa pernikahan itu bermula dari status Facebook Kepala KUA.

“Mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang tabu namun berasal dari kedua anak kami ini saling mencintai.

Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka keluarga bersepakat ada baiknya dinikahkan,” ucap Amirullah.

Dia berharap pernikahan itu bisa menuai keberkahan bagi kedua mempelai.

“Apapun persepsi dari masyarakat, kita tidak bisa hindari. Namun semua berawal dari niat yang baik,” tutupnya. (Serambinews.com/Kompas.com)

Sumber:  https://aceh.tribunnews.com/2021/03/07/dua-siswa-smp-menikah-pria-14-tahun-dan-wanita-16-tahun-saling-mencintai-untuk-hindari-dosa

LihatTutupKomentar