Sabung Ayam Telan Korban Jiwa, Pria Ini Tewas Akibat Selangkangan Tertusuk Pisau Ayam Jago Miliknya


Foto: Ayam jantan mati setelah menjadi praktek perjudian dengan cara sabung ayam di wilayah Londa, Kesu, Toraja Utara, Sulsel, Jumat (14/8/2015). Praktek perjudian bebas yang melibatkan ratusan warga tersebut bertaruh mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tanpa adanya pengawasan dari pihak berwajib. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR) 

Detik Kabar - Seekor ayam jantan membunuh pemiliknya saat berada di laga sabung ayam ilegal.

Pemiliknya tertusuk pisau yang terikat di kaki ayam.

Majikan ayam jago yang dipakai untuk sabung ayam tewas, setelah selangkangannya tertusuk pisau di kaki ayamnya sendiri.

Insiden itu dilaporkan polisi India pada Sabtu (27/2/2021), dan polisi sedang memburu penyelenggara sabung ayam ilegal tersebut.

Dilansir New Indian Express, insiden itu terjadi di desa Lothunur, Gollapalli Mandal, Telangana, India.

Ayam jantan itu merupakan milik pria bernama Thanugula Satish.

Seperti kebiasaannya, Satish mengikatkan pisau sepanjang tiga inci atau sekitar 7,5 cm yang disebut sebagai 'kodi kathi' di kaki ayam jantannya.

Hal itu dilakukan agar ayam jagonya mampu menyerang lawan saat berlaga.

Sabung ayam ilegal pun digelar pada 23 Februari 2021 lalu.

Satish menurutsertakan ayamnya untuk berlaga.

Namun, saat berada di pertarungan, ayam itu mencoba melarikan diri.

Satish berusaha untuk menangkapnya.

Ia pun berhasil menangkap ayamnya.

Nahas, pisau yang diikatkan di kaki ayamnya menusuk selangkangan Satish.

Menurut petugas polisi Gollapalli, B Jeevan, dia kemudian dibawa ke rumah sakit di distrik Karimnagar.

Sayangnya, sebelum sampai ke rumah sakit, Satish meninggal karena kehabisan darah.

Pemilik ayam tersebut merupakan satu dari 16 orang yang menyelenggarakan adu ayam ilegal di desa Lothunur.

Polisi kini sedang mencari 15 orang lain yang terlibat.

"Kami sedang mencari 15 orang lainnya yang terlibat dalam mengatur sabung ilegal," kata Jeevan.

Mereka berkemungkinan untuk menghadapi dakwaan pembunuhan, taruhan ilegal, dan mengadakan sabung ayam.

Pasalnya, kasus tersebut telah didaftarkan di bawah IPC pasal 304 Bagian-II.

Pasal tersebut berkaitan dengan kasus yang berhubungan dengan tindakan yang dilakukan dengan pengetahuan yang kemungkinan besar akan menyebabkan kematian, tanpa niat untuk menyebabkan kematian.

Sementara itu, ayam jantan yang membunuh tuannya ditahan sementara di kantor polisi setempat.

Sehari kemudian, hewan tersebut dikirim ke peternakan unggas.

Jeevan mengatakan, hewan itu akan dibawa ke pengadilan sebagai bukti di kemudian hari.

Sabung Ayam di India

Dilansir Guardian, sabung ayam merupakan praktik yang dilarang di India.

Namun, kegiatan ini masih umum diselenggarakan di daerah pedesaan di negara bagian Telangana, Andhra Pradesh, Karnataka dan Odisha, terutama ketika festival Hindu Sankranti.

Ayam jantan yang dibesarkan secara khusus memiliki pisau atau bilah berukuran 7,5 cm (3 inci).

Pisau itu ditambatkan ke kaki mereka.

Petaruh akan bertaruh siapa yang akan memenangkan pertarungan, dengan hewannya yang mengenakan senjata masing-masing.

Alhasil, ribuan ayam jantan mati setiap tahun dalam sabung ayam.

Kasus yang menimpa Satish juga bukan yang pertama kalinya terjadi.

Dikutip Tribunnews.com dari BBC, tahun lalu, seorang pria di Andhra Pradesh meninggal setelah lehernya disabet dengan pisau yang menempel pada ayamnya.

Peristiwa nahas itu juga terjadi ketika pemilik ayam mengadu unggasnya di laga sabung ayam.

Sabung ayam dilarang di India, tetapi masih jamak ditemui di pedesaan negara bagian Telangana, Andhra Pradesh, Karnataka, dan Odisha, terutama saat festival Hindu Sankranti.

Di sana, ayam jago petarung sabung dipersenjatai dengan pisau atau silet sepanjang 7,5 cm di kakinya, dan orang-orang bertaruh siapa yang akan memenangkannya.

Ribuan ayam jago mati setiap tahunnya di India dalam sabung ilegal ini.

(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ayam Jantan Bunuh Pemiliknya saat Disabung, Tertusuk Pisau yang Terikat di Kaki,

LihatTutupKomentar