Bocah 12 Tahun Tewas Setelah Granat yang Dibeli di Pasar Antik Meledak, Awalnya Dikira Tak Aktif


FOTO HANYA ILUSTRASI - Granat yang dipegang Alexander Sasha Chechik. Sasha tewas setelah granatnya meledak. 

Detik Kabar -- Seorang bocah 12 tewas setelah granat yang dibeli di pasar barang antik meledak.

Bocah dari Virginia tewas setelah terkena ledakan granat yang diyakini sudah tidak aktif.

Menurut pihak berwenang, benda tersebut merupakan granat tangan di era Perang Dunia II.

Melansir laman People, Rabu (13/1/2021), bocah berusia 12 tahun dilaporkan tewas pada 23 Desember 2020 akibat ledakan granat MK2.

Juru bicara Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) mengatakan bahwa granat itu kemungkinan dibeli dari Fancy Flea Antique Mall di Shallotte, North Carolina.

Korban diidentifikasi sebagai Asher Hurley dan berasal dari Abingdon, Virginia, menurut laporan The New York Times.

Baik penjual maupun pembeli yakin granat itu sudah tidak berfungsi pada saat dijual, kata pihak berwenang.

The Fancy Flea Antique Mall tidak segera menanggapi permintaan People untuk berkomentar.

Namun, mereka mengatakan kepada The New York Times dalam sebuah pernyataan bahwa hanya ada satu granat lain yang dijual keesokan harinya oleh vendor yang sama.

Mereka mengaku sangat menyesal dan mengira bahwa granat itu sudah tidak aktif.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, para petugas sekarang memperingatkan bahwa granat lain yang dibeli dari vendor yang sama pada Juni 2020 mungkin mengandung bahan peledak dan bisa berbahaya bagi publik.

"ATF meminta siapa saja membeli granat dari Fancy Flea Antique Mall pada Juni 2020 untuk menghubungi Charlotte Field Division atau Divisi Lapangan Washington," kata badan itu dalam sebuah pernyataan.

Tracie Cooper, administrator distrik untuk Kantor Kepala Pemeriksa Medis di Virginia, mengatakan Hurley meninggal akibat luka tembus di kepala, badan dan ekstremitas, lapor Bristol Herald Courier.

Menurut surat kabar itu, kematian Hurley dianggap sebagai kecelakaan, tetapi pihak berwenang masih menyelidikinya.

Dalam berita kematiannya, ayah Hurley mengatakan anak itu meninggal "dalam kecelakaan yang mengerikan di rumah kami."

"Dia adalah anak laki-laki berhati lembut yang merupakan teman bagi semua orang yang dia temui. Hurley memang pendiam, tapi suka tersenyum dan tertawa. Selera humornya yang aneh dan unik menyentuh semua orang yang mengenalnya," tambahnya.

Nenek di China Berikan Granat Hidup pada Cucunya karena Dikira Mainan, 3 Tahun Tak Curigai Apa-apa

Seorang wanita di China syok setelah mengetahui "bola besi" yang ia beri pada cucunya 3 tahun lalu ternyata granat hidup.

Seperti yang dilansir dari Nextshark, polisi menemukan granat tersebut di komplek perumahan di Suzhou, Provinsi Jiangsu setelah menangani kasus serupa pada 9 September.

Menurut Jiangsu News, wanita yang bernama Zhang tersebut memanggil polisi dan meminta mereka mengidentifikasi objek di rumahnya.

Ternyata, "bola besi" yang Zhang temukan saat menanam pohon 3 tahun lalu itu adalah granat.

Mengetahui berbahayanya benda tersebut, polisi langsung menutup komplek perumahan dan memanggil tim penjinak bom.

Walaupun sumbu granat sudah dipisahkan, tapi masih ada kemungkinan terjadinya ledakan.


Foto: Nenek di China Berikan Granat Hidup pada Cucunya karena Dikira Mainan (via Nextshark)

Zhang mengaku tak tahu menahu soal "mainan" itu selama 3 tahun terakhir.

"Anak di rumah sering memainkan itu. Siapa yang tahu ternyata benda itu merupakan sesuatu yang tak boleh dimainkan?"

Tim penjinak bom kemudian meletakkan granat dalam tank anti ledakan dan membawanya ke fasilitas pemerintah untuk diproses, Jiangsu TV mengabarkan.

Polisi turut memberikan peringatan pada publik:

"Jika Anda menemukan material serupa, jangan dibuang begitu saja tanpa pengawasan. Pastikan untuk mengevakuasinya ke tempat aman dan segera lapor polisi."

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Bocah 12 Tahun Tewas Setelah Granat yang Dibelinya dari Pasar Barang Antik Meledak

LihatTutupKomentar