Tidak Hanya Mahir Merangkai Senjata Api, RFR Pernah Merakit Drone Tanpa Baterai Hingga Bisa Terbang


Foto: Ibunda RFR saat menunjukan drone hasil karya anaknya yang saat ini ditangkap polisi karena kasus kepemilikan senjata api. 

Detik Kabar, CALANG - RFR (25) pria yang ditangkap polisi karena kedapatan memiliki dan merakit senjata api Laras panjang dikenal sebagai seorang yang berprestasi.

RFR diketahui sudah memiliki bakat yang luar biasa pada bidang permesinan hingga harus berurusan dengan polisi lantaran kepemilikan senjata api.

Senjata api yang dimiliki dirinya itu merupakan hasil rakitan atau buah tangannya dengan menimba ilmu di internet dan tutorial di YouTube.

Mahasiswa D3 Teknik Mesin salah satu kampus terbesar di Aceh Jaya ternyata memiliki banyak karya selain senjata yang baru saja menyebabkan dirinya berurusan dengan polisi.

Zulfiati (41) yang merupakan sang ibu dari RFR mengatakan, jika anaknya tersebut juga sudah pernah menciptakan satu alat terbang dengan kendali remote atau yang dikenal dengan drone tanpa baterai.

Hal itu disampaikan Zulfiati saat menjawab Serambinews.com, Rabu (17/2/2021) terkait penangkapan anaknya tersebut.

"Pertama sekali dia belajar buat Drone, dia bisa buat sendiri, Drone yang ia buat sampai bisa terbang," jelasnya sambil menunjukan karya anaknya tersebut.

Zulfiati menambahkan, drone yang dibuat anaknya tersebut bisa terbang tanpa bantuan batre seperti drone pada umumnya.

"Drone yang dibuat dirinya itu tidak pakai batre tapi bisa terbang," terang ibundanya sesekali terdengar suara yang mengisyaratkan kesedihan atas hal yang menimpa anaknya tersebut.

Sebelumnya RFR (25) ditangkap Polres Aceh Jaya lantaran kedapatan memiliki sepucuk senjatan api rakitan.

Dari keterangan, senjata api rakitan itu sendiri merupakan hasil dirinya merakit, dimana RFR mengaku belajar merakit senjata api pada internet.

Saat ini RFR sendiri sudah diamankan di Mapolres Aceh Jaya guna menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Siswa berprestasi

RFR (25) pria yang ditangkap polisi karena kedapatan memiliki dan merakit senjata api laras panjang, ternyata dikenal sebagai seorang yang berprestasi.

RFR diketahui sudah memiliki bakat yang luar biasa pada bidang permesinan, hingga harus berurusan dengan polisi lantaran kepemilikan senjata api.

Salah seorang mantan guru RFR mengatakan, jika dia merupakan anak yang cerdas.

Untuk diketahui, RFR yang merupakan warga Desa Panton Makmuer, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya berhasil beberapa kali menjadi juara LKS tingkat provinsi.

"Pada masanya sebagai siswa anak berprestasi di bidang tekni, dan beberapa kali mendapatkan juara 1 dan 2 ajang LKS tingkat provinsi, bahkan pernah mewakili Aceh ke tingkat nasional," tulis mantan gurunya merespon pemberitaan penangkapan RFR.

Dihubungi Serambinews.com, Rabu (17/2/2021) melalui sambungan telepon, sang guru membenarkan, jika RFR adalah muridnya saat masih menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan di Aceh Jaya.

Menurutnya, RFR memang salah satu siswa yang memiliki kemampuan yang mumpuni.

Sepengetahuan dirinya, RFR semasa kuliah juga suka membuat berbagai macam alat hingga yang terakhir RFR pernah membuat drone.

Masih keterangan sang guru, RFR sendiri merupakan siswa baik yang tidak memiliki track record buruk semasa menempuh pendidikan di bangku SMK.

"Orangnya baik, enggak macam-macam, dia juga anak yang berprestasi. Selama kuliah di Banda Aceh dirinya banyak membuat alat alat dari mesin, termasuk drone," tandasnya.

Ditangkap karena miliki senjata

RFR (25) warga Desa Panton Makmuer, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya diamankan pihak kepolisian.

Pria yang diketahui masih berstatus mahasiswa tersebut diduga memiliki dan merakit senjata api laras panjang di kawasan desa tersebut.

Kapolres Aceh Jaya AKBP Harlan Amir didampingi Kasatreskrim AKP Miftahuda Dizha menjelaskan, jika RFR diketahui memiliki senjata api rakitan dari informasi masyarakat yang diterima pihaknya.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Aceh Jaya AKP Miftahuda Dizha Fezuon bersama tim langsung mendalami laporan itu dengan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat merakit senjata api

“Di lokasi tim Satreskrim menemukan satu pucuk senjata rakitan laras panjang, satu peredam rakitan, satu magazin rakitan, satu magazin laras panjang yang sudah dipotong, dua peluru, dua pisau dan beberepa barang bukti lainnya,” kata Harlan Amir saat jumpa pers di Mapolres Aceh Jaya. 

AKBP Harlan Amir menambahkan, jika berdasarkan keterangan pelaku, senjatan tersebut sudah pernah digunakan untuk berburu.

Dari keterangan mahasiswa D3 Teknik Mesin itu, dirinya belajar merakit senjata api dengan cara menonton dari internet.

“Dan setelah dilakukan pemeriksaan awal tersangka belajar merakit senjata tersebut dari internet, dia (terduga pelaku-red) ada membuka bengkel di wilayah tersebut,” tutupnya.(*)


Sumber: https://aceh.tribunnews.com/2021/02/17/tidak-hanya-mahir-merangkai-senjata-api-rfr-pernah-merakit-drone-tanpa-baterai-hingga-bisa-terbang

LihatTutupKomentar