Bagaimana Hukum Ikan Teri yang Tidak Dibersihkan Kotorannya? Najiskah? Begini Penjelasan Buya Yahya


Foto: Buya Yahya menjelaskan pertanyaan terkait lailatul qadar melalui video YouTube Al-Bahjah TV, Minggu (10/5/2020). 

Detik Kabar - Bagaimanakah hukum ikan teri yang tidak dibersihkan kotorannya ?

Termasuk najiskah ? Simak penjelasan dari Buya Yahya berikut ini.

Ikan teri bukan lagi makanan asing bagi rakyat Indonesia.

Ya, ikan teri jadi salah satu makanan pilihan yang bisa diolah dalam berbagai menu masakan yang menggugah selera.

Selain itu, harganya juga relatif murah, tapi nutrisinya tidak murahan.

Namun mungkin timbul pertanyaan, khususnya bagi umat muslim soal mengonsumsi ikan teri jika tidak dibersihkan kotorannya.

Sebagaimana diketahui, ikan teri memiliki ukuran yang kecil.

Mengutip Wikipedia, rata-rata ikan teri memiliki panjang sekitar 5 cm, walaupun anggota satu spesis lainnya ada yang memiliki panjang maksimum 23 cm.

Dengan ukurannya yang kecil, tentu akan sedikit sulit dan kerepotan untuk membersihkan kotoran dari makanan laut satu ini.

Apalagi jika jumlahnya banyak, tentu akan memakan waktu yang cukup lama.

Lalu, jika kotoran ikan teri tidak dibuang atau dibersihkan, apakah termasuk najis ?

Bagaimana hukumnya ? Berikut Serambinews.com rangkum penjelasan Buya Yahya yang dikutip dari unggahan video YouTube Al-Bahjah Tv berjudul Hukum Kotoran Ikan Buya Yahya Menjawab.

Hukum ikan teri tidak dibersihkan kotorannya

Seperti dijelaskan oleh Buya Yahya, kotoran ikan juga tergolong najis dan harus dibersihkan sebelum dikonsumsi.

Tapi, ada pengecualian pada ikan-ikan tertentu yang memang sulit dibersihkan.

Salah satu contohnya seperti ikan teri yang memiliki ukuran kecil.

"Jadi kotoran ikan itu juga najis. Kecuali kotoran ikan yang susah dibersihkan," ujar Buya Yahya.

"Mau bersihkan ikan teri, mati duluan tu yang bersihkan," gurau Buya Yahya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menyampaikan ada beberapa najis yang dimaafkan.

Satu diantaranya seperti kotoran pada ikan teri, yang ukurannya benar-benar kecil.

"Ikan teri dimaafkan. Tapi kalau terinya udah selengan ga dimaafkan lagi," papar Buya Yahya.

Sama halnya seperti ikan belut yang berukuran kecil dan punya tekstur daging yang lembut.

Maka kotoran belut itu, kata Buya Yahya, juga dimaafkan lantaran susah untuk dibersihkan.

Lalu, adakah batas atau ukuran ikan tertentu sehingga kotorannya yang merupakan najis itu dimaafkan ?

Disampaikan Buya Yahya, menurut sebagian para ulama, kotoran ikan dimaafkan apabila ukuran ikan tersebut kira-kira panjangnya sebesar jari kelingking.

"Kapan kotoran ikan itu dimaafkan ? Sejari ini (jari kelingking). Para ulama mengatakan, ukurannya sejari ini," tuturnya.

"Sebab kalau udah sejari ini, susah (dibersihkan)," terangnya.

Hal ini juga berlaku untuk ikan lainnya seperti belut, jika berukuran kecil, maka kotorannya dimaafkan jika tidak dibersihkan. 

Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/03/04/bagaimana-hukum-ikan-teri-yang-tidak-dibersihkan-kotorannya-najiskah-begini-penjelasan-buya-yahya

LihatTutupKomentar